icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Patah

Bab 3 Penghilang Emosi

Jumlah Kata:1361    |    Dirilis Pada: 11/10/2021

Berkali-kali dia memukul ranjang empuk tak bersalah denga tangan terkepal. Jengah sendirian menahan emosi, dia menyambar ponsel. Mencari satu na

g?" tanyanya s

ya." Temannya balas bert

a, Nyong. Pangk

h Fi

Dia langsung melesat dengan

e tempat semacam ini. Baru mendekati lokasi saja adrenalinnya terasa melonjak. Dan ketika dia masuk disambut entakan musik, dia m

juh tangan melambai bersemangat memanggil Nayara. Membuat Nayara memperc

untuknya. Nayara langsung mem

tuh setrika?" Seorang d

bkin ulah." Nayar

a, kenapa harus

biasa. Gue ka

mana cer

i mengusir angin, "Gue sun

g menempelkan gelas cocktail di depan bibir Nayara membuat Nayara memundurkan kepala, menjauhi gelas

ke arah pelayan yang la

semua temannya ter

m soju sih. Coba ini dong." Lagi-lagi

nggak sangg

dikit-dikit lah. Kalau s

menggoda lidahnya. Dan kandungan alkohol di dalamnya tetap membuatnya sadar me

ya sambil terus me

sojunya. "Duluan gih,

ke

melihat gerakan liar teman dan semua isi ruang

," ajak le

lan menggoda dan tatapan mengund

enandaskan isi gelas dengan satu teg

dua mereka menikmati musik dengan caranya. Bergerak liar terbahak dan bergembira. Alhokol da

saha menggapai bagian yang lain yang lebih pribadi. Gerakan tubuhnya pun mendekat dan mengundang. Awalnya Nayara memaklumi, ini memang tempat manusia-manusia liar

L

p hanya mengedikkan bahu lalu pergi. Mungkin mencari mangsa baru. Hal seperti itu biasa saja. Mereka hanya saling menebar jala. Jika ada yang terjerat, selanjutnya terserah mereka. Jika ada yang tidak setuju, semua bisa saja terjadi termasuk penolakan ala Nayara

teman-temannya langs

apa,

erlalu aktif. Dikasih s

emukan pasangannya. Meski beberapa dari mereka baru salin

n High Five." Ucapan dari salah satu temannya it

mpat kayak gini. Lu cari di masjid san

cuma mau senang-senang. Eh, t

h-jauh dari selangkangan buat ganti oli. Itu senang-senang ala cowok d

ayara b

ain te

n High Five." Seorang m

kepo pengin tau cowok kayak apa yang b

ra makin jengkel.

. Kalau sudah, lu bakal ketagihan dan

dildo pun jadi,"

ayara dengan prinsipnya ini. Mereka menganggap Nayara terlalu kol

a. Nayara tidak menceritakan semuanya. Yang mereka tahu hanya lapisan luar saja. Di dalam diri Nayara, apa pun itu, tidak ada satu pun dar

ata tidak menemukan ketenangan di temp

u ya." Dia lan

. Lu tuh ke club,

gantuk

nanti gue y

i berterima ka

*

tel, dia kemb

wh

li keputusan spontan

mana

papa Jaya-Satria Jayantaka, abangnya-yang dia pakai. Bukankah selama ini dia

menjadi sepe

kan dirinya bisa hidup

a

pun dia enggan. Dia selalu menyebut Harsa

embuat dia bisa tetap sadar memikirkan masa depannya di

ri papa Jaya. Alangkah lucunya jika dia tetap menikmati harta p

akan ada lag

idak tahu. Tapi dia yakin, harga kamar ini bisa ditukar ransum makan berhari-hari. Bahkan mungkin lebih lama jika dia bisa super berhema

Melihat lagi mamanya menangis seperti keledai bodoh yang jatuh berkali-kali di lubang yang sama. Merasai lagi atmosfer rumah yang penuh kehampaan dan terisi

ang sep

hidup yang

ai k

a

an kembali ke rumah dengan semua kemewahan yang ditawarkan papa Jaya. Dia lebih

ir dan merasai, Nayara jatuh

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Patah
Patah
“PRISHA Nayara, gadis pemberontak yang sulit diatur. Bekerja sebagai editor di Papyrus, platform kepenulisan milik Manggala Abipraya Sastradinata. Nayara yang keras kepala bertemu dengan Manggala yang dingin dan tak acuh. Itu awal pertemuan mereka. Lalu selanjutnya jalan nasib membimbing mereka ke takdir di masa depan yang ternyata memang tidak bisa lepas dari masa lalu. Kedua mereka membawa luka masing-masing. Luka yang membentuk mereka menjadi seperti sekarang. Keras dan dingin. Lalu kebersamaan membuat mereka saling mengobati luka itu. Tapi dunia tidak semudah itu untuk ditaklukkan. Kondisi berbalik. Dan mereka kembali harus saling menyembuhkan. Ini memang novel cinta. Tapi tanpa pernyataan cinta. Hanya ada rasa untuk mencintai diri masing-masing demi bisa mencintai pasangannya. ***”