icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Symphony Hati

Bab 3 SH - 3

Jumlah Kata:1439    |    Dirilis Pada: 18/01/2025

, Day. Lo harus kenc

erasa pikirannya agak kurang jernih, sehingga tidak bisa menangkap ka

ah dirinya berusaha untuk memahami syarat D

at lo, tapi dengan syarat lo harus mau buat coba pacaran sama laki-laki." Debby terdiam

enduga sejak awal, pasti akan ada kej

ue kasih cuma-cuma. Lo pikir

at lain yang lebih mutu??" Dayana tidak terima

gue, syaratnya ya terserah gue!

pergi kencan? Deb, yang namanya tantangan i

Kalo menurut gue menguntungkan ya pasti gue tawarin dong. Ya

entara Lina dan Diana hanya tergelak, mereka sudah sering terlibat dalam permainan taruhan begini, namun belum perna

asuk akal bagi Dayana. Jika diibarat dengan sebuah nerac

untuk berpacaran dengan seseorang. Namun, prinsipnya itu bisa mudah dia tepikan, jika itu berarti uang dalam ju

mendapatkan keuntungan apa pun dari tantangan ini. Dan Dayana sudah belajar bahwa hal-hal baik yang terlalu banyak, biasan

an doang, kan?" tan

cinta, sensasi naik turun perasaan, jantung yang suka marathon sendiri gak j

o ngomong." Dayana melotot

a pun, kan? Terserah gue m

um. "Of cours

akan gue. Pasti ada maks

an nikah, kan?" Dayana bertanya cu

na. "Enggak, Sayangku, enggaaaak. Gue cuma mau supaya lo coba menj

tertentu? Mak

l siapin calon pacar potensial buat lo, yang kita jamin bibit, bebet, bobotnya oke. Jadi, tugas lo cuku

keras, kala otaknya menyimpulkan rentetan kalimat dalam pembicaraan mereka. "Anjir, lah! Ini kenapa gue berasa jadi kayak ope

ah, analoginya. Lo tuh nggak

Kan gue yang bakal kencan! Harusnya gue sendiri

, Dayyy," sambung Lina. "Kalau lo udah punya calon s

lo lo mau jalan sama laki-laki itu. Listen, Beb. Lo tuh kadang n

apa yang dia butu

-kadang ya begitulah pokoknya. Makanya, soal pilihan paca

h pilih dan nantinya ter

a laki-laki random kalau dibebasin. Jadi supaya fair, laki-laki

isi pikirannya dengan sangat tepat? Padahal sejak tadi dia berusaha untuk tidak mengeluarkan ekspre

sih berusaha membantah teman-temannya. "Nggak ada pacar, nggak ada patah hati. Simpel, kan? Lo s

na yang menjelaskan dengan bahasa yang l

a berkeluarga, Day," kata Lina. "Kita mau, selama lo nggak bisa ngumpul bar

*

u lorong otomatis menyala mengikuti sensor, saat Dayana memasuki apartemennya, lalu ke

pu balkon menembus dinding kaca yang ditutup tirai tipis, karena memang Dayana belum menutup tirai tebal jendelanya. Dayana menyeret tubuh lelahnya berd

alam posisi terlentang yang nyaman, dia memiringkan posisi tidurnya, menghadap tirai tipis yang menutupi dinding kaca ke ara

," bisiknya kepa

l karena seharian ini ia nyaris tidak berhenti bergerak. Bolak balik ke vanue klien dan harus mengurus beberapa dokumen ke kantor.

rekan-rekannya, mereka tidak bisa selalu bekerja di kantor. Mereka bekerja bisa dari mana saja, di mana pun suka-suka kliennya. Kadang di kantor klien, kadang di ven

ulan ini ia harus mondar-mandir ke lokasi-lokasi yang terkenal dengan kemacetannya, dan ditambah lagi dia tetap harus bolak-balik

dan memejamkan mata. Seketika

g paling cepat pukul delapan malam, a

a. Namun, jawabannya sangat mudah, tidak perlu berput

anpa harus membuat daftar mana yang perlu didahulukan. Dia ingin bisa check out ini itu di marketplace, tanpa harus nunggu gajian dulu. Dia ingin punya tempat pulang yang bebas ditata sesuka hati, tanpa h

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Symphony Hati
Symphony Hati
“Dayana tidak berencana menikah. Dia tidak ingin mengulang kesialan demi kesialan yang dialami oleh keluarganya. Rencana Dayana sejauh ini hanyalah kerja keras, menjadi kaya, dan menghabiskan masa tuanya di panti jompo. Dia tidak membutuhkan keluarga berikatan darah, karena dia punya sahabat-sahabat yang sempurna. Namun, ketika satu per satu sahabatnya menikah, mereka mulai mengkhawatirkan keputusan Dayana: mereka takut Dayana kesepian. Dengan barter sebuah uang sewa apartemen di kawasan strategis selama setahun, Dayana membiarkan teman-temannya mengatur kencan buta demi kencan buta dengan pria potensial. Sementara Dayana diam-diam, bagaimanapun caranya, membuat kencan-kencan itu tidak berhasil. Sampai akhirnya dia bertemu Naren, si pria berengsek yang disodorkan Debby–sahabatnya–yang kesal karena Dayana terus-terusan menolak pria-pria baik yang dia rekomendasikan. Sayangnya, Naren menawarkan sesuatu yang sulit Dayana tolak. Padahal pria itu jelas-jelas seperti papan peringatan "WASPADA" berjalan.”
1 Bab 1 SH - 12 Bab 2 SH - 23 Bab 3 SH - 34 Bab 4 SH - 45 Bab 5 SH - 56 Bab 6 SH - 67 Bab 7 SH - 78 Bab 8 SH - 89 Bab 9 SH - 910 Bab 10 SH - 1011 Bab 11 SH - 1112 Bab 12 SH - 1213 Bab 13 SH - 1314 Bab 14 SH - 1415 Bab 15 SH - 1516 Bab 16 SH - 1617 Bab 17 SH - 1718 Bab 18 SH - 1819 Bab 19 SH - 1920 Bab 20 SH - 2021 Bab 21 SH - 2122 Bab 22 SH - 2223 Bab 23 SH - 2324 Bab 24 SH - 2425 Bab 25 SH - 2526 Bab 26 SH - 2627 Bab 27 SH - 2728 Bab 28 SH - 2829 Bab 29 SH - 2930 Bab 30 SH - 3031 Bab 31 SH - 3132 Bab 32 SH - 3233 Bab 33 SH - 3334 Bab 34 SH - 3435 Bab 35 SH - 3536 Bab 36 SH - 3637 Bab 37 SH - 3738 Bab 38 SH - 3839 Bab 39 SH - 3940 Bab 40 SH - 4041 Bab 41 SH - 4142 Bab 42 SH - 4243 Bab 43 SH - 4344 Bab 44 SH - 4445 Bab 45 SH - 4546 Bab 46 SH - 4647 Bab 47 SH - 4748 Bab 48 SH - 4849 Bab 49 SH - 4950 Bab 50 SH - 5051 Bab 51 SH - 5152 Bab 52 SH - 5253 Bab 53 SH - 5354 Bab 54 SH - 5455 Bab 55 SH - 5556 Bab 56 SH - 5657 Bab 57 SH - 57