icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tears

Bab 2 Chapter 2

Jumlah Kata:1657    |    Dirilis Pada: 16/11/2021

pa melihat ke arah depan. Raut wajah Ibell berubah kecut saat menatap seraut wajah muram menatapnya dalam. Pria seram inilah yang telah ditabraknya. Ibell melirik sekilas namun menyeluruh. P

uru-buru karena ingin ke aula. Bergabung dengan mahasisw

bertahun-tahun lalu. Tepatnya saat dia memutuskan untuk tidak lagi menjadi bagian dari klan Artharwa Al Ra

ir-rentenir mengenalinya. Ia lelah terus mereka kejar-kejar untuk menagih hutang mommynya. Kornea mata coklat brandynya memang mirip dengan daddynya. Tetapi wajah orientalnya ad

rti dia menatap mommynya. Oleh karena itulah, ia sangat suka menunduk. Ia berusaha menyemb

n Ibell buyar. Pria seram

ll,

panjan

ell asal. Ia memang tidak su

tak. Jika kebetulan mata kuliah yang saya ajarkan adalah m

ni seorang d

k dengan baik, dan bisa menjawab semua ujian d

" Netra hitam itu semakin k

bertanya. Jikalau Bapak merasa itu ad

nya sudah sangat berat. Ia tidak ingin menca

. Atau otakmu memang ada isinya, tetapi letaknya saja yang salah." Dan

o bertebaran di sekujur tubuh. Jangan-jangan mata kuliah yang akan diajarkannya adalah ca

g sudah pintar sejak kecil. Itu terbukti dengan ia selalu mendapat bea siswa sejak dari Taman Kanak-K

ini dia lebih berhati-hati dalam setiap langka

kelompok terdiri dari delapan orang. Ibell tergabung dalam kelompok 13 bersama dengan Ar

ajar di universitas. Karena belajar di universitas itu, sudah pasti berbeda dengan saat kalian masih SMU. Jika sistem belajar kalian dulu adalah selalu menerima ilmu begitu saja dari para guru, sekarang sebagai seorang mahasiswa kalian sudah harus menerapkan cara belajar jemput bola. Ya

ian memandang secara terang-terangan, dan sebagian lagi hanya berani mencuri-curi pandang. Tidak ter

tu manusia tiap hari, sampai doi bisa bersinar seperti itu?" Armita, teman ba

rin. Jangan senior ganteng aja yang lo mimpiin." Galih menoyor kepala Mita. Mer

agai bentuk manifestasi dari ketidakmampuannya menerima kenyataan." Armita men

keminusan wajah masing-masing. Lo itu ya, ekspektasi merasa s

h, karena telah menyinggung masalah berat badannya. Wa

nti, setelah para senior mulai membe

h terdengar dari teman-teman barunya. Walaupun cuma lima belas menit, tapi itu cukup

agak sepi untuk mulai mengisi perut.

i aula. Hanya mendengar kata-kata sambutan dari para senior dan juga panitia-

ai berdemo meminta jatah. Ibell merasa lapar. Dengan semangat, Ibell membuka kotak bekalnya. Isi bekalnya hari ini adalah nasi goreng sosis kesukaannya. Baru saja makan pada suapan ketiga, t

masan yang disodorkan seseorang padanya. Ia memang membutuhkan air minum untuk menetralisir rasa pedasnya. Setelah minum beberapa

usaha mengingat nama ketua panitianya ini. Oh ya, na

gung. Setelah mengucapkan kata terima

ndang dong lawan bicaranya. Jangan nundu

memegang dagunya. Menen

gnya. Mata coklat brandy ini memang langka." Gala

ksi tersenyum hingga menghadirkan dekik di kedua pipi. Galaksi

mencoba mempertegas pandangannya pada selebar wajah Galaksi. Kali ini ia menatapny

lek sebelah? Yang suka membeli kue lemper dan klepon karena dia bilang kue di rumahmu itu aneh-aneh bentuknya. Ingat Ibell

anak majikann

NG

dah tidak ompong lagi?" Galaksi tertawa sambil mengedipkan sebelah matanya.

apa pun kecuali Mbok Darmi, untuk pertama kalinya bersikap manja pada seseorang. Dan orang itu adalah senior di kampus barunya

drttt..

