icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Hasrat Sang Guru

Hasrat Sang Guru

Penulis: Citta Jnana
icon

Bab 1 Grisse Anggara

Jumlah Kata:1038    |    Dirilis Pada: 19/11/2021

a di hadapanku. Sebuah bangunan universitas yang bergaya klasik dengan warna terakota mendominasi hampir seluruh bangunan. Indah. Dan keren. Dua kata itu tak henti kukatakan untu

u sangat tertarik untuk mendaftar program itu. Dalam benakku langsung terbayang bahwa aku akan mempelajari berbagai bahasa kuno dunia yang merupakan akar dari bahasa-bahasa yang digunakan saat ini. Tanpa menunda lagi, aku segera mengecek persyaratan program per

gram tersebut masuk ke akun surelku. Dengan hati berdebar, kuklik surel itu dan aku l

suara lantang. Kuabaikan pandangan

. Senyum lebar di wajahku memudar seketika. Ya, aku sama sekali ti

elihat lagi ke arah petugas ruang baca, aku pu

g gadis berambut pirang. Ia menatapku sebentar sebelu

belok kanan. Ruang akademik ad

." Ujarku sam

tertutup. Di bagian atas pintu tersebut terdapat plat dengan tulisan akademik menggunakan huruf kapital seluruhnya. Perlahan kudorong salah satu pegangan pintunya. Tepat ketika pintu yang kudorong terbuka, aku melihat bebe

n mahasiswa. Menurut surat yang saya terim

atan laki-laki itu mengetikkan sesuatu. Setelah mengetukkan telunjuknya pada

yanya yakin. Refleks, aku

g terakhir program pertukaran m

uk. Laki-laki ini bi

emilih mata kuliah Bahas

ar,

ahasa Tamil tidak dit

gar penjelasan lak

berusaha menyembunyikan kekesalanku. Rasannya aneh saja, untuk kampus yang k

i. Aku hanya merespons kalimatnya dengan oh yang sukar ditafsirkan. Namun, kemudian aku berkata pada diriku

engikuti mata kuliah Bah

wamu secara penuh. Sebagai gantinya, kamu bisa mengikuti k

u sudah bersiap untuk beranjak dari hadapan l

Sansekerta. Dan pukul 18.00 klub yoga akan mulai latih

mendaftar di klub yoga, kamu datang saja ke gedung C yang ada di bagian belakang bang

ar berisi jadwal kuliah karena petugas itu mengatakan bahwa hari ini ada jadwal kuliah Bahasa Sansekerta. Setelah melihat kolom yang memuat keterangan ruang kelas, aku pun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kananku. Sepasang jarum pada jam tanganku menunjuk ang

Ujarku setelah membu

mpatku. Aku terkesima dengan dosen pengajarku. Ya Tuhan, kenapa dia begitu tampan. Keluhku dalam hati. Ya, do

senyum. Duh, senyumnya manis sekali

melangkah perlahan sambil mengedarkan pa

ali terdengar. Refleks, aku menoleh ke arahnya. Kem

Thank y

apannya sih? Keluhku lagi setelah mengem

an Surya. Saya akan memberi kuliah Bahasa Sansekerta. Selain itu, jika kalian berminat

an dosen itu. Apa? Dia juga me

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Sang Guru
Hasrat Sang Guru
“Vidwan Surya adalah seorang praktisi yoga sekaligus dosen Bahasa Sansekerta di sebuah universitas. Oleh klien, kolega, dan mahasiswanya, Vidwan biasa dipanggil Guru Vidwan. Hal itu merupakan bentuk penghormatan mereka padanya. Vidwan bertemu Grisse Anggara di kampus ketika gadis itu mengambil mata kuliah Bahasa Sansekerta. Grisse Anggara yang tertarik pada bahasa-bahasa kuno yang punah atau hampir punah membuatnya mendaftar program pertukaran mahasiswa dan ia pun diterima. Grisse yang polos, pendiam, dan tidak pandai bergaul tentu saja senang ketika dosennya memberi perhatian padanya. Tidak pernah terlintas dalam benak Grisse bahwa perhatian Vidwan padanya lebih karena lelaki itu sangat berhasrat memilikinya. Hasrat seorang laki-laki dewasa pada perempuan dewasa. Ya, Vidwan begitu menginginkan Grisse menjadi miliknya. Membayangkan Grisse berada dalam kungkungannya saja membuat air liur Vidwan menitik. Hasrat berbalut nafsu Vidwan mendesak minta dipuaskan. Di waktu yang hampir bersamaan, perhatian dan kenyamanan yang diberikan Vidwan berhasil membuat Grisse jatuh hati. Namun, setelah melalui semuanya bersama Vidwan, timbul pertanyaan dalam hati Grisse. Apakah selama ini dia mencintai Vidwan? Atau ia pun merasakan hal yang sama seperti sang guru, yakni hanya sebuah hasrat yang dibalut nafsu.”