icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Godaan Mantan Istri

Bab 4 Berada di Luar Sepanjang Malam

Jumlah Kata:1984    |    Dirilis Pada: 07/12/2021

terbahak-bahak dengan senyum selalu tersungging di wajah mereka. Ruangan itu dipenuhi dengan s

engah panggung seperti seorang peri. Dia meraih mikrofon dan berkata, "Aku

tepuk tangan dan

mata tertuju padanya. Iringan musik mulai di

sedang duduk di sofa terbesar, perlahan menyipitkan matany

hu apakah dia merayakannya bersama seseorang.' Kevin tersenyum sambil mengambil segelas wine di hadapannya

dengan wanita jalang," jawab

Hendrawan. Eric hanya mengangkat bahunya. Di

takkan gelasnya dan langsung men

n meraih pinggang Cherry dan mencium bibirny

a memperlihatkan rasa cemburu mereka. Adegan ciuman itu m

ti di surga, sementara tempat lainn

itu selama 30 menit, Anne

uangan itu. Mereka semua bersulang untuk dirinya. Anne ing

an akhirnya mencapai apa

elum pulang. Meskipun lampu di halaman bersinar tera

elihat Kevin memposting foto di WhatsApp story miliknya. Itu foto Kevin yang sedang mencium leher Cherry dengan penuh gair

sanya seperti sebilah pisau menembus jantungnya,

bagaimana denganku?' pikir Anne dengan rasa sakit yang terus meny

selnya dan melihat notifikasi pesan dari WhatsApp. Dia membuka W

n melihat bahwa pe

api Anne menerima perm

n," begitu kata-kat

mbacanya. Dia kemudian m

mu, tapi sayangnya aku tidak sempa

mengingat hari ulang tahunku. Kamu tidak perlu memberiku hadiah." Anne men

i ponselnya dan menunggu balasan Ryan. Hari ini, Kevin

hun Cherry. Seharusnya dia mer

reka adalah pasangan suami istri, mereka

a mereka harus melakukan

ak pulang, Anne te

yang bisa mereka lakukan. Kecuali Anne memutuskan untuk mengajukan c

hal sekali pun, dia tidak akan pernah bisa

kepahitan di lubuk hatinya. Yang bisa dimiliki Anne hanyalah t

gan ketat. Itulah mengapa dia mengganti h

mirip dengan aslinya di hadapannya. Ryan tahu bahwa Anne menyukai makan

a mulutnya mulai berliur. Namun, meski terlihat

tu, dan dia akan memb

di Awan dan Surga malam it

lagi dengan Kevin, dia juga tid

eka menandatangani kontrak dengan Grup KIA. Per

aneh dengan sekelilingnya. Anne merasa seolah-olah ada awan gela

a gemetar ketakutan. "Anda sudah..." Emily berusaha untuk menyelesaikan p

sebelumnya menjadi semakin buruk. "Ya, aku sudah di sini. Apa a

.. Prat

evin dengan marah melalui telepon sebelu

hubungi ponsel Em

ka dia berdiri di ambang pintu ruangan Kevin. 'Seharusnya aku sudah terbiasa dengan cara Kevin

uk pintu ya

an suara dingin ketika d

belum mencapai bagian tengah ruangan, Anne merasak

mpingnya. "Bagaimana rasanya disiram air di

es dari ujung rambutnya. Ruangan kantor Kevin terasa s

i di sana,

u, tapi hanya hatinya ya

n di matanya terlihat jelas. Dia menatap Kevin dan bertanya, "Tuan Pra

nkan suhu di ruangan kantor itu. Ketegangan di antara mereka be

n memberi Anne baju ganti, tapi dia

ang paling canggih di dunia. Hanya dengan memencet remote, orang-orang di luar tidak akan bisa melihat ap

aryawan di luar bisa melihat semuanya. Mereka melihat Anne y

senior perusahaan lain yang memilih lantai yang lebih tinggi untuk memamerka

ya dengan ruangan Anne, k

itu, setiap kali Anne dipermalukan ol

ngatakan bahwa Anne diadopsi oleh keluarga Darmais, dan Anne adalah seorang wanita yang licik. Dengan segala cara, Anne berus

kukan dengan buruk lagi oleh Pr

, aku akan mengambil uangnya dan pe

ingin lebih

terus-menerus ditindas dan dipermalukan oleh Kevin,

Kamu berpikir berlebihan. Aku hanya ingin kamu tahu bagaimana rasanya," kata Kevin dengan tatapan menghina. "Kalau sekali la

ang tak berdasar. "Kapan aku pernah membiarkan keka

ah kuyup karena hujan?' pikir Anne ketika amarahnya semakin merad

u tidak melakukannya. Tapi bawahanmu yang melakukannya!" kata Kevin dengan nada sedingin es. "Bawahanmu tahu bahwa aku sudah menunjuk sopir secara khusus untuk Cherry. Tapi kenapa dia memaksa sopir untuk men

amarah. "Bagaimana aku bisa memberinya sopir khusus jika dia sudah

g-orang di sekitarnya pun menjad

r pribadi Cherry. Tetapi, sopir itu tidak memberi tahunya bahwa Cherry sedang men

ng mengalihkan kesalahannya padaku!' k

mana mungkin dia bisa mengatakan bahwa kamu memanfaatkan urusan lain untuk menekan sopir itu?" kata Kevin dengan nada bicara yang semakin tinggi. "Demi Tuhan, aku memerintah

