icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Fate That Bind Us

Bab 4 4. Kakimu pendek sih, pasti jarang olahraga

Jumlah Kata:866    |    Dirilis Pada: 17/01/2025

tak di daerah Salizada San Lio, 5576. Begitu tiba, mereka disambut oleