icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Gendutnya Istriku

Gendutnya Istriku

Penulis: Indri AP
icon

Bab 1 Omongan

Jumlah Kata:1007    |    Dirilis Pada: 25/10/2021

tika tiba-tiba terdengar suara

dak

atku terlonjak. Aku segera melompat dari ranjang mencari kebe

Zah? Kenap

... Timban

timban

.. Geser ke

ega-teganya dia berteriak lantang hingga aku terbangun dengan nyeri

nya perlahan turun dari timbanga

i cuma karena ini?"

iba-tiba dia mendongakkan

gernyit

eal menjadi gemuk bahkan obesitas. Kalau sudah obesitas, maka risiko terkena penyakit degenerative akan semakin meningkat, Mas. Apakah k

u tak maulah, Zah.

g 'cuma' gitu dong Mas

h. Aku bingung sejenak. Perasaan tadi Izzah yang bersal

ngis di pojokan. Pelan-pelan aku mendekatinya.

ku pelan. "Maa

inta maaf lebih dulu. Bagiku, meminta maaf tidak akan menjadikan harga diri rendah. Justru orang yang mau m

hu kalau masalah berat badan

Aku pun meraihnya ke dalam pelukan. Ak

menggagalkan pernikahanku yang kedua kalinya. Pernikahanku yang pertama kandas karena aku tak punya anak. Sharma, istriku yang pertama, memili

sangat penting buatmu." Aku meminta maaf sekali lagi. Dia mengangguk-an

ya, Mas," katanya di

a,

u gendut bang

amu tidak

h. Bo

swe

nama Arman Muhammad itu pasti supaya kamu meniru sifat Nabi Muhammad yang salah satunya jujur. Ayahmu memberi nama tambahan Geraldson itu pas

tuaku yang sudah meninggal. Aku tersadar, rupanya kat

paskan pelukannya.

gendut

ilang a

Kurang j

lang yan

ut, Zah. G

wwa

rlari ke dalam rumah. Aku bingun

nya. Dia masuk ke dalam kamar dan mengun

, Iz

a Izzah ter

pint

lum kamu menyada

erbohong itu dosa. Begitu j

tahu kesal

id

elaki ti

tidak peka

hongan dalam kondisi perang untuk menyelamatkan nyawa. Kedua, kebohongan untuk mendamaikan

aku t

s. Seharusnya tadi kam

gin rasanya aku marah. Namun, aku sadar, marah itu tidak bisa men

ah membaca bahwa menarik napas seperti ini dapat

ajuk terlalu lama. Aku hanya ingin kedamaian da

i. Jangan marah lagi, ya. Aku janji tidak akan

ni

jawaban

Kedua orang tuaku sudah meninggal. Saudara-saudaraku jauh semua.

tapa manja istriku sekarang. Padahal, dulu sebelum menikah denganku,

pi entah mengapa aku menjadi sangat sensitif. Apa lagi jika m

ak apa-apa, Zah. Setiap orang punya kelebihan dan ke

u pun melingk

, Mas

mbuatmu makin sedih sendiri. Kamu tahu? A

a. Kata-kata memang tidak selalu dibutuhkan untuk mengungkapkan cinta

suara dari jend

umber suara. Di sana terlihat seonggok kepala de

itu langsung melompat ke dalam

satkan perhatian pada jendela. Aku mengamati dengan saksama. Pelan-pelan aku m

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gendutnya Istriku
Gendutnya Istriku
“Apa yang dirasakan Izzah ketika orang-orang membicarakan kegendutan tubuhnya setelah menikah dengan Arman? Tentu saja dia malu, marah, dan ingin melakukan diet supaya kurus. Sayangnya, Arman justru menghalangi rencana dietnya dengan berbagai cara. Apalagi, Izzah diketahui mengandung anaknya Arman pada saat yang bersamaan. Izzah yang merupakan mantan tenaga kesehatan tahu persis bagaimana melakukan diet, menjaga kehamilan, ataupun menggugurkan kandungan. Lagipula, Izzah yang sudah memiliki dua anak, perempuan dan laki-laki, tidak perlu sangat untuk hamil lagi. Berbeda dengan Arman, yang merupakan duda tanpa anak dan selalu dituduh mandul oleh orang-orang sekitarnya, kehamilan ini begitu berharga sekaligus menjadi ajang pembuktian dirinya. Jadi, siapa yang akan berhasil mencapai tujuannya? Izzah yang ingin menguruskan badan, atau Arman yang ingin memiliki anak?”
1 Bab 1 Omongan2 Bab 2 Curhat3 Bab 3 Menyanyi4 Bab 4 Rumah Mertua5 Bab 5 Rayuan6 Bab 6 Impas7 Bab 7 Cemas8 Bab 8 Harapan9 Bab 9 Apotek10 Bab 10 Kedamaian Hati11 Bab 11 Bersama12 Bab 12 Marah13 Bab 13 Curiga14 Bab 14 Sedih15 Bab 15 Dilarang Diet16 Bab 16 Memasak17 Bab 17 Merayu18 Bab 18 Muntah-Muntah19 Bab 19 Perdebatan20 Bab 20 Sensitif21 Bab 21 Ayah Sambung 22 Bab 22 Masa Lalu23 Bab 23 Album Foto24 Bab 24 Buku Itu25 Bab 25 Menemui Sharma26 Bab 26 Pemeriksaan