icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Jerk Billioanire

Bab 2 02 - Tatapan Sang Penguasa

Jumlah Kata:1178    |    Dirilis Pada: 27/10/2021

read

asa s

idak ada

i

**

bicara dengan Xion menatap tidak suka ke arah Naara. Hal yang biasa wan

ambil berkacak pinggang men

na saja? Aku hampir mati bosan

tanya sebaliknya. Pria itu kegirangan karena bisa

engan para wanita barumu? Di mana let

tingkah, sedangkan Hanie hanya t

n jelek ketika seperti ini," goda Xi

da beberapa wanita yang baru saja berkenalan dengannya, meminta izin untuk pergi

dadak sinis menatap Naara. Sebaliknya, Naara

ntuk duduk di salah satu kursi tribun lapangan indoor kampus itu. Sor

n futsal, sedangkan Naara dan Hanie memilih unt

amun, tatapannya terhenti ketika seorang pria yang sepertinya pernah ia lihat sebelumnya sedang

dari siapa pria yang sedang duduk di

a, sedangkan Hanie yang duduk

?" tanya Ha

ndangnya dan wanita berambut pirang itu men

ah sini seperti itu. Jangan bilang,

am seperti saat ini, itu karena ada dua kemungkinan." Ada jeda dari

n itu?" tanya N

drink yang dipegang. Kemudian wani

ia dapatkan bagaimanapun caranya. Dia player yang sangat kejam dan berbahaya. Ia tidak akan memandang wanita atau pria jika berurusan dengannya dan menentangnya

a jam yang lalu ketika di toilet. Ia merapalkan doa dalam hati agar tidak terkena

ktu yang bersamaan. Sangat wajar jika pria itu bisa dengan mudah menaklukan wanita tanpa berusaha keras. Termasuk Naara, wanita itu harus

ra bertentangan dengan isi hatinya yang seb

endudukkan bokongn

menyukai senyuman siapa

engar akan melanjutkan ke jenjang S3. Ia juga seorang billionaire sukses di Jerman. Pria itu juga penyumbang dana terbesar di kampus ini. Di

kali tidak tertarik berurusan dengannya," ucap

aik cari pria lain, ah- atau jangan-jangan kau sudah memiliki pria idaman yang kau

dang tersenyum menggoda ke ara

gan pria itu? Kenapa kau tidak pernah menc

asaan yang ia punya pada Xion? Namun, apakah jika gadis itu berkata jujur mengenai perasaannya, persahabatan mereka akan hancur seperti c

an begitu, Han?" Naara berharap Hanie mengiyakan, tapi wan

ang disembunyikan wanita itu darinya. Kini di dalam otaknya dipenuhi pertanyaan-pertanyaan

si lebih banyak tentang pria mana yang beruntung disukai oleh sahabat

**

. Wanita itu cukup menarik, wajahnya cantik, bibirnya sed

belumnya ia harus memastikan apakah wanita itu pantas atau sama saja sepe

ke hotel?" tanya wanita berambut p

usakanya yang tersimpan rapi di dalam celana jeans-nya. Ini adalah hal yang menjijikan bagi Aderaldo. Wanita terlalu mu

elilinginya. Ia mulai muak dan merasa jijik denga

iku lagi, atau kalian akan aku hancurkan satu

sedang tidak dalam keadaan baik. Mereka semua pergi menjauhi Aderaldo seb

h menatap calon mainannya pergi berjalan bersisian dengan

n semua yang menghalan

ke perusahaannya dibanding dudu

YEBAR BENTUK PDFNYA BER

ak bisa

yum bisa s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Jerk Billioanire
The Jerk Billioanire
“BIJAKLAH DALAM MENCARI BACAAN. CERITA DEWASA!!! Aderaldo menepuk punggung Naara yang sontak membuat wanita itu menoleh cepat, dan dalam hitungan detik pula, Aderaldo mencondongkan badannya dan menempelkan bibirnya ke atas bibir Naara. Naara melotot tanpa bisa mengelak. Pria itu tersenyum disela ciumannya pada bibir Naara. Dua lengan cukup kekar melepas paksa ciuman Aderaldo dan Naara dengan menarik bahu pria itu. Satu pukulan melayang di perut Aderaldo tanpa bisa dicegah, hadiah dari Xion. "Dasar b******k! Beraninya kau mencium Naara!" bentak Xion marah. Aderaldo memutar bola matanya seraya memasukkan kedua tangannya ke kantung celana kain yang ia pakai. "Kau tidak ada hak untuk melarangku. Memangnya kau siapa?" desis Aderaldo. Xion ingin melayangkan tinjunya pada wajah Aderaldo, tapi ditahan oleh pria tampan berkemeja hitam itu. "Jangan memancingku untuk menghancurkanmu," bisik Aderaldo pada Xion dan pria itu melangkah pergi dengan mengedipkan matanya ke arah Naara yang masih diam mematung. Aderaldo bersiul dan melangkah santai meninggalkan kampus tercintanya. "Manis! Aku menyukainya," gumam Aderaldo sambil mengelap bekas ciumannya bersama Naara barusan. (Ikuti setiap part-nya dan kalian akan menemukan jawabannya ❤️)”