icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Jerk Billioanire

Bab 5 05 - Bajingaan Tampan

Jumlah Kata:1190    |    Dirilis Pada: 27/10/2021

**

deraldo. Sepertinya Hanie sangat takut untuk membuka mulutnya ketika berada di lingkung

ke dalam apartemen miliknya. Wanita itu sudah bisa menebak

kau ketahui?" tanya Ha

ya dan menatap lekat

di siang? Kau harus menceritakannya pad

tidak suka, ia harus meng

semua yayasan yang berada di bawah kampus kita. Aderaldo adalah pemilik beberapa perusahaan

ius berhubungan dengan wanita. Ia orang yang sangat membenci peno

merebut ah-- bukan, gadis itu sendiri yang menggoda Aderaldo dan meninggalk

nggelen

ara ini. Lalu, gadis itu? Kau pikir akan menjadi kekasih Aderaldo? Tidak! Aderaldo membuangnya, mencampakkanny

an tidak memutuskan kekasihnya terlebih dahulu, menggodanya tidak henti. Aderaldo t

idak perlu melakukan perlawanan apa pun pada pria siala

isa menebak seperti apa sifat pria bermata sipit di had

lawannya, silakan saja. Asal kau bisa menerima semua konsekuensi dikemudian hari. Aku tidak ber

tnya lalu mengembus

kan pria itu menyakiti

Naara?" tanya

Naara adalah sahabat baikku. Mana mungkin aku

ikkan sebe

dua orang lawan jenis, tapi tidak memiliki pe

rsenyum

Terima kasih atas informasi yang sudah kau berikan," ka

di depan pintu. Melambaikan t

sudah hilang dari pandangannya. Wanita itu menut

**

ik-baik saja. Ia termasuk wanita yang pandai

lihat sosok pria yang sangat tidak ingin ia lihat bahkan temui apalagi saling menyapa. Namun, ternyata pria siala

nduk berusaha berjalan secepat mungkin agar pr

tertahan saat lengannya dicekal kuat oleh telapak

nku, Berengsek!

m miring menangga

," ucap Ade

rahang pria itu begitu tegas, hidungnya mancung, alis tebal, bola mata biru jernih, bulu-bulu di sekitar wajahnya semakin membuatnya seksi, ditambah

esti pikirannya untuk membenci

enapa kau mengganggu ket

hku," ucap Aderaldo tega

at sempurna mendengar ucapan

a lain. Berhenti menggangguku, aku datang ke kota ini untuk bel

ipun kau tidak mau, aku akan tetap memaksamu,

engkus tid

akit jiwa!" gumam Na

butuhkan. Apa pun itu. Aku punya segal

lengkan kepa

lah kau pergi jauh-jauh dariku. Aku

ergerak sama sekali dan tangannya lemah. Otaknya masih mencerna apa yang baru saja terjadi, sampai akhirnya

bentak Aderaldo setelah memberi ta

tanpa memerdulikan orang-orang di sekitar mereka yang tam

i bibirnya dan me

bertindak kasar padaku. Kau tahu, apa yang kau lakukan tadi bisa menjadi barang bukti di k

lis itu akan memberi jawaban seperti itu. Bukannya pergi dan meminta ma

jingan," umpat

eakan bangga atas um

lawanan atau kau dijemput paksa oleh polisi karena mel

nit ia akan jatuh cinta padanya. Fisik yang luar biasa memukau dan nyaris sempurna, kekayaan tidak perlu diragukan lagi m

njara. Dengan langkah berat, akhirnya gadis itu mengalah. Naara masuk ke dalam mobil mewah Aderaldo dengan w

akan semakin cepat permainan ini berakhir," uca

**

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Jerk Billioanire
The Jerk Billioanire
“BIJAKLAH DALAM MENCARI BACAAN. CERITA DEWASA!!! Aderaldo menepuk punggung Naara yang sontak membuat wanita itu menoleh cepat, dan dalam hitungan detik pula, Aderaldo mencondongkan badannya dan menempelkan bibirnya ke atas bibir Naara. Naara melotot tanpa bisa mengelak. Pria itu tersenyum disela ciumannya pada bibir Naara. Dua lengan cukup kekar melepas paksa ciuman Aderaldo dan Naara dengan menarik bahu pria itu. Satu pukulan melayang di perut Aderaldo tanpa bisa dicegah, hadiah dari Xion. "Dasar b******k! Beraninya kau mencium Naara!" bentak Xion marah. Aderaldo memutar bola matanya seraya memasukkan kedua tangannya ke kantung celana kain yang ia pakai. "Kau tidak ada hak untuk melarangku. Memangnya kau siapa?" desis Aderaldo. Xion ingin melayangkan tinjunya pada wajah Aderaldo, tapi ditahan oleh pria tampan berkemeja hitam itu. "Jangan memancingku untuk menghancurkanmu," bisik Aderaldo pada Xion dan pria itu melangkah pergi dengan mengedipkan matanya ke arah Naara yang masih diam mematung. Aderaldo bersiul dan melangkah santai meninggalkan kampus tercintanya. "Manis! Aku menyukainya," gumam Aderaldo sambil mengelap bekas ciumannya bersama Naara barusan. (Ikuti setiap part-nya dan kalian akan menemukan jawabannya ❤️)”