icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Tears

Tears

icon

Bab 1 Chapter 1

Jumlah Kata:2065    |    Dirilis Pada: 16/11/2021

Mbok rasa penyakit Bu Celine ini bukan penyakit biasa. Ibu perlu di opname di rumah sakit sepertinya, Den," mohon Mbok Darmi pada mantan majikannya. Saat ini ia berada di rumah Raven

minta bantuan Raven. Ia tidak tau lagi harus mencari bantuan ke mana. Karena

ahun lalu, sewaktu dia bilang Ibell sakit keras dan butuh dana seratus juta? Apa yang terjadi setela

au lagi mentransfer biaya bulanan Ibell padanya. Tetapi langsung meminta Ibell mengambilnya ke sini setiap bulan. Apa yang terjadi? Anak itu hanya datang tiga kali dan selanjutnya si Mbok la

aya ini sudah bercerai dari ibunya. Takutnya akan timbul

Beginilah nasib seorang anak yang kedua orang tuanya bercerai. Di bo

knya di rumah. Ibell masih 10 tahun. Masih anak-anak. Mungkin dia malu kalau dia yang terus datang k

ayang padanya dan sudah menganggapnya seperti anak sendiri. Tapi dia malah mempersulit diri sendiri. Anak itu

matanya yang kini berair. Berarti di mata daddynya dia adalah sebuah kesalahan. Ibell sedih. Ia bukannya mau mencari susah dengan ikut mommynya setelah mommynya bebas dari penjara. Ia hanya kasihan pada mommynya. Opa dan omanya sudah memb

ya, Oma Astri, selalu saja menyebutnya si penagih hutang. Karena dia selalu datang ke sana untuk

i lagi. Lain kalau itu masalah Ibell. Kami pasti akan turun tangan. Karena apapun yang terjadi

nya masuk ke dalam rumah. Sedari tadi

eline benar-benar sak

ja. Mommy dan Ibell cuma ke

erobos masuk. Ia tidak tahan lagi melihat si mbokn

akan pernah ke rumah ini lagi untuk menemui Daddy. Ibell tidak mau kalau setiap ka

aik ke dalam angkot yang kebetulan sedang melintas. Ia meninggalkan rumah daddynya dengan satu tekad. Bahwa untuk s

pasti mengerti tentang penolakan. Makanya Ibell pergi. Raven sadar ia telah terpeleset kata. Tidak seharusnya ia b

ga menyayanginya, Mas. Walaupun aku ini hanya ibu sambungnya. Tetapi kalau Mas menemui Celine, itu lain cerita. Aku tidak akan

lah makanya ia tidak mau lagi menemui Ibell d

tawakan semua. Belum lagi mama yang terus saja memarahi

sengaja Mas ucapkan tadi, Aku setuju Mas. Kita memang tidak pantas berbicara seperti itu. Karena apapun yang terjadi dalam hubungan kalian

ven mengikuti saran istri

l, terserang typhus. Mereka sekeluarga pun sibuk mengurus Raph

*

mbuh. Dan hari ini Raven dan Reksi bermak

kan sejak setahun yang lalu. Untung saja tetangga Celine tau alamat Celine yang baru. Kalau tidak, entah ke

berada. Di jalan sempit kavling

naknya, sementara rumahnya sendiri laksana istana. Reksi juga bereaksi sam

er dan anaknya yang masih SD, heran melihat ada oran

a yang mana ya?" tanya Revan gelisah.

u Celine sudah meninggal

i wainali

kaget. Ternyata Mbok Dar

Bu?" Terbata-bata Raven a

, eh ibunya meninggal pula? Bukannya kami semua mensyukuri orang yang sudah meninggal ya, Pak. Tetapi Bu Celine itu menang selalu membuat masalah. Membawa laki-laki ke rumah, mabuk-mabu

bat mengetahui neraka seperti apa saja yang telah d

ll dan pengasuhny

mbayar uang kontrakan. Kami semua juga tidak tau merek pindah ke mana. Para rentenir sudah dari kemarin bolak balik ke sini mencari Mbok Darmi da

saya binasakan mereka semua kalau bera

bu heran melihat Raven

anak berseragam merah putih ya

u kalau saya ayahny

minggu lalu. Dia menyobek photo ini separuh. Dan membuang bagi

oto dari saku celana merah putihnya. Menyerahkan

sebenarnya berlima. Ibell berdiri di tengah. Diapit oleh Ory dan Dewa, di sebelah kiri dan dirinya serta Reksi di

*

tahun

Esih. Minta uang hasil penjualan kue kemarin. Mbok mau belanja. Bahan-bahan untuk membuat kue kita sudah habis," seru Mbok Darmi. Beginilah kehidupan mereka sekarang. Demi menyambung hidup mereka berdua

p, M

nya jam berapa?" tanya Mbok Dar

s belajar jadi orang tua zaman now. Biar gaul dan nggak kudet gitu lho, Mbok," goda Ibell. I

ganeh-nganehi. Mbok ya berangkat sekarang aja

a Mbok Darmi menyebut OSPEK

iap menyongsong hari dengan penuh semangat. Mengantarkan keranjang-keranjang kue setiap pagi dan sore, sudah menjadi tugasnya sehari-hari. Demi m

m lagi sebelum acara pengenalan mahasiswa baru dimulai. Ibell buru-buru melipir ke kanti

at ramai. Sepertinya peluang untuk menitip kue akan disetu

cukup ramai ya, Bu? Saya boleh tidak menitip kue-kue basah saya di sini?" Ib

on mau nitip ku

urian, cup cake, muffin semua juga ada, Bu. Ibu juga bisa request kalau ada yang mau pesan banyak untuk acara-acara ulang tahun, aqiqah atau kawinan

jam di pergelangan tangannya, Ibell baru sadar kal

lari kecil menuju aula. Karena di sanal

tembok. Ia nyaris sukses terjengkang, kalau saja

sikan dengan baik. Jangan cuma dipakai untuk cuci mata

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tears
Tears
“Menyandang nama Artharwa Al Rasyid-- yang merupakan milyarder kenamaan negeri ini, tidak menjadikan Isabelle Artharwa Al Rasyid--putri sulung dari Raven Artharwa Al Rasyid hidup mewah dalam gelimang harta.Yang terjadi justru sebaliknya. Ia hidup sengsara sejak memutuskan tinggal bersama dengan ibunya, Celine BrataKesuma yang baru saja keluar dari penjara. Hidup dengan predikat anak mantan narapidana dan wanita panggilan kelas kakap, menjadikan Ibell bahan bullyan dan cibiran orang terkait dosa warisan ibunya. Belum lagi setiap waktu, ia harus bermain kucing-kucingan dengan para rentenir akibat dari hutang-hutang ibunya. Semua perbuatan masa lalu ibunya yang suram, seakan dilampiaskan semua orang padanya. Termasuk dendam Arkansas Delacroix Bimantara--dosennya sendiri. Arkan mengira sifat Ibell itu mengcopy paste ibunya, yang pernah di penjara selama tiga tahun, akibat percobaan pembunuhan terhadap Oryza Sativa Dewangga. Mantan gebetannya dulu saat semasa kuliah. "Aku akan membuat hidupmu sengsara sampai kamu akan menyesal pernah dilahirkan dari rahim seorang pelakor, seumur hidupmu!" -Arkansas Delacroix Bimantara- "Saya tidak bisa memilih dari rahim siapa saya akan dilahirkan.Tapi siapapun itu yang menjadi ibuku, maka surgaku adalah di bawah telapak kakinya." -Isabelle Atharwa Al Rasyid-”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 4546 Bab 46 Chapter 4647 Bab 47 Chapter 4748 Bab 48 Chapter 48(end)49 Bab 49 Epilog50 Bab 50 Extra Part I