icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tiga Miliar Untuk Semalam

Bab 4 berharap rasa pahit

Jumlah Kata:806    |    Dirilis Pada: 04/09/2025

tapi Selena masih duduk di kamar mandi dengan wajah pucat. Tangannya menekan mulut,

umur, berharap rasa pahit di tenggoroka

r kamar mandi. "Kamu kenapa, Nak? Dari

air menutupi jawabannya. "Nggak apa-apa, Bu.

berharap ibunya ti

nya basah, pipinya ia tepuk-tepuk agar terlihat lebih berwarna. Ia terse

dengan pandangan khawatir. "Jangan-jang

Bu. Aku baik-baik saja. Nanti siang a

ski jelas masih ada t

rang, terkadang disertai pusing. Ia berusaha menelan air jahe atau roti kering sebelum ibuny

ceria, memasak, membersihkan rumah,

h tertidur, ia duduk sendirian di sudut

l... bagaimana aku h

menghantui

n membeli beras. Padahal tujuannya lain. Ia menyelipkan

angga yang memperhatikannya. Ia merasa setiap tatapan orang a

ir jalan raya. Tangannya gemetar saat membuka pint

menyapanya ramah. "Ma

nya bergetar. "Sa... s

ambil satu kotak kecil dari rak. "Ini ada beberapa p

ya. Yang ia tahu, ia butuh jawaban-meski

masukkan kotak itu ke dalam tas

erasa berat. Kotak kecil itu bag

ringan. "Belanjaannya suda

ngeluarkan beras dan sayu

amarnya, menutupinya dengan tumpukan kain lama. Jantu

di tepi ranjang, menatap laci tersebut. Tangannya h

hidupku akan benar-benar

Ia akhirnya memut

lambat hampir dua minggu. Setiap kali ia bangun pagi, mual langsung

lai mempe

Jangan-jangan sakit serius? Kenapa

ru menolak. "Nggak perlu

h curiga. "Apa kamu sembu

apas. Jantungnya

a menutupi ketakutannya. "Nggak, Bu.

k yang baik, Selena. Tapi jangan pernah piku

ur, ingin berteriak, ingin mengatakan segalanya. Tapi l

khirnya membuka laci, mengeluarkan kotak kecil itu. Cahaya lamp

us. Hatinya berdegup tak karuan, sea

amar mandi, suara batuk ibunya te

itu di balik selimut. Ia berlari ke kama

an," ucapnya sambil me

setelah reda. "Kamu kenapa nan

ggak apa-apa, Bu. Aku cuma

unya semakin sempit. Ia

kenyataan, takut melukai hati ibuny

Selena hanya bisa menangis dalam diam, memeluk dirinya sendiri, bert

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tiga Miliar Untuk Semalam
Tiga Miliar Untuk Semalam
“Selena, seorang gadis muda berusia dua puluh dua tahun, terpaksa menanggung beban keluarga setelah ayahnya meninggal dan ibunya sakit keras. Hidup mereka yang serba kekurangan semakin terhimpit oleh tagihan hutang tiga miliar yang mengancam rumah satu-satunya akan disita. Kehilangan pekerjaan dan tak ada jalan keluar membuat Selena semakin putus asa. Ketika sahabat lamanya menawarkan jalan pintas dengan harga diri sebagai taruhannya, Selena terjebak dalam dilema besar: memilih bertahan dengan kemiskinan yang bisa merenggut nyawa ibunya, atau menjual dirinya untuk satu malam demi uang yang bisa menyelamatkan mereka. Keputusan nekat itu membawanya ke sebuah hotel mewah, berhadapan dengan seorang pria berkuasa yang dingin, penuh rahasia, sekaligus berbahaya. Malam itu tak hanya mengubah hidup Selena, tapi juga menjerumuskannya ke pusaran hubungan rumit, rahasia kelam, dan masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Karena ternyata, "satu malam" itu hanyalah awal dari kisah panjang penuh luka, cinta, dan pertaruhan yang akan menentukan segalanya.”
1 Bab 1 kertas tagihan2 Bab 2 hanyalah rutinitas3 Bab 3 berjalan cepat melewati gang sempit4 Bab 4 berharap rasa pahit5 Bab 5 ini tidak mungkin6 Bab 6 Harus kuat7 Bab 7 Ada rasa sesak8 Bab 8 pemeriksaan9 Bab 9 membereskan piring10 Bab 10 rasa takut11 Bab 11 Kamar hotel12 Bab 12 Ruang tunggu13 Bab 13 Waktu seakan berhenti14 Bab 14 ibunya yang terbaring lemah15 Bab 15 Adrian membeku16 Bab 16 ibunya harus sembuh17 Bab 17 Ruang rumah sakit18 Bab 18 pulang untuk dimakamkan19 Bab 19 alasan untuk bertahan20 Bab 20 restoran21 Bab 21 sebagai pelayan22 Bab 22 menghabiskan malam23 Bab 23 sampai di depan pintu24 Bab 24 ruang USG25 Bab 25 mengarah ke kosannya26 Bab 26 Adrian tidak peduli27 Bab 27 pasrah28 Bab 28 Ruang tamu29 Bab 29 merasa asing30 Bab 30 Selesai makan31 Bab 31 menyelesaikan pekerjaannya32 Bab 32 suasana rumah Adrian begitu hening33 Bab 33 sebuah kotak obat34 Bab 34 melihat luka35 Bab 35 pertengkaran36 Bab 36 rumah keluarga37 Bab 37 suasana penuh aturan38 Bab 38 beberapa pekerjaan penting39 Bab 39 sibuk dengan pekerjaan40 Bab 40 Hatinya berdebar41 Bab 41 Suasana kantor42 Bab 42 Setelah kejadian di kantor kemarin43 Bab 43 menenangkan hatinya44 Bab 44 dihilangkan begitu saja45 Bab 45 ruang kerja46 Bab 46 mengubah hidupnya47 Bab 47 warung tempat48 Bab 48 menenangkan49 Bab 49 menyibukkan diri50 Bab 50 warung kecil51 Bab 51 memastikan tidak ada pelanggan52 Bab 52 menakutkan53 Bab 53 menjadi rumah keduanya54 Bab 54 kemewahan55 Bab 55 mencoba meneguhkan hati