onselnya bergetar. Ibell heran karena Mbok Da

a-

an kita, Neng. Sekarang mereka sedang mengacak-acak kontrakan. Merek

buatnya frustasi juga. Setelah menarik nafas berulang kali, Ibell baru bisa menjawab tele

re baru bisa pulang, Mbok. Si Mbok baik-baik aja di rumah ya? Biar saja mereka mengambil

. Yang artinya uang keluar baru lagi. Tanpa sadar ia sudah menangis tanpa suara. Pandangan ko

ara seperti dulu. Tidak tahan melihat netra coklat brendy itu meneteskan

hitam, melihat adegan itu dari jendel

anak, kelakuannya sama-sama menjijikkan.

pemanasan saja. Kita akan segera me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tears
Tears
“Menyandang nama Artharwa Al Rasyid-- yang merupakan milyarder kenamaan negeri ini, tidak menjadikan Isabelle Artharwa Al Rasyid--putri sulung dari Raven Artharwa Al Rasyid hidup mewah dalam gelimang harta.Yang terjadi justru sebaliknya. Ia hidup sengsara sejak memutuskan tinggal bersama dengan ibunya, Celine BrataKesuma yang baru saja keluar dari penjara. Hidup dengan predikat anak mantan narapidana dan wanita panggilan kelas kakap, menjadikan Ibell bahan bullyan dan cibiran orang terkait dosa warisan ibunya. Belum lagi setiap waktu, ia harus bermain kucing-kucingan dengan para rentenir akibat dari hutang-hutang ibunya. Semua perbuatan masa lalu ibunya yang suram, seakan dilampiaskan semua orang padanya. Termasuk dendam Arkansas Delacroix Bimantara--dosennya sendiri. Arkan mengira sifat Ibell itu mengcopy paste ibunya, yang pernah di penjara selama tiga tahun, akibat percobaan pembunuhan terhadap Oryza Sativa Dewangga. Mantan gebetannya dulu saat semasa kuliah. "Aku akan membuat hidupmu sengsara sampai kamu akan menyesal pernah dilahirkan dari rahim seorang pelakor, seumur hidupmu!" -Arkansas Delacroix Bimantara- "Saya tidak bisa memilih dari rahim siapa saya akan dilahirkan.Tapi siapapun itu yang menjadi ibuku, maka surgaku adalah di bawah telapak kakinya." -Isabelle Atharwa Al Rasyid-”
1 Bab 1 Chapter 12 Bab 2 Chapter 23 Bab 3 Chapter 34 Bab 4 Chapter 45 Bab 5 Chapter 56 Bab 6 Chapter 67 Bab 7 Chapter 78 Bab 8 Chapter 89 Bab 9 Chapter 910 Bab 10 Chapter 1011 Bab 11 Chapter 1112 Bab 12 Chapter 1213 Bab 13 Chapter 1314 Bab 14 Chapter 1415 Bab 15 Chapter 1516 Bab 16 Chapter 1617 Bab 17 Chapter 1718 Bab 18 Chapter 1819 Bab 19 Chapter 1920 Bab 20 Chapter 2021 Bab 21 Chapter 2122 Bab 22 Chapter 2223 Bab 23 Chapter 2324 Bab 24 Chapter 2425 Bab 25 Chapter 2526 Bab 26 Chapter 2627 Bab 27 Chapter 2728 Bab 28 Chapter 2829 Bab 29 Chapter 2930 Bab 30 Chapter 3031 Bab 31 Chapter 3132 Bab 32 Chapter 3233 Bab 33 Chapter 3334 Bab 34 Chapter 3435 Bab 35 Chapter 3536 Bab 36 Chapter 3637 Bab 37 Chapter 3738 Bab 38 Chapter 3839 Bab 39 Chapter 3940 Bab 40 Chapter 4041 Bab 41 Chapter 4142 Bab 42 Chapter 4243 Bab 43 Chapter 4344 Bab 44 Chapter 4445 Bab 45 Chapter 4546 Bab 46 Chapter 4647 Bab 47 Chapter 4748 Bab 48 Chapter 48(end)49 Bab 49 Epilog50 Bab 50 Extra Part I