icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menantu Menjadi Madu

Bab 4 Pulang Yang

Jumlah Kata:1024    |    Dirilis Pada: 04/12/2021

lu ini, lalu kucium punggung tangannya. Tak lupa

n, atau koper untuk tempat baju gantinya, itu artinya Mas Irsan tidak mengina

erasa tak dicintai, dan tak cu

anya. Mas Irsan mengambil ge

engan mengulas senyum. Senyum y

r saja Mas," tawarku padanya,

arku, kamar yang pernah menjadi sak

mudian berlalu dari hadapan Mas Irsa

amar Papa, satu di dapur, berbeda dengan rumah Ma

akaian, kudekati Mas Irsan

tanyaku pelan, sambil mele

emasukan gawai kekantong celananya Ke

rani mengambil keputusan s

an Mas Irsan,

bisiknya pelan di telingaku, b

kembali ke neraka itu, lebih baik kulu

k mau Mas

nnya, dia merubah posisi dudu

mu, Ibu juga kasihan nggak ada yang ngur

ian orang kaya, kalau hanya menggaji

asihan dia kesepia

u agar mau tinggal di rumah itu, dan demi mengurus Ib

san amarahnya saja. Entah terbuat dari apa hati Ibu mertuaku itu?

siapa yang melakuka

ah dan s

nggak panggil mer

Fix mereka menganggapk

reka tidak hanya satu orang, tapi aku? Semua pekerjaan aku lakukan sendiri, b

sa melakukannya di

modelnya begini? Kenapa dia n

a dan Cica, lagi pula rumah ini tidak sebesar rumahmu, dan

mereka, lanjut nyapu, ngepel, mencuci dan menyetrika, setelah mereka semua

jaan berat yang kulakoni, bukan me

ara Ibu melengkin

u cuci nggak sih?! Gitu aja nggak be

terlalu banyak untuk kukucek sendiri. Namanya mesi

i mesin cuci jadi nggak l

nya mahal! Makanya jangan

salahkan, lagi pula itu hanya da

rahnya, seisi rumah bersikap masa bodoh dan tidak

a, lagian dia mulai sering sakit-sakitan," ucap Mas Irs

mnya makin meraja l

, harusnya kamu menikah dengan

ong, Yang...masalah sepele t

Ya Tuhan.... dasa

agar merubah sikapnya," ucap

di maki di depanmu, kamu dia

akan berusah

h itu pun dia mengatakan hal yang sama, tapi kenyataannya? Dengan bertolak pinggang dan m

endengar jan

ak kamu nyerah git

tuk Ibu. Sepuluh bulan bukan waktu singkat Mas. Selama itu pula aku hanya berku

Maaf," kataku panjang lebar. Lega rasany

mau berangkat kerja, sudah tiga bulan sejak ikut M

i, nanti yang me

Mas Irsan pulang, jemput aku se

n rumahku searah, jadi ti

in Ibu d

asiln

keluyuran, harusnya ngurus rum

an, lah kalau dia apa? Yang hampir setiap hari arisan sosialita? Dan akhi

am itu, tak mungkin aku kemba

an mau tinggal di rumah ini, atau di manapun terserah dia, entah n

malah membuatku semakin nggak yak

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka