icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Jerk Billioanire

Bab 4 04 - Permainan Dimulai

Jumlah Kata:1188    |    Dirilis Pada: 27/10/2021

**

matanya mengalir tanpa kendali. Hanie dan Caroline berjalan pelan mendekati Xion dan juga Naara. Kejadian y

hitungan dengannya," geram Xion yan

kah kaki Xion yang akan

berkobar jika tidak ingin hangus terbakar," ucap

pa yang si berengsek itu lakukan pada

akar emosi dengan menarik lengannya dan mengkode lewat gelengan kep

akan risiko yang harus kau dapatkan nanti,"

ang berada di punggungnya. Menunj

ecehkan sahabatku. Sialan!" bentak Xion dan berjalan ke luar perpustakaan de

diam. Hanie dan Caroline me

dia melakukan semua i

ab pertanyaan Naara. Mereka berdua juga tidak tahu jawabannya

." Hanie hanya bisa memberikan kalimat penena

aldo yang seperti bukan Aderaldo yang ia kenal selama in

**

cehkan sahabatnya di depan kedua matanya. Benar-benar Xion tidak hab

marah, bukan hanya marah karena pria itu melecehkan Naara, tapi pria itu juga marah pada diri sendiri karena lalai menjaga Naara sesua

bur

mosi. Ia juga ingin tahu, siapa sebenarnya pria berengsek itu. Kenapa Caroline dan Hanie te

an keberadaan pria kurang ajar itu. Pria itu tengah melangkah santai m

stis. Mobil itu diketahui Xion harganya mencapai $3.000.000. Saat ini arah pan

angnya dan tidak mengejarnya. Dasar Xion

**

sih shock atas apa yang terjadi padanya beberapa jam lalu. Untung saja Hanie dan Caroline b

gan apa yang telah diperbuat oleh pria mesum berengsek itu. Seenaknya menciumnya dan menc

i Tuhan aku sangat membencimu, pria mesum kepara

al. Ini benar-benar menge

ya sedang dikelilingi aura hitam saat ini dan akan mendapatkan kesialan beruntun jika terus membangkang pada sesuatu hal. Nam

kembali lalu mendesah

hilang begitu sa

da di dekat pria itu lagi. Tidak

**

erhenti memegangi bibirnya sambil tersenyum. Sekretarisnya menatap bin

ilmu, tapi pria itu juga memiliki keinginan yang kuat untuk memiliki wanita yang masih mengenyam dunia pendidikan.

pir rata-rata wajah mereka cantik bahkan di atas rata-rata wanita eropa dan Amerika pada

ruangan kerjanya dan t

kan untuk mengecup bibir it

manis sekali atau ada heroin di sa

n sudah kumulai dan kau harus menikmatinya

epon seseorang

Xion. Berikan aku data lengkapnya. Segera!

an jemari panjang miliknya. Selama ada

main juga, Xion. Hmm- kita lihat, se

ng wanita seksi dengan dada yang terbuka lebar dan paha tereksp

ata gayung tak bersambut. Reaksi Aderaldo tidak seperti biasanya. Wajah cerah dan s

pa?" kata Ad

hari ini? Kau tidak sehang

o melir

. Kau hanya kacungku. Kalau kau tidak ada kepentingan,

ya atas apa yang keluar dar

ambil membanting beberapa berk

usah datang lagi. Kau dip

da bukan? Aku dipeca

dengan baik, bukan? Pergilah

rtimu. Kau mengerti! Dasar m

dari ruangan Aderaldo. Pria itu tidak pernah main-main dengan ucapann

nghela napa

narik sama sekali, tidak menantang!" gumam p

**

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Jerk Billioanire
The Jerk Billioanire
“BIJAKLAH DALAM MENCARI BACAAN. CERITA DEWASA!!! Aderaldo menepuk punggung Naara yang sontak membuat wanita itu menoleh cepat, dan dalam hitungan detik pula, Aderaldo mencondongkan badannya dan menempelkan bibirnya ke atas bibir Naara. Naara melotot tanpa bisa mengelak. Pria itu tersenyum disela ciumannya pada bibir Naara. Dua lengan cukup kekar melepas paksa ciuman Aderaldo dan Naara dengan menarik bahu pria itu. Satu pukulan melayang di perut Aderaldo tanpa bisa dicegah, hadiah dari Xion. "Dasar b******k! Beraninya kau mencium Naara!" bentak Xion marah. Aderaldo memutar bola matanya seraya memasukkan kedua tangannya ke kantung celana kain yang ia pakai. "Kau tidak ada hak untuk melarangku. Memangnya kau siapa?" desis Aderaldo. Xion ingin melayangkan tinjunya pada wajah Aderaldo, tapi ditahan oleh pria tampan berkemeja hitam itu. "Jangan memancingku untuk menghancurkanmu," bisik Aderaldo pada Xion dan pria itu melangkah pergi dengan mengedipkan matanya ke arah Naara yang masih diam mematung. Aderaldo bersiul dan melangkah santai meninggalkan kampus tercintanya. "Manis! Aku menyukainya," gumam Aderaldo sambil mengelap bekas ciumannya bersama Naara barusan. (Ikuti setiap part-nya dan kalian akan menemukan jawabannya ❤️)”