icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu

Bab 3 Istrimu tidak menunda kehamilan, 'kan

Jumlah Kata:1021    |    Dirilis Pada: 06/01/2025

membelalakkan matanya. Tidak percaya melihat jumlah

milyar untuk menikah kontrak dengan Pak Arsenio?!" Adelia ma

n kepalanya. "Dan di situ pun tertulis Pak Arsenio tidak akan melakukan kontak fisik dengan

gkin berjauh-jauhan. Kalian harus bersikap roman

Dia hanya memperhatikan Adelia. Sesekal dia men

endengar ucapan Bagas. "Dasar orang kaya malah bu

at Pak Arsenio pun jangan melanggar perjanjian k

ggarnya! Ada-ada saja k

ja. Tidak usah marah begitu," kesal Adelia

*

ang sedang menjahit. Dia lalu mengambil kursi plastik dan d

elia juga tidurnya di kediaman Bu Martha." Adelia berucap deng

h kerja di toko online?" Wulan menoleh ke

mulai jam enam sore. Lagian kerjanya cuma bersih-bersih rumah doang

k mau kamu terlalu menguras tenaga hanya untuk mencari uang, nanti kamu k

ama Bu Martha kalau Adel mau kerja di rumahnya. Lagian Bu M

apek berhenti jangan dipaksakan. Ibu tidak ma

akan memberi hormat. "Tenang saja, Bu. Adel akan menjag

ikan wajah Adelia. "Iya.Ibu doakan semoga kamu

ri duduknya lalu memeluk belakang tu

g mengusap pipi sang anak

*

Dia sedang bermain ponsel. Tidak lam

an kamu itu siapa. Kamu terlahir dari orang kaya dan peker

asih ingat. Pak Arsenio t

Sebentar lagi aku mau menjemput mama ke bandara. Kamu

kan ikut. Lagian buat apa aku

depan mamaku kamu harus panggil aku sayang. Jangan k

," jawab

ulu." Arsenio beranjak

mau kaya di novel-novel, mertua julid sama menant

*

alam perjalanan

Martha, "dan kenapa menikahnya mendadak tidak dirayakan lagi? Kamu in

Ma. Sudahlah, Ma yang terpenting sekarang omongan, Mama tuh terbantahkan. A

h di mana muka Mama kalau kamu ternyata pencinta sesama jenis. Mama sekarang suda

ran, Mama terlalu jauh." Ars

ya menantu Mama bagaimana cantik tidak? Anak Mama, 'kan ta

yakin Mama pasti suka sama

ama. Oh iya, Arsen kamu harus cepat-cepat kasih cucu

iku harus menunda kehamilan," kata Arse

buat kamu dan istrimu. Semoga istrimu cepat hamil dan k

karena telah berbohong sama Mama. Maafkan Arsenio, M

*

nyambut kedatangan Bu Martha sambil tersenyum. Dal

li kamu." Bu Martha memegang dagu

ean. Mama istirahat, ya." Adelia memegang le

mar. Biar Adel yang mengantar M

erdua. Kalian, 'kan pengantin baru. Jadi Mama pengen ngobrol-ngobrol

ingan, Mama istirahat d

pengen ngobrol sama kalian. Siapa

dengan ucapan Bu Martha. Mereka ke

a solusi apa, Ma?

salah b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Bos Anda sangat menyeramkan2 Bab 2 Saya tidak mau melayani Pak Arsenio di atas ranjang3 Bab 3 Istrimu tidak menunda kehamilan, 'kan 4 Bab 4 Arsen kuat, 'kan di atas ranjang 5 Bab 5 Aku ingin sekali bercinta6 Bab 6 Menjadi Boomerang7 Bab 7 Cantik-cantik ternyata tukang tipu8 Bab 8 Aku membutuhkanmu9 Bab 9 Kenapa kamu gegabah 10 Bab 10 Ini semua kesalahan mamamu11 Bab 11 Nanti ketularan apesnya12 Bab 12 Lebih tampan siapa 13 Bab 13 Batalkan pernikahannya!14 Bab 14 Anak itu mirip sekali denganku15 Bab 15 Jangan pernah meninggalkanku16 Bab 16 Aku harus mendapatkan Adelia kembali17 Bab 17 Dianggap menghilang tak tersisa18 Bab 18 Adelia benar-benar membuangku ke laut19 Bab 19 Jangan sampai suamimu tahu sendiri20 Bab 20 Kamu mau menghancurkan rumah tanggaku 21 Bab 21 Kamu tidak menginginkan Giovanni22 Bab 22 Seandainya waktu dapat kuputar23 Bab 23 Pikir-pikir dulu24 Bab 24 Tetap dengan pendiriannya25 Bab 25 Ada apa di antara mereka 26 Bab 26 Benar-benar bodoh27 Bab 27 Aku belum siap mengatakannya28 Bab 28 Pantas saja kamu masih membenciku29 Bab 29 Aku yang gigit jari30 Bab 30 Lagi hamil jangan banyak marah31 Bab 31 Papanya Giovanni hanyalah Vino32 Bab 32 Jaga diri kamu baik-baik33 Bab 33 Sangat kritis34 Bab 34 Papa harus sembuh35 Bab 35 Kritis lagi36 Bab 36 Kamu suami terbaik37 Bab 37 Sangat merindukannya38 Bab 38 Membawa wanita asing39 Bab 39 Bukan keturunan darah biru40 Bab 40 Aku begitu tertantang41 Bab 41 Vino sudah tahu42 Bab 42 Mama terlalu egois43 Bab 43 Takdir harus seperti ini44 Bab 44 Bukan keturunan orang kaya45 Bab 45 Dia lelaki normal, 'kan 46 Bab 46 Apa urusannya sama aku47 Bab 47 Permintaan konyolmu itu48 Bab 48 Bisa-bisanya menggoda anakku!49 Bab 49 Awasi saja dia!50 Bab 50 Ma. Please jangan paksa Arsen51 Bab 51 Bad mood52 Bab 52 Ingin persetujuan kamu dulu53 Bab 53 Mamamu payah54 Bab 54 Mau kawin lari55 Bab 55 Kamu tolak keinginan anak Tante56 Bab 56 Sepasang kekasih57 Bab 57 Sudah buat malu58 Bab 58 Dasar lelaki sialan!59 Bab 59 Pernah mengisi hatimu60 Bab 60 Bisa-bisanya aku gugup61 Bab 61 Wajahmu mesum sekali62 Bab 62 Kamu harus aku hukum63 Bab 63 Papa sudah tenang di sana