icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!

Bab 2 Suasana ruang tunggu rumah sakit

Jumlah Kata:1012    |    Dirilis Pada: 30/07/2025

h di pangkuannya. Dari balik dinding kaca, Arka masih terbaring lemah. Matanya sesekali bergerak, menandaka

ahkan map berisi berkas ruju

akarta. Biaya awal sekitar lima belas juta, belum termas

Jumlah itu lebih besar dari yang perna

tas wak

lambat tiga hari ke depan. Setel

ati, ia sudah tahu jawabannya:

yang bahkan tak cukup untuk bernafas lega. Langit-langitnya retak, dindi

an di atas meja makan, la

gumamnya, "...aku harus

n lamanya. Mantan rekan kerja, sahabat masa kuliah, tetangga lam

Aku juga

simu, tapi aku b

, kalau a

ai. Layar ponselnya masih meny

baik, tapi ia masih orang asing. Tapi... Ark

bisa, saya ingin tahu lebih lanju

luh menit, pons

Kania?" Suara Reza t

... iya, Pak. Saya

lau Ibu bisa datang, saya bisa bantu sampaikan langsu

cepat. "Baik. T

han tangis. Untuk pertama kalinya setelah s

kan H

dan rok panjang hitam. Rambutnya ia ikat rapi. Ia ingin terlihat sebaik mungkin.

o dua lantai. Logo di pintu kaca bertuliskan: Yayasa

h menungg

jadwalkan dengan Bu Astri,

, seorang wanita paruh baya dengan kacamata

a. Boleh ceritakan sedik

t penyakit Arka, proses pengobatan, surat dokter, dan hasil labor

k dengan seksama

jukan ICU atau tindakan besar. Karena kondisi Arka termasuk kategori kedua, kami bisa bantu sepa

birnya. "Tujuh set

penggalangan dana lewat platform sosia

am. "Saya akan usahakan

ng

ntor yayasan, Reza ber

Tapi kita punya awal. Sekarang

sih, Pak Reza. Saya nggak tahu harus ba

Saya hanya perantara. Y

m Ha

n satu-satunya gelang emas peninggalan ibunya. Sudah l

ke toko emas di pasar. Gela

elang itu. Ia pulang dengan

h kurang tiga se

juangannya, kondisi Arka, dan target dana yang dibutuhkan.

tu membagikan le

ng peduli, ada yang nyinyir. Beberapa menyebut i

dana masuk ke rekening

ma ratus

ti menangis ketika me

umah

awa semua bukti transfe

Kita akan mulai proses rujuka

a kamu bisa bawa Arka ke rumah saki

di balik kaca ICU. A

akan lakukan apa pun

empa

ewah, Bagas duduk bersama seora

awa ke rumah sakit sw

ahlah. Terserah Kania mau n

fokus aja ke hidup kita sekarang. Anak penya

semburat rasa bersalah muncul d

elum Kebe

ka. Anak itu mulai sadar, meski lemah. Tan

apek," bis

k. Ia mengusap ke

yang lebih baik. Di sana, kamu

rsenyum

"Saya bantu bawa barang-barangnya ya, Bu.

sih, Pak Reza. Saya nggak ak

elum selesai, Bu. Ini baru langkah awa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
Aku Tidak Butuh Belas Kasihanmu!
“Kania tengah berjuang mati-matian demi kesembuhan putranya, Arka, yang terbaring kritis di ICU. Di tengah cobaan berat itu, ia harus menelan pil pahit perceraian. Mantan suaminya menceraikannya, dengan alasan tak masuk akal bahwa Kania telah melahirkan anak yang "penyakitan". Tekanan tak berhenti sampai di situ. Mantan mertuanya, yang seharusnya menjadi pendukung, justru menghalangi setiap usahanya. Bahkan, saat Kania berhasil mempertemukan Arka dengan seseorang yang sangat membutuhkan bantuan, mantan mertuanya tega memblokir akses mereka. Kania merasa sendiri, berjuang melawan dunia yang seolah bersekongkol melawannya. Namun, takdir memiliki jalannya sendiri. Sebuah kejadian tak terduga akhirnya membuat Bagas, mantan suaminya, tak berkutik dan harus menghadapi kenyataan pahit yang selama ini ia hindari.”
1 Bab 1 Lorong rumah sakit2 Bab 2 Suasana ruang tunggu rumah sakit3 Bab 3 membantu suster memindahkan Arka4 Bab 4 Untuk pertama kalinya setelah bermalam-malam menahan tangis5 Bab 5 Bocah kecil itu tertidur pulas6 Bab 6 Hari itu rumah sakit tampak lebih ramai7 Bab 7 Hari ini Arka makan banyak8 Bab 8 Seminggu menjelang operasi Arka9 Bab 9 Hari yang mereka tunggu akhirnya tiba10 Bab 10 Ibu bersedia memperkarakan perwalian anak11 Bab 11 Kehidupan mereka mulai berangsur tenang12 Bab 12 Suasana rumah Kania terasa lebih sunyi13 Bab 13 Satu bulan setelah keputusan14 Bab 14 Hidup setelah pernikahan15 Bab 15 Kehidupan keluarga kecil Kania16 Bab 16 Pindah ke rumah baru17 Bab 17 membawa Kania dan keluarganya18 Bab 18 Kania memeriksa satu per satu rak buku19 Bab 19 masih pagi tapi udah sibuk20 Bab 20 kecemasan seperti dulu21 Bab 21 Arka datang dari arah dapur22 Bab 22 Anak itu tampak jauh lebih ceria23 Bab 23 Setelah itu kita siap-siap ke taman baca!24 Bab 24 lihat aku bisa tinggi banget25 Bab 25 Kita sudah lakukan yang terbaik26 Bab 26 Malam di Rumah Pelita27 Bab 27 Sudah membuat perjanjian28 Bab 28 kamu terlihat capek hari ini29 Bab 29 Wortelnya buat siapa