icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perawan Satu Milyar

Bab 4 Malam Tak Berperasaan

Jumlah Kata:634    |    Dirilis Pada: 02/09/2025

ya berdenyut. Tubuhnya membeku. Ia tak tahu apa yang baru saja terjadi, hany

ggamannya di lengan Olivia semakin keras, seolah ia bersiap me

uara pria itu berat

ya. Kegelapan tetap pekat, membuat semua terasa lebih menakutkan. Ia hanya bisa menebak dari suara-p

ian, h

tubuhnya gemetar tanpa kendali. Ia ingin tahu apa yang te

pria tua sebelumnya, tidak datar seperti pria tega

ar sen

ntah mutlak di dalamnya. Bukan

ra yang pernah ia dengar. Ada sesuatu yang menggetarkan, membuat jan

ogam jatuh terdengar di lantai semen.

uara itu lagi. "

an Olivia akhirnya terlepas, meski dengan kasar. Olivia terhuyung, hampir jatu

intu besi kembali berder

pi kali ini berbeda. Ada aura lain yang me

a lebih aman sekarang, atau justru sed

asing menyen

alu menariknya perlahan. Kain penutup mata yang sejak tadi memaksa dunia jadi gel

nya mulai jelas,

ya, berdiri

kini tergeletak di lantai, tubuhnya tak bergerak. Entah pingsan, entah m

nya, sosok asing

nya hitam pekat, disisir rapi ke belakang. Wajahnya tegas, garis rahangnya tajam, dan matan

a Al

a di sekeliling ikut menegang. Matanya bukan sekadar menatap, melainka

i lututnya hampir menyerah. Napasny

asih terngiang-suara yang tadi memerintah dengan

a menggema, memuk

dagu Olivia. Jemari dingin dan kuat itu mengangkat wajahnya agar menatap lurus. Oli

alinya, Olivia melih

sembunyi, ada ambisi, ada api. Namun di balik semuanya, ada sesuatu yang membuat tubuh Ol

eolah berusaha membaca seluruh

nyum dingin, nyaris tak terlihat, tapi cu

h, berat, namun jelas. "Ha

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perawan Satu Milyar
Perawan Satu Milyar
“Olivia tak pernah menyangka hidupnya bisa ditukar dengan angka-satu miliar rupiah, sebagai harga dirinya. Dijual oleh keluarganya sendiri, Olivia terjebak dalam kesepakatan gelap dengan Arga, pria dingin berhati batu yang mengaku membeli bukan sekadar tubuhnya... tapi seluruh hidupnya. Kemewahan, apartemen megah, dan segala fasilitas yang hanya bisa ia lihat di mimpi-semua itu kini ada di genggamannya. Tapi di balik kilau emas, ada jeruji yang tak kasat mata. Olivia hanyalah burung kecil di dalam sangkar, tanpa sayap untuk terbang. Mampukah ia bertahan menghadapi lelaki yang menguasai segalanya, bahkan nafasnya? Atau justru perlahan ia akan hancur... hingga lupa bagaimana rasanya menjadi manusia bebas?”