icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!

Bab 3 membantu suster memindahkan Arka

Jumlah Kata:1027    |    Dirilis Pada: 30/07/2025

Rumah Sakit Bina Sehat, Jakarta. Kania turun lebih dulu, lalu membantu s

esar, lebih modern, dan lebih bersih dibanding rumah sakit

Saya dari tim ICU anak. Kami sudah teri

elakang mereka. Pria itu nyaris tak lepas dari sisi Kania sejak beberapa hari terakhir. Bukan hany

nggu di luar sambil menatap jendela kaca dengan jantung berdebar. Ia tak tahu

tunggu, diam. Lalu

rahat. Wajah Ib

n senyum. "Saya

baik. Sudah berapa

awab Kania, berusaha meredakan

ini. Kalau Ibu berkenan, bisa dipakai istirahat sem

"Pak Reza sudah banyak

butuh Ibu dalam kondisi

, akhirnya men

di Pen

berhembus lembut, membuat rambutnya tergerai. Ia menatap lampu-lampu

masa-masa awa

i bawah normal, pernapasannya lemah. Sejak itu, hidup Kania

etiap demam kecil membuatnya marah, setiap tagihan rumah sakit

an perawat anak sakit

Pedih. Mengoyak harga diriny

sofa, masih mengenakan jas tipisnya. Pria itu terlalu banya

gisnya pecah pelan. Bukan karena lelah, t

i H

n Kania. Suara dokter di ujung sana

n drastis semalam. Kami butuh izin segera untuk tin

kamar. Reza yang terbangun

erlu. Saya izinkan," kata Ka

g alat bantu napas invasif. Ini pro

as. "Kalau sampai

Bisa ratusan juta. Tapi... mari

Kania pelan. "Arka k

Itu, di

ngan dana Kania yang kini sudah menyebar luas. Di foto itu, Arka

r netizen penuh

yang mulai m

e mana? Ko

b si ayah? Laki-lak

. Tapi rasa gelisah sudah mulai merayapi da

a di Rumah

enunjukkan hasil. Saturasi oksigennya naik perlahan.

ak beranjak da

is jantung anak datang memb

bawaan. Tapi butuh CT scan khusus dan MRI u

enatap Reza yang du

ok?" tanya

uta untuk sem

uat dunia Kani

laptop, mulai menyusun proposal b

sa penuhi semua, Bu.

e H

pesan dari no

a. Besok aku k

li nomor i

t. Kenapa tib

ya, Bagas bena

CU. Reza berdiri di sisi lain, me

dia?" ta

inya itu dengan mata ding

berita soal Arka. Aku...

butuh simpati

aku a

ninggalin anaknya pas sakit. Ayah nggak ny

utuh ketenangan. Kalau hanya datang untu

, menatap Rez

, sok bela-

li. Yang tidak pernah

cukup. Aku nggak butuh per

transfer uang. Nggak banya

idak me

am

uduk di taman ke

... mungkin aku juga

Ibu terlalu keras

Aku cuma... ingin j

u lebih dari cukup.

. Angin malam

utu

unjukkan kabar baik. Arka menunjukkan

isa ditunda. Tapi

karena kekaguman dan hormat. Namun perasaan itu mulai membuatnya r

lah. Ia melihat dunia luar memojokkannya, dan

u benar-be

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
“Kania tengah berjuang mati-matian demi kesembuhan putranya, Arka, yang terbaring kritis di ICU. Di tengah cobaan berat itu, ia harus menelan pil pahit perceraian. Mantan suaminya menceraikannya, dengan alasan tak masuk akal bahwa Kania telah melahirkan anak yang "penyakitan". Tekanan tak berhenti sampai di situ. Mantan mertuanya, yang seharusnya menjadi pendukung, justru menghalangi setiap usahanya. Bahkan, saat Kania berhasil mempertemukan Arka dengan seseorang yang sangat membutuhkan bantuan, mantan mertuanya tega memblokir akses mereka. Kania merasa sendiri, berjuang melawan dunia yang seolah bersekongkol melawannya. Namun, takdir memiliki jalannya sendiri. Sebuah kejadian tak terduga akhirnya membuat Bagas, mantan suaminya, tak berkutik dan harus menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari.”
1 Bab 1 Lorong rumah sakit2 Bab 2 Suasana ruang tunggu rumah sakit3 Bab 3 membantu suster memindahkan Arka4 Bab 4 Untuk pertama kalinya setelah bermalam-malam menahan tangis5 Bab 5 Bocah kecil itu tertidur pulas6 Bab 6 Hari itu rumah sakit tampak lebih ramai7 Bab 7 Hari ini Arka makan banyak8 Bab 8 Seminggu menjelang operasi Arka9 Bab 9 Hari yang mereka tunggu akhirnya tiba10 Bab 10 Ibu bersedia memperkarakan perwalian anak11 Bab 11 Kehidupan mereka mulai berangsur tenang12 Bab 12 Suasana rumah Kania terasa lebih sunyi13 Bab 13 Satu bulan setelah keputusan14 Bab 14 Hidup setelah pernikahan15 Bab 15 Kehidupan keluarga kecil Kania16 Bab 16 Pindah ke rumah baru17 Bab 17 membawa Kania dan keluarganya18 Bab 18 Kania memeriksa satu per satu rak buku19 Bab 19 masih pagi tapi udah sibuk20 Bab 20 kecemasan seperti dulu21 Bab 21 Arka datang dari arah dapur22 Bab 22 Anak itu tampak jauh lebih ceria23 Bab 23 Setelah itu kita siap-siap ke taman baca!24 Bab 24 lihat aku bisa tinggi banget25 Bab 25 Kita sudah lakukan yang terbaik26 Bab 26 Malam di Rumah Pelita27 Bab 27 Sudah membuat perjanjian28 Bab 28 kamu terlihat capek hari ini29 Bab 29 Wortelnya buat siapa