icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Jerk Billioanire

Bab 3 03 - Kecupan Basah Berkesan

Jumlah Kata:1511    |    Dirilis Pada: 27/10/2021

y Re

**

a. Wanita itu mengikuti setiap kelas yang dengan baik. Hatinya be

berada di kelas yang berbeda. Gadis itu melangkahkan kakinya dengan ringan menyusuri koridor mencari ruangan Xi

itam, membuatnya terlihat begitu tampan dan juga misterius. Naara menggeleng, mengenyahkan pikiran u

Naara berjalan menuju tempatnya bersandar. Sebenarnya hari ini, Aderaldo mempunyai jadwal meeting yan

milih untuk menghindarinya. Gurat ketakutan di

pa kau masih bisa menghinda

idak sengaja ia bertemu d

," sapa Han

enatap Hanie dan juga w

balas

Dia Caroline." Naara mengulurkan ta

nganmu, Caroline," ucap Naara dan dib

na?" tanya Han

on. Apa kau melihatnya

ingin aku temani mencari Xion? Atau kau ingi

lian saja,"

genai teknik mengajar dosen-dosen mereka. Ketika asyik berbincang, Naara me

Naara cemburu ketika salah satu dari beberapa gadis yang berbincang de

am Naara dan terdengar o

n menggodanya. "Kau cemburu meli

gan cepat gadis itu menggeleng kuat, ia sala

ngannya. Xion berjalan mendekati Naara. Gadis itu memilih untuk membuang wajah ke

yap , digantikan dengan suara riuh para gadis yang tadi mengelilingi Xion. Gadis-gadis itu rupanya memaksa

line. Gadis penerima beasiswa itu menahan diri agar tidak meleda

bisa menggeleng melihat p

at serasi," gumam Caroline dan Ha

siapa, Car," tan

nya oleng karena ditabrak tidak sengaja oleh segerombo

aldo. Dasar wanita menor tidak tahu aturan!" omel Hanie sesaa

Naara," ajak Caroline sambil men

nyaanku tadi, Carol." Han

lihat sesuatu hal yang pastinya tidak begitu kau senangi, maka

sembilan puluh persen apa yang d

***

. Gadis itu melangkah masuk dan tanpa menunggu lama, g

perpustakaan itu tidak sebanding dengan pengunjungnya. Hanya puluhan mahasiswa yang berada di sana, kebanyakan dari

sama berkonsentrasi untuk menemukan buku yang ia cari. Senyum m

da di tangannya, melainkan berjatuhan ke lantai satu per satu. Kedua tangan gemetaran sam

u yang jatuh serta berusaha secepat mungkin pergi dari tempat it

napa juga aku harus melihatnya lagi. Dasar Jerk! Ma

erpakaian kurang bahan. Wanita berambut orange itu mencium Aderaldo dengan ganas, seperti singa betina yang sedang kelaparan. Sedangkan Aderaldo s

yang membuat jantung Naara berdebar kencang, tatapan mata tajam Aderaldo adalah faktor terbesar yang memicu detakan

uman panasnya yang tiba-tiba terasa hambar dengan

uk terjatuh. Bukan Aderaldo namanya jika pria itu akan peduli dengan keadaan wanita itu. Ia berja

menemukannya dalam keadaan basah. Basah di bibir dan basah di bagian bawah. Menggema

*

ia ketahui bernama Naara Kiva. Ia yakin wanita itu tidak keluar dari perpustakaa

buru-buru kembali ke kantor," gumam

memenjarakanmu di kerajaanku, Naara Kiva,"

n yang baru saja masuk ke dalam perpustakaan. Pria itu melip

ion yang tidak mengenal Aderaldo memilih untuk mengabaikan tatapan pria itu

?" tanya Xion sambil

ara kaget dan juga senang denga

kan?" ulang Xion d

di sini? Dan- hei, Hanie, Carol, kenapa kali

e serempak menggel

menyapa Aderaldo, saat pria itu tepat berdiri di belakang Naara mendadak melotot garang begitu p

menoleh cepat, dan dalam hitungan detik pula, Aderaldo mencon

a. Dua lengan cukup kekar melepas paksa ciuman Aderaldo dan Naara dengan menarik bahu

selesai mendapatkan hadiah pukulan dari Xion. Sedangkan

ninya kau mencium Naar

raya memasukkan kedua tangan ke

melarangku. Memangnya k

da wajah Aderaldo, tapi ditahan ol

aldo pada Xion dan pria itu melangkah pergi dengan men

langkah santai meningga

Aderaldo sambil tersenyum dan me

*

bar bentuk PDF, BER

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Jerk Billioanire
The Jerk Billioanire
“BIJAKLAH DALAM MENCARI BACAAN. CERITA DEWASA!!! Aderaldo menepuk punggung Naara yang sontak membuat wanita itu menoleh cepat, dan dalam hitungan detik pula, Aderaldo mencondongkan badannya dan menempelkan bibirnya ke atas bibir Naara. Naara melotot tanpa bisa mengelak. Pria itu tersenyum disela ciumannya pada bibir Naara. Dua lengan cukup kekar melepas paksa ciuman Aderaldo dan Naara dengan menarik bahu pria itu. Satu pukulan melayang di perut Aderaldo tanpa bisa dicegah, hadiah dari Xion. "Dasar b******k! Beraninya kau mencium Naara!" bentak Xion marah. Aderaldo memutar bola matanya seraya memasukkan kedua tangannya ke kantung celana kain yang ia pakai. "Kau tidak ada hak untuk melarangku. Memangnya kau siapa?" desis Aderaldo. Xion ingin melayangkan tinjunya pada wajah Aderaldo, tapi ditahan oleh pria tampan berkemeja hitam itu. "Jangan memancingku untuk menghancurkanmu," bisik Aderaldo pada Xion dan pria itu melangkah pergi dengan mengedipkan matanya ke arah Naara yang masih diam mematung. Aderaldo bersiul dan melangkah santai meninggalkan kampus tercintanya. "Manis! Aku menyukainya," gumam Aderaldo sambil mengelap bekas ciumannya bersama Naara barusan. (Ikuti setiap part-nya dan kalian akan menemukan jawabannya ❤️)”