ak ingin Kevin menyalahkanku, seharusnya dia tidak mengatakan apa pun sejak awal. Cherry hanya berpura-pura baik dan patut dikasihani

tidak mengucapkan

uk menjelaskan, Kevin tidak

ik dia d

ekarang juga," perint

i bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi. Begi

, setiap kali dia melawan, Kevin justru ak

ka aku meminta maaf." Namun, sekeras apa pun usaha Anne untuk meyakinkan diri bahwa dia tidak peduli, kesedihan di m

lipat penghinaan yang telah kamu berikan padaku.' D

sebuah vila di dekat pegunungan dan sungai. Dia b

, dia memang tampak s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Kekasihnya2 Bab 2 Jalan Sang Ratu (Bagian Satu)3 Bab 3 Jalan Sang Ratu (Bagian Dua)4 Bab 4 Berada di Luar Sepanjang Malam5 Bab 5 Merawat Wanita Selingkuhan6 Bab 6 Wanita Biasa7 Bab 7 Keberadaan Istrinya8 Bab 8 Hamil9 Bab 9 Kegigihannya10 Bab 10 Aku Merindukanmu, Ibu11 Bab 11 Abaikan Saja Dia12 Bab 12 Tuduhan Tidak Langsung13 Bab 13 Mimpi14 Bab 14 Aku Akan Mati Jika Aku Tidak Mencintaimu15 Bab 15 Tanpa Ditemani Suaminya16 Bab 16 Berdebat Untuknya17 Bab 17 Biarkan Dia Menunggu18 Bab 18 Perdebatan Tentang "Putra" Mereka19 Bab 19 Keluar Dengan Para Pria20 Bab 20 Masalah Percintaan21 Bab 21 Yang Sedang Dalam Kemarahan22 Bab 22 Kesalahpahaman Mendalam23 Bab 23 Pindahan24 Bab 24 Menjauh Darinya25 Bab 25 Dia Peduli26 Bab 26 Demam27 Bab 27 Berhenti Memikirkan Orang Lain28 Bab 28 Kelembutan yang Langka29 Bab 29 Patah hati30 Bab 30 Membawanya Keluar31 Bab 31 Dibenci32 Bab 32 Memainkan Godaan33 Bab 33 Mulai Bebas34 Bab 34 Pesta35 Bab 35 Motif Tersembunyi36 Bab 36 Membuat Masalah37 Bab 37 Mereka Bersama38 Bab 38 Mulai Berkencan39 Bab 39 Sebuah Insiden yang Tak Terduga40 Bab 40 Bentrokan Kehendak41 Bab 41 Jatuh Dalam Keadaan Koma42 Bab 42 Wanita Tak Berperasaan43 Bab 43 Dia Tidak Percaya Padanya44 Bab 44 Mendapatkan Balas Dendam45 Bab 45 Ini Bukan Tentang Uang46 Bab 46 Dia Terlalu Keras Kepala47 Bab 47 Menjemputnya48 Bab 48 Bertemu Orang Tuanya49 Bab 49 Ditinggal Sendiri50 Bab 50 Percikan51 Bab 51 Diculik52 Bab 52 Apa Dirinya Bernilai Empat Triliun 53 Bab 53 Membencinya54 Bab 54 Kelembutannya yang Sesekali Terjadi55 Bab 55 Watak Asli56 Bab 56 Persaingan yang Gigih57 Bab 57 Aku Ingin Dia Mati!58 Bab 58 Pamer59 Bab 59 Dijebak60 Bab 60 Kemunafikan61 Bab 61 Sarkasme62 Bab 62 Pergi Ke Perusahaan Bersama-Sama63 Bab 63 Dia Berubah64 Bab 64 Ironis65 Bab 65 Aku Mengabaikanmu66 Bab 66 Menemaninya Untuk Pemeriksaan Kehamilan67 Bab 67 Kamu Tidak Memiliki Hak Untuk Mengatakan Tidak68 Bab 68 Kemalangannya Dengan Keluarga Pratama69 Bab 69 Terisolasi dan Tak Berdaya70 Bab 70 Kevin yang Tidak Sabaran71 Bab 71 Api dan Es72 Bab 72 Ciumannya73 Bab 73 Anne, Cium Aku!74 Bab 74 Merayu Kevin75 Bab 75 Penolakan Kevin76 Bab 76 Kegelisahan Cherry77 Bab 77 Kevin Cemburu78 Bab 78 Perasaan Tertekan79 Bab 79 Melepaskan Nafsunya yang Buas80 Bab 80 Rencana Jahat81 Bab 81 Diselamatkan oleh Kevin82 Bab 82 Gejala Persalinan Prematur83 Bab 83 Melepaskan Kebenciannya84 Bab 84 Kevin yang Tidak Biasa85 Bab 85 Lupa Untuk Menolak86 Bab 86 Sedikit Aneh87 Bab 87 Marah88 Bab 88 Kurangnya Minat89 Bab 89 Aku Berjanji90 Bab 90 Persetan!91 Bab 91 Tidak Layak Menangisi Dirinya92 Bab 92 Memucat93 Bab 93 Membeli Sepatu Untuknya94 Bab 94 Bertarung95 Bab 95 Sungguh Pria yang Sombong!96 Bab 96 Melihatnya Menangis97 Bab 97 Kompromi98 Bab 98 Dia Tampaknya Peduli Tentangnya99 Bab 99 Kamu Mencintaiku Atau Tidak 100 Bab 100 Cium Aku