icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gendutnya Istriku

Bab 2 Curhat

Jumlah Kata:1005    |    Dirilis Pada: 25/10/2021

sesosok kepala yang menyemb

njung dibukakan pintu. Jadi, ya, aku mau lewat belak

ah, ayo

ilakannya masuk, lalu kami berbincang-bincang di ruang tamu.

gi buta. Dia menyetujuinya. Kami kemudian menyusuri jalan-jalan protokol Kota Semarang yang masih l

an tangan padaku. Aku mengenalinya sebagai

Aku membalas la

nya dan menyamai kecepatank

ya

h gend

da penyakitan." Aku

kan sepedanya yang sempat olen

Y

man anggota klubnya yang berada jauh di depan. Sekejap

Izzah menggerutu. "Untunglah aku lagi baik hati. Kalau tidak, suda

kanya yang ditekuk-tekuk itu sangat l

ta mampir toko alkes kalau pula

gapnya serius. Oleh karena itu, sepulangnya kami bersepeda, kami bena

uknya. Timbangan ini memiliki tingkat ketelitian 0,1 bahkan bisa menghitung persenta

Harganya lebih

megang kartu debit yang berisi semua uangku. Sebulan sekali kartu itu kuminta kembali untuk mencetak semua transaksi

i kemudian memasak berdua karena anak-anak sedang di rumah kakeknya. Setelah makan siang, aku b

r siang. Izzah kemudian membawa dua cangkir kopi di atas nampan.

ata, "Kamu tahu, Man? Kalian tadi seperti angka sepuluh saat saling memeluk. Kamu t

tertawa mendengar leluconnya. T

bu

rlonjak dari sofa yang didudukinya. Aku dan Kahlil berpandang-pandangan

Dia memberikannya padaku. Aku meraihnya dan mulai membaca. Rupanya

kan kuteror." Kahlil tersen

, aku bermaksud kembali tidur siang. Sesampainya

inaku, Mark!" Izzah menangis tersedu-sedu. "Berani-beraninya dia menyebut kami angka sepuluh! Suamiku seperti

ent

u tak sal

hat ke le

uwwaa...!" Tangis Izzah t

untuk melabrak Si Mark tak terkendali.

Zah!" Aku mengge

ia malah bal

pi sengaja melawan perintah yang kuberikan. Dia harus diberi pel

tiga!" Aku mengera

pintuny

dalam kamar, menabrak pingg

Lengan kiriku terasa perih dan pan

tak apa-a

?" Aku ger

zzah garuk-garuk kepala. "Sebenta

m seberapa dibanding nyeri di dalam jiwa. Harga diriku sebagai lelaki

angan. Dia mengoleskannya di lengan kiriku h

obatnya bekerja." Izzah tersenyu

ngan seyum meringis. Sebenarnya nyeri-nyeri ini hampir membuatku menangis. Na

l ketika dia akan p

go. "Buat

i! C

anjang. "Baterai HP-k

mbantah. "Kamu tidak berani ngasih HP-mu karena baru saja menelepon lelaki lain berna

tagfirullah. Kamu menu

ya. Sok suci sekali

. Hati-hati lho Mas kalau bicara. Aku tak pernah curhat ke laki-laki. Apalagi selingkuh seperti tuduhanmu tadi. Yang

an panggilan video ke Markonah. Ternyata licik seka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gendutnya Istriku
Gendutnya Istriku
“Apa yang dirasakan Izzah ketika orang-orang membicarakan kegendutan tubuhnya setelah menikah dengan Arman? Tentu saja dia malu, marah, dan ingin melakukan diet supaya kurus. Sayangnya, Arman justru menghalangi rencana dietnya dengan berbagai cara. Apalagi, Izzah diketahui mengandung anaknya Arman pada saat yang bersamaan. Izzah yang merupakan mantan tenaga kesehatan tahu persis bagaimana melakukan diet, menjaga kehamilan, ataupun menggugurkan kandungan. Lagipula, Izzah yang sudah memiliki dua anak, perempuan dan laki-laki, tidak perlu sangat untuk hamil lagi. Berbeda dengan Arman, yang merupakan duda tanpa anak dan selalu dituduh mandul oleh orang-orang sekitarnya, kehamilan ini begitu berharga sekaligus menjadi ajang pembuktian dirinya. Jadi, siapa yang akan berhasil mencapai tujuannya? Izzah yang ingin menguruskan badan, atau Arman yang ingin memiliki anak?”
1 Bab 1 Omongan2 Bab 2 Curhat3 Bab 3 Menyanyi4 Bab 4 Rumah Mertua5 Bab 5 Rayuan6 Bab 6 Impas7 Bab 7 Cemas8 Bab 8 Harapan9 Bab 9 Apotek10 Bab 10 Kedamaian Hati11 Bab 11 Bersama12 Bab 12 Marah13 Bab 13 Curiga14 Bab 14 Sedih15 Bab 15 Dilarang Diet16 Bab 16 Memasak17 Bab 17 Merayu18 Bab 18 Muntah-Muntah19 Bab 19 Perdebatan20 Bab 20 Sensitif21 Bab 21 Ayah Sambung 22 Bab 22 Masa Lalu23 Bab 23 Album Foto24 Bab 24 Buku Itu25 Bab 25 Menemui Sharma26 Bab 26 Pemeriksaan