icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!

Bab 5 Bocah kecil itu tertidur pulas

Jumlah Kata:1206    |    Dirilis Pada: 30/07/2025

ah menjalani pemeriksaan lanjutan. Pipinya sudah mulai berisi, rona sehatnya mulai kembali, m

ya Arka lirih, nyaris seper

a te

sau tajam yang diselipkan di antara kebahagiaan sing

," jawabnya pelan. "Dia h

han, lalu menoleh. "Tap

anaknya, menahan ai

juga,

k menjaga jarak. Kania merasa hampa. Rumah sakit masih penuh dengan suara dan aktivitas, tapi hatinya sunyi. Ia terlalu t

mengusirnya. Ia sudah lelah berperang. Lagipula, Arka membutuhkannya. Itu yang selalu ia tana

ya," ujar Bagas sambil menyuapi Arka bu

da bagian dari dirinya yang tersentuh, tapi

nar untuk menebus dosa? Atau karena rasa bersalah yang menumpuk

disertai kilat yang membuat jendela bergetar pelan. Arka sudah tidur. B

ya," ujar Bag

h singkat. "

ini aja rasanya berat banget. Nggak kebaya

idak me

k tahan lihat anak sakit terus. Aku takut. Dan.

Kamu tahu apa yang pali

pa

menyalahkan Arka. Seolah sakitnya itu aib.

nduk. "Aku.

ma butuh kamu jadi ayah untuk Arka. Kalau kamu bisa

coba. Kalau kamu izinkan..

di lubuk hatinya, luka itu masih menganga. Dan

an kontrol ulang ke dokter jantung. Kania dan Bagas mend

er membaca hasil MRI d

tungnya belum konsisten. Kita akan mul

k. "Apakah masi

mungkin bisa dihindari. Ta

gitu keluar dari ruangan. "

utnya. "Kalau kamu kuat, kamu bis

rka. Ia bangun pagi, menyiapkan keperluan anaknya, mendampingi saat terapi, lal

yang biasa ia gunakan bersama Reza. Bangku itu kini terasa kosong. Kadang ia berharap Reza

m, ponseln

tak di

enak sebelu

m, Bu Kania?" su

mussalam..

baru kembali dari luar kota.

a kasih karena yayasan Bap

Bu. Bukan b

a te

gin tahu kabarny

pelan. "Tiap malam dia lihat bangku taman.

terdiam. Suaranya lebih b

npa menoleh. Tapi ternyata... say

t bibir. "Kalau Bapak pergi

aya sendiri. Saya takut campur a

sekar

. Tapi saya lebih

hujan terdengar dari luar j

a datang beso

r matanya menetes t

datang dengan koper k

ah sakit, jantungnya berdebar. Ad

intu ruang rawat, lalu

!" teriak A

ngan tenaga yang ia punya. Reza

k Reza pe

apa-apa. Asal sekarang

menatap keduanya dengan m

rong, dan sejenak su

n menunduk sopa

k R

angan. Kaku, tapi t

p keduanya,

alah atau bersaing. Yang aku mau...

. "Aku cuma ingi

cuma ingin ada di sisi kal

perlu memilih siapa yang benar. Yang penting, Arka bahagia. Tapi jauh di dasa

rikutnya ter

kit, tapi setiap kali datang, wajah Arka bersinar lebih cerah. Kania pun merasa hatinya

api dengan sabar, menghibur Arka saat bosan, dan m

lai menerima bahwa hidupnya

tertidur, Reza dan Kania d

ah patah karena dit

nya pelan. "B

kehidupanmu... bukan sebagai penyelamat, tapi sebagai l

ab. Ia menunduk, menggeng

m pulih sepenuhnya. Tapi... kamu b

ak minta cepat-cepat. Ak

da cinta yang tidak lagi rapuh. Ada harapan yang tumbuh. Ada dua pria dewasa yang, meski

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
“Kania tengah berjuang mati-matian demi kesembuhan putranya, Arka, yang terbaring kritis di ICU. Di tengah cobaan berat itu, ia harus menelan pil pahit perceraian. Mantan suaminya menceraikannya, dengan alasan tak masuk akal bahwa Kania telah melahirkan anak yang "penyakitan". Tekanan tak berhenti sampai di situ. Mantan mertuanya, yang seharusnya menjadi pendukung, justru menghalangi setiap usahanya. Bahkan, saat Kania berhasil mempertemukan Arka dengan seseorang yang sangat membutuhkan bantuan, mantan mertuanya tega memblokir akses mereka. Kania merasa sendiri, berjuang melawan dunia yang seolah bersekongkol melawannya. Namun, takdir memiliki jalannya sendiri. Sebuah kejadian tak terduga akhirnya membuat Bagas, mantan suaminya, tak berkutik dan harus menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari.”
1 Bab 1 Lorong rumah sakit2 Bab 2 Suasana ruang tunggu rumah sakit3 Bab 3 membantu suster memindahkan Arka4 Bab 4 Untuk pertama kalinya setelah bermalam-malam menahan tangis5 Bab 5 Bocah kecil itu tertidur pulas6 Bab 6 Hari itu rumah sakit tampak lebih ramai7 Bab 7 Hari ini Arka makan banyak8 Bab 8 Seminggu menjelang operasi Arka9 Bab 9 Hari yang mereka tunggu akhirnya tiba10 Bab 10 Ibu bersedia memperkarakan perwalian anak11 Bab 11 Kehidupan mereka mulai berangsur tenang12 Bab 12 Suasana rumah Kania terasa lebih sunyi13 Bab 13 Satu bulan setelah keputusan14 Bab 14 Hidup setelah pernikahan15 Bab 15 Kehidupan keluarga kecil Kania16 Bab 16 Pindah ke rumah baru17 Bab 17 membawa Kania dan keluarganya18 Bab 18 Kania memeriksa satu per satu rak buku19 Bab 19 masih pagi tapi udah sibuk20 Bab 20 kecemasan seperti dulu21 Bab 21 Arka datang dari arah dapur22 Bab 22 Anak itu tampak jauh lebih ceria23 Bab 23 Setelah itu kita siap-siap ke taman baca!24 Bab 24 lihat aku bisa tinggi banget25 Bab 25 Kita sudah lakukan yang terbaik26 Bab 26 Malam di Rumah Pelita27 Bab 27 Sudah membuat perjanjian28 Bab 28 kamu terlihat capek hari ini29 Bab 29 Wortelnya buat siapa