icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Symphony Hati

Bab 5 SH - 5

Jumlah Kata:1402    |    Dirilis Pada: 18/01/2025

ana, ya? S

enyum lebar yang memamerkan barisan gigi putihnya. Mau tidak

u. Makasih, ya, sudah mau datang ma

dua tahun di atas Dayana. Kata Debby, mereka bertemu di klub sepeda sehat beberapa tahun lalu, da

kirnya, sahabatnya itu pasti lupa bahwa Dayana tidak punya 'orangtua'. Label nama itu ad

na bertanya, hanya basa-basi saja, karena to

trus Debby yang jadi koordinator wilayah," jaw

, biasanya waktu luan

ggak main game aja seharian." Jurus pertama Day

capek kerja, ya? Memangnya jam kerj

itul

an, dandanan Firman ini cukup oke. Style-nya meskipun casual tapi tetap rapi dengan kemeja lengan panjang dan celana denim gelap. Rambutnya juga disisi

nonton film nggak?"

yang benar-benar pengin saya tonton." Nah, kan? Dayana men

setelah ini?" t

film

ng tayang di bioskop beserta synopsis singkatnya. Agaknya,

ilm yang masuk daftar tontonnya. Sembari mendengarkan, tangan Dayana terulur untuk mengambil tisu.

pria itu, segera

rpantik dalam benak Dayana, tetapi dia buru-bu

ihan yang paling mendingan dibanding yang lain. Kebetulan ada bioskop di mall te

ekerjaannya. Dia juga cerita tentang keluarganya-Firman anak

yana? Ana

kakak perempuan. Tapi udah be

ang

etika merasakan sentuhan ti

yana. "Satu mati, sat

sudn

cinya. Dayana jarang merasa insecure atau kurang percaya diri, tetapi topik tentang kel

apa mau ikutan blind date kayak gini?"

sih, lagi banyak kasus yang harus ditangani di kantor. Jadi, wa

"Kalau Dayana? Debby bilang, Dayana mirip sama saya. Terlalu sib

dan kali ini sangat nyata. Firman benar-benar menyentuh pang

"Mlaaf, kayaknya nggak

?" tanya Fir

Dayana mengarang alasan. "Udah reservasi dari awal minggu. Yo

kotak tisu di restoran tadi sebenarnya sudah sempat membuat Dayana curiga. Pria itu sengaja menyentuh tangannya. Kecurigaannya terbukti dengan kelancangan Firman menyentuhnya tanpa izin. Dayana tidak

rkir di mal, Dayana menelepon Debb

ani grepe-grepe!" gerutu D

tanya Debby bingung. "Masa, sih?

sopan, tanga

n apa yang terjadi sebelu

t akrab aja, kal

? Biasanya lo sama Drey

uliah - Drey duduk di bangku SMA - laki-laki itu memang sering ikut nongkro

udah gue kenal sejak masih puber.

endengu

nal, Deb. Baru ketemu

yaaa. Oke, Firman nggak cocok? Tena

dam apa sih sama gue, Deb? Sep

jawab. "Sabar. Nanti lo bakal b

*

arsitek yang usianya dua tahun lebih muda dari Dayana. Konon, pria yang

ngan panjang. Rambutnya nggak bisa dibilang gondrong, tetapi dibiarkan memanjang hingga mencuat di bali

u ini. Mereka sudah ngobrol tentang banyak hal dan cukup nyambung, meski hal itu nggak lantas membuat Dayan

ng asing. "Kerjaan lumayan prospektif, tabungan ya cukup buat beli rumah minimalis modern. Rumah dan kendaraan sendiri juga

ang Ricky pikirkan ketika berangkat ke kafe tempat mereka janjian ketemu. Dayana penasaran, apa Diana bahka

ubungan yang serius, ya?" Da

, Day? Gue rasa, usia-usia kita ini kan

salaham fatal dalam diri Ricky seperti Firman. Dayana bahkan sempat berharap cukup banyak mereka bisa bert

spresi merasa bersalah yang dibuat-buat. Sebenarnya, dia ti

ba-tiba. So

lo ternyata begitu. Jujur aja, gue ter

i ua

, asalkan gue mau kencan buta. Lo pria kedua yang gue kencani sejauh ini. Yang pertama gagal total. Dan g

nikah

bingung, lalu terkejut,

santai aja, Day.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Symphony Hati
Symphony Hati
“Dayana tidak berencana menikah. Dia tidak ingin mengulang kesialan demi kesialan yang dialami oleh keluarganya. Rencana Dayana sejauh ini hanyalah kerja keras, menjadi kaya, dan menghabiskan masa tuanya di panti jompo. Dia tidak membutuhkan keluarga berikatan darah, karena dia punya sahabat-sahabat yang sempurna. Namun, ketika satu per satu sahabatnya menikah, mereka mulai mengkhawatirkan keputusan Dayana: mereka takut Dayana kesepian. Dengan barter sebuah uang sewa apartemen di kawasan strategis selama setahun, Dayana membiarkan teman-temannya mengatur kencan buta demi kencan buta dengan pria potensial. Sementara Dayana diam-diam, bagaimanapun caranya, membuat kencan-kencan itu tidak berhasil. Sampai akhirnya dia bertemu Naren, si pria berengsek yang disodorkan Debby–sahabatnya–yang kesal karena Dayana terus-terusan menolak pria-pria baik yang dia rekomendasikan. Sayangnya, Naren menawarkan sesuatu yang sulit Dayana tolak. Padahal pria itu jelas-jelas seperti papan peringatan "WASPADA" berjalan.”
1 Bab 1 SH - 12 Bab 2 SH - 23 Bab 3 SH - 34 Bab 4 SH - 45 Bab 5 SH - 56 Bab 6 SH - 67 Bab 7 SH - 78 Bab 8 SH - 89 Bab 9 SH - 910 Bab 10 SH - 1011 Bab 11 SH - 1112 Bab 12 SH - 1213 Bab 13 SH - 1314 Bab 14 SH - 1415 Bab 15 SH - 1516 Bab 16 SH - 1617 Bab 17 SH - 1718 Bab 18 SH - 1819 Bab 19 SH - 1920 Bab 20 SH - 2021 Bab 21 SH - 2122 Bab 22 SH - 2223 Bab 23 SH - 2324 Bab 24 SH - 2425 Bab 25 SH - 2526 Bab 26 SH - 2627 Bab 27 SH - 2728 Bab 28 SH - 2829 Bab 29 SH - 2930 Bab 30 SH - 3031 Bab 31 SH - 3132 Bab 32 SH - 3233 Bab 33 SH - 3334 Bab 34 SH - 3435 Bab 35 SH - 3536 Bab 36 SH - 3637 Bab 37 SH - 3738 Bab 38 SH - 3839 Bab 39 SH - 3940 Bab 40 SH - 4041 Bab 41 SH - 4142 Bab 42 SH - 4243 Bab 43 SH - 4344 Bab 44 SH - 4445 Bab 45 SH - 4546 Bab 46 SH - 4647 Bab 47 SH - 4748 Bab 48 SH - 4849 Bab 49 SH - 4950 Bab 50 SH - 5051 Bab 51 SH - 5152 Bab 52 SH - 5253 Bab 53 SH - 5354 Bab 54 SH - 5455 Bab 55 SH - 5556 Bab 56 SH - 5657 Bab 57 SH - 57