icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hasrat Sang Guru

Bab 5 Jauh

Jumlah Kata:1020    |    Dirilis Pada: 19/11/2021

endengar panggilan Vidwan yang tiba-tiba. Tak berselang lama, Vidwan mengulangi panggilannya sekali lagi. Kali ini Grisse segera beranjak dari duduknya. Dengan se

ambil melongokkan kepal

. Ia melangkah masuk kemudian menutup pintu kamar perlahan. Grisse memilih diam mematung di tempatnya berdiri. Sambil mengedarkan pandangan ke seluruh sudut kamar Vidwan, Grisse bertanya-tanya dalam hati, men

iss

, S

mu masih a

Setelahnya Vidwan muncul dalam balutan handuk mandi warna putih yang menggantung di pinggang. Refleks Grisse memutar tubuhnya. Ia benar-benar malu melihat gur

s itu. Grisse menundukkan wajahnya semakin dalam. Ia benar-bena

ersenyum geli. Terlintaslah sebuah

sih takut untuk melihat Vidwan. Tanpa ragu, Vidwan meraih ujung handuknya yang terse

sana." Vidwan berkata dengan nada tegas sambil berusaha menyembunyikan

a." Grisse mengacungkan dua jari

kan. Vidwan maju selangkah, mendek

kedua ujung hidung mereka. Lagi-lagi sensasi dingin menerpa ujung hidung Grisse. Vidwan kemudian menempelkan keningnya pada kening Grisse. Ia menarik napas dalam kemudian mengembuskannya perlahan. Gairahnya telah

a sengaja untuk tidak terburu-buru menjulurkan lidahnya. Ia masih ingin menikmati bibir lembut Grisse dengan bibirnya. Memang terasa aneh, seperti muda-mudi yang baru belajar berciuman, tapi

sse.

a,

aplah d

ak,

nap

antas." Grisse bing

ak memutuskan. Menil

pi.

embantahk

r mendengar Vidwan

ra memperlakukan perempuan dengan ba

aplah d

risse. Vidwan menarik wajahnya. Menc

maksu

menginap. Aku belum mandi dan

wan tersenyum kemudian kembal

ehingga kau tidak per

Vidwan bingung. Ia tidak bisa men

Pakaianmu bisa kamu cuci malam in

aimana de

rinya akan menjadi setengah telanjang jika menyetujui saran Vidwan. Grisse ragu. Selama ini ia tidak pernah tidak memakai pakaian dalam. Mungkin sesekali ia masih tidak men

ai kemejaku, Grisse." Lagi, Vidw

rbuka. Refleks Grisse menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya Vidwan berdiri mematung di pintu sesaat. Kemudian dengan gerak cepat dan terkesan terburu-buru, Vidwan melucuti pakaian yang menempel di tubuhnya. Segera setelahnya ia bergabung dengan Grisse. Berbasah-basah di bawah kucuran air yang mengalir cukup deras dari shower. Vidwan menyergap bibir Grisse kemudian memagutnya. Kedua tangannya berada

selanjutnya. Dengan ibu jari dan telunjuk yang mengapit puncak kecoklatan payudara Grisse, Vidwan p

sambil meloloskan desahan panas. Membuat Vidwan

ik Vidwan lembut. Suara lirihnya bersaing den

polosnya. Vidwan menyeringai. Ia pun kemud

asih p

a,

ku memintan

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Sang Guru
Hasrat Sang Guru
“Vidwan Surya adalah seorang praktisi yoga sekaligus dosen Bahasa Sansekerta di sebuah universitas. Oleh klien, kolega, dan mahasiswanya, Vidwan biasa dipanggil Guru Vidwan. Hal itu merupakan bentuk penghormatan mereka padanya. Vidwan bertemu Grisse Anggara di kampus ketika gadis itu mengambil mata kuliah Bahasa Sansekerta. Grisse Anggara yang tertarik pada bahasa-bahasa kuno yang punah atau hampir punah membuatnya mendaftar program pertukaran mahasiswa dan ia pun diterima. Grisse yang polos, pendiam, dan tidak pandai bergaul tentu saja senang ketika dosennya memberi perhatian padanya. Tidak pernah terlintas dalam benak Grisse bahwa perhatian Vidwan padanya lebih karena lelaki itu sangat berhasrat memilikinya. Hasrat seorang laki-laki dewasa pada perempuan dewasa. Ya, Vidwan begitu menginginkan Grisse menjadi miliknya. Membayangkan Grisse berada dalam kungkungannya saja membuat air liur Vidwan menitik. Hasrat berbalut nafsu Vidwan mendesak minta dipuaskan. Di waktu yang hampir bersamaan, perhatian dan kenyamanan yang diberikan Vidwan berhasil membuat Grisse jatuh hati. Namun, setelah melalui semuanya bersama Vidwan, timbul pertanyaan dalam hati Grisse. Apakah selama ini dia mencintai Vidwan? Atau ia pun merasakan hal yang sama seperti sang guru, yakni hanya sebuah hasrat yang dibalut nafsu.”