icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Before After: Marriage

Bab 5 Sssh and Kiss

Jumlah Kata:2033    |    Dirilis Pada: 22/10/2021

이 멈

안 졌

rhenti, b

matahari tid

e lyri

EAS

🍑

nya secara tiba-tiba. Ia bahkan menahan napasnya selama beberapa detik ketika hi

n meletakkan dagunya di at

k dijawab pun seharusnya sudah tahu. "Lukisan yang sangat indah,

a untuk menjauh dari jangkauan Austin. "Pergilah," usir Crystal dengan ketus mem

engambil keranjang buahnya yang menyisakan beberapa biji stroberi dan blueberry, ia berniat akan pergi. Tapi, cekalan Austin pada

raih bahu Crystal dan membaliknya hingga mereka berdiri berhadapan dengan manik mata yang sal

n menyingkir tetapi diabaikan pria itu. "Menyingkirlah,"

bisakah kau memberiku wa

mberimu waktu? Untuk kita b

uskan napasnya

ya menaikkan s

me," kata Au

" Tegas Crystal, "Kau terlalu mudah mengataka

n hubungan kembali sampai a

ditahap menjalin hubung

i tidak meresmikannya karena kau yang menolak,"

ena jawabanku akan sama. T

anpa status, apa ka

sudah memiliki tunangan," katanya me

uren. Aku akan memutusk

anik mata Austin dengan pandangan tak terbaca. "Sampai kau mela

ku tidak bertunangan lagi dengan Lauren.

ini!" sentak Crystal dengan bibir bergetar. Wajah

ku," balas Austin dengan pan

merembas keluar. "Kak, please. Bisakah kau bersikap

an penuh kelembutan membuat Crystal yang terkejut menjatuhkan keranjang buahnya. Kedua tangannya sontak meraih kemeja puti

unya. Austin menarik kepala Crystal semakin mendekat untuk memerdalam lumatan mereka. Gadis itu pun bahkan terlihat tidak memberontak, membiarkan Austin berbuat sesuka

danya. Baiklah, untuk sekarang dirinya kalah dan membiarkan Austin menang hanya denga

letakkannya di atas meja. Ciuman semakin dalam, Crystal meremas rambut Austin. Hingga Crystal mendesah,

ng melihat hanya tersenyum miring penuh kemenangan. Perlahan, Crystal mengangkat kepalanya membuat manik mata mereka bertemu.

terlihat mengkilap. "Aku anggap ini sebagai jawabannya

kan pernah," ketus Crystal yang

l. "Tidak bisa. Sekeras apapun kau berusaha, kau

petak umpet padaku selama dua tahun." Lanju

an dengan mudah diruntuhkan kembali dengan

tus Crystal mengacungkan jari tel

wa ke bibirnya untuk dikecup. Ia mengedipkan

rena aku akan tetap pada pendirianku," ket

at detak jantung Crystal sontak berdegup dengan begitu kencang. "Lepaskan," gum

ah seperti ini," lanjutnya dengan ma

ika tubuhmu ternyata

au selama ini!"

nya di bagian tertentu saja, sisanya ramping,"

menyeb

it orange. Keduanya sama-sama menikmati momen saat ini yang sedang terjadi. Austin pun dengan cepat bisa mengikis jarak di antara mereka. Membuat Crystal

ka Crystal tertawa

*

love in

in

🍑

" tanya Austin menatap Crystal yang seda

g mereka lakukan adalah hanya berdiam diri dan menikmati suasana yang heni

balas Austin mengusap

"Bisakah kau diam. Aku benar-benar ingin menik

empatan, meskipun gadis itu tidak mengatakannya secara langsung. Karena sikap tidak bisa berboh

egois, memang seperti itulah sifatnya. Lagipula selama dirinya hidup, baru kali ini Austin di hadapkan oleh sebuah kenyataan rumit yang mengatas namakan perasaan. Selama ini, ia terlalu serius dalam hal berbisnis dan melanjutkan perusahaan X

lembut. "Crys...," panggilny

pa

suk ke rumah poh

sebelah alisnya, "

ya mendung, dan sepertinya se

g, dan hujan

Dressmu sangat terbuka. Udara lama-la

lu memperd

balas Austin dengan suara yang beg

at mereka berhadapan. Tangan Austin terangkat untuk mengusap rahang Crystal, mengusapnya lembut. Tanpa menunggu kalimat yang akan keluar dari bibir Crystal, Austin memili

di area sensitive milik Crystal, membuat gadis itu berulang k

tiba-tiba saja jatuh dari langit––membuat keduanya sontak berdiri dari posisinya dan segera mas

gitu deras bahkan angin pun tidak segan untuk berhembus dengan kencang. "Ku bilang juga apa

enyum simpul, ia menarik tangan Crystal pelan––membawanya untuk duduk, lalu melepas

snya. "Kau pun pasti juga kedinginan," lanjutnya menata

menegakkan tubuhnya, refleks Austin memeluk pinggang Crystal m

yang pakai, kau pasti kedinginan juga," gumam

idak perlu, sungguh. Jika

bisa menjalankan misinya. Dalam hati, Austin tersenyum miring. "Kau sungguh tidak kedinginan?" tanyanya menaikkan sebelah al

untuk menarik diri Crystal––membawanya ke dalam pelukan. "Aku tahu kau kedinginan, maka d

da maksud terselubung. Dan ia sangat paham akan hal itu. "Itu maumu saja," ketusnya berniat un

tan yang hanya bisa kau rasakan ketika bersamaku," balas A

bali? Batinnya bertanya pada diri sendiri. Pasalnya, Crystal tidak ingat betul dengan apa saja yang terjadi semalam. Ia hanya ingat, Austin mem

erangkat, menyentuh wajah Austin––mengusapnya lembut. Lalu beralih pada bulu mata lentik pria itu, menyentuhnya singkat. Tanpa disadari, C

da dari Austin dan jauh lebih tampan dan masih banyak lagi yang melebihi Austin. Ia juga tidak akan menampik jika banyak pria yang sedang mendekatinya

ya karena menghadapi kekolotannya untuk sekedar mengijinkan mereka memberikan ciuman pada pipinya. Tapi lama-lama, mereka

itu ia hanya harus berkata, "Apakah kau sudah puas memakiku?" Dan s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Before After: Marriage
Before After: Marriage
“Ini kisah tentang kedua pendosa yang merasakan sesuatu rasa yang begitu rumit. Memang tidak ada salahnya memiliki sebuah rasa pada seseorang. Tetapi, bagaimana jika kau memiliki rasa pada saudaramu sendiri? Tidak hanya rumit, ini juga termasuk dosa dan kesalahan yang begitu besar. Ah, bukankah sebuah rasa timbul tiba-tiba tanpa bisa dicegah? ***** Crystal Winter Oberoi tidak pernah mengerti dan sulit memahami sikap kakaknya, Austin Mark Oberoi. Austin selalu bersikap kasar, dan terlihat begitu membedakan. Jika dengan para saudara-saudaranya yang lainnya Austin akan bersikap hangat penuh kasih sayang, berbeda jika dengan Crystal. Pria itu memperlihatkan sikap dinginnya-sangat terlihat tidak menyukai Crystal. Entah apa kesalahan yang telah dibuatnya tanpa sengaja, sehingga Austin selalu memperlakukannya seperti itu. Hingga rasa yang tidak seharusnya ada, timbul begitu saja secara tiba-tiba, tanpa bisa dicegah. Crystal memiliki rasa pada Austin, kakaknya, begitu pula dengan Austin yang memiliki rasa pada Crystal yang notabenya adalah adiknya sendiri. Bersikap dingin pada Crystal hanya menjadi tameng Austin untuk mengontrol perasaannya agar tidak semakin meluas. Termasuk sebuah komitmen dengan seorang wanita yang menjadi tunangannya sejak dua tahun yang lalu.”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Let's Talk3 Bab 3 Sorry4 Bab 4 Orange Sky5 Bab 5 Sssh and Kiss6 Bab 6 Touch7 Bab 7 Lies8 Bab 8 In The Night9 Bab 9 About Marriage10 Bab 10 Please, Ignore Him!11 Bab 11 Club and Calvin12 Bab 12 Who is He 13 Bab 13 Awkward and Ice Cream 14 Bab 14 I'm A Mess15 Bab 15 Meet Again16 Bab 16 Rooftop17 Bab 17 Love To Hate18 Bab 18 Silent19 Bab 19 Weekend20 Bab 20 The Beach21 Bab 21 Sin, Sinner22 Bab 22 Sun and Kiss23 Bab 23 Secret Destiny 24 Bab 24 Fall and Deep25 Bab 25 Party