icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hasrat Sang Guru

Bab 4 Grisse

Jumlah Kata:1097    |    Dirilis Pada: 19/11/2021

keluar ruangan, Vidwan memintaku untuk memanggilnya dengan nama saja, tanpa embel-embel guru. A

manggil Anda seperti itu khus

ke, tapi ketika kita hanya berdu

tangan dengan dua jemari terac

menunduk. Ia mendekatkan wajahny

dengar sangat jelas karena heningnya keadaan sekitar.

tu menggoda, Grisse." Bisik Vidwan sambil me

Puji Vidwan t

tuk menggoda Vidwan. Air muka laki-laki itu seketika beruba

engutuk lidah dan bibirku

menatapku dingin. Sungguh, ta

agi. Kali ini aku me

gin, tapi dengan sigap Vidwan mencengkeram daguku. Secepat kilat, bibirnya menyergap bibirku. Tangannya yang tadi berada di daguku pun berpindah ke area tengkuk. Kurasakan Vidwan men

e!" Tuntutnya den

m pernah

a. Ini adalah pengalaman pertamaku. Vidwan menatapku dengan sorot

sambil mengetatkan pelukan. Kurasaka

ung saat ini. Aku bingung dengan perlakuan V

idwan lebih dulu berjalan menuju pintu. Setelah pintu terbuka, ia mela

ri Vidwan. Sekilas, setelah melihat senyum dan binar mata Grace, aku

. Dengan enteng, Vidwan menggeleng kemudian mengatakan tidak. Vidwan menjelaskan pada Grace bahwa ia ingin kembali ke

khawatir, Grace kembali bertanya pada Vidwan, mengkhawatirkan

dian berpamitan pada Grace. Tak lupa aku meminta maaf pada Grace karena tidak jadi mengikuti latihan. Aku menggunakan ra

Tentu saja

i, tapi aku lebih memilih untuk kembali ke kamarku. Kuharap Vid

ku. Refleks aku menghentikan langkah. Aku sengaja tidak membalik badan agar b

Vidwan kembali mengulang kal

akut kembali berduaan dengan guruku yang tampan. Apalagi ingatan tentang sentuhan V

gipula, aku tidak mau kakimu kembali kram akib

gguk. Aku memandang laki-laki di depanku tak percaya. Namun, belum sempat aku kembali berkata-kata Vidwa

agi-lagi dari sikapnya Vidwan seolah tidak ingin membiarkanku tertinggal di belakangnya. Dengan santainya, Vidwan melingkarkan tangannya ke pinggangku. Aku tidak bisa menolak lagi, terlebih rasa asing itu kembali muncul. Menghadirkan desiran di hatiku, yang anehn

dwan sambil tersenyum.

an aku berpikir bahwa inilah takdir.

kd

rangan yang d

kata yang tadi hanya t

ni dan kita terhubung oleh kesamaan-kes

idwan....

dengan jodoh. Sepertinya sentuhan dan ciu

Ada apa?" Suara Vidwa

dak ada." A

pikirkan?" Aku tersentak mendengar su

u mencoba memal

menggerakkan wajahku kembali. Kubayangkan jika aku seperti itu, yang ada Vidwan akan kembali menciumk

h seperti itu?" Tidak kurasakan l

rnya dia

ngung. Entah aku merasa lega atau justru kecewa. Kulihat

erakkan kakiku perlahan. Vidwan menuntunku pada sofa berwarna

bilkan

perlu

up Vidwan sa

ai

sa menonton televisi dulu s

la

ndapati diriku memikirkan hal lain selain belajar, membuatku malu. Entah kenapa setelah masuk ke aparte

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hasrat Sang Guru
Hasrat Sang Guru
“Vidwan Surya adalah seorang praktisi yoga sekaligus dosen Bahasa Sansekerta di sebuah universitas. Oleh klien, kolega, dan mahasiswanya, Vidwan biasa dipanggil Guru Vidwan. Hal itu merupakan bentuk penghormatan mereka padanya. Vidwan bertemu Grisse Anggara di kampus ketika gadis itu mengambil mata kuliah Bahasa Sansekerta. Grisse Anggara yang tertarik pada bahasa-bahasa kuno yang punah atau hampir punah membuatnya mendaftar program pertukaran mahasiswa dan ia pun diterima. Grisse yang polos, pendiam, dan tidak pandai bergaul tentu saja senang ketika dosennya memberi perhatian padanya. Tidak pernah terlintas dalam benak Grisse bahwa perhatian Vidwan padanya lebih karena lelaki itu sangat berhasrat memilikinya. Hasrat seorang laki-laki dewasa pada perempuan dewasa. Ya, Vidwan begitu menginginkan Grisse menjadi miliknya. Membayangkan Grisse berada dalam kungkungannya saja membuat air liur Vidwan menitik. Hasrat berbalut nafsu Vidwan mendesak minta dipuaskan. Di waktu yang hampir bersamaan, perhatian dan kenyamanan yang diberikan Vidwan berhasil membuat Grisse jatuh hati. Namun, setelah melalui semuanya bersama Vidwan, timbul pertanyaan dalam hati Grisse. Apakah selama ini dia mencintai Vidwan? Atau ia pun merasakan hal yang sama seperti sang guru, yakni hanya sebuah hasrat yang dibalut nafsu.”