icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menantu Menjadi Madu

Bab 3 Menunggu Irsan

Jumlah Kata:975    |    Dirilis Pada: 04/12/2021

n beliau tidak percaya dengan cerita y

wi. Aku diperlakukan seperti babu, mengurus semua kebutuhan rumah itu sendiri.

ri mulut Ibu. Dan itu terjadi setiap saat, setiap harinya.

rsan yang lemah, tidak berani mengambil

as kaca mata yang bertengger di waja

ilaku seperti itu. Walaupun kamu hanya menantu, t

asih sayang, kami memperlakukannu penih cinta. Meski tidak memanjakanmu,

melihat kamu disakiti ibunya? Laki-laki macam apa, yang mudah mengingkari janjin

n memintaku kepada Pap

ahi Chika," keringat dingin mengalir di kening Mas

cap Papa dingin, Papa memang tak suka b

kebahagiaan untuk Chika, Om. Say

nanny

sekiranya Chika, tidak bahagia hidup

eski ibunya tidak merestui, dan terang-ter

ini Irsan," ucap Ibu Mas

k menikah dalam waktu dekat," ucap Mas Irsan, dib

s Irsan berkata tanpa berani menatap ibunya, sementara

u akan mengijinkan kamu menikahinya," wanita an

tapi aku bukan anak orang miskin. Kami memang

yang merendahkan memb

restu Ibumu," ucapku, setelah sosok

ja, kita buktikan cinta kita bisa menghadapi a

diri kan, ibumu tidak menyukaiku, d

amu miskin," ucapny

ta-katanya me

ga akan bahagia, pasti dia akan merestui kita

menikah dengannya, hampir setiap hari d

gigihan Mas Irsan. Dengan syarat tinggal te

di rumahku, tanpa dihadiri oleh ibunya. Hanya

h, tak mengurangi

ah Papa, tapi setiap hari ibunya sela

t pertemuan pertama, tentu menolak ajakan

pulang ya?" rengekan Mas Irsan, tak

u kamu memberinya cucu nanti." Mas Irsan tak

k membenciku lagi, tapi ternyat

nku. Yang masakan keasinan lah, lantai kurang bersih lah, setrikaan kurang ra

a-gila padamu? Atau jangan-jangan kamu pelet anakku?" Tak kutang

cus kerja, mandul lagi!," kalau dia b

etiap hati tertekan begini? Tida

ai Irsan?" ucapan Papa, membawa

ggup diperlakukan seperti ini terus-menerus, Chika menyerah," ucapku da

, semua harus diselesaikan denga

pai lupa, belum memeriksa stock barang

masih ingat caranya kan?" tany

menjadi kantor Papa. Papaku membuka mini market di belakang ruma

arket Papa ini rame sekali. Sejak kehadiran dua retail besar itu, penghasilan menurun, tapi masih cukup untu

kesini hari ini Pa," ucapku sebel

nti Ka, Mas Irsanmu

u Papa di toko, tak terasa hari sudah s

rsan tuh di depan," uc

ya aku menyambutnya pulang dalam keadaan b

ambu

ikut tinggal di rumah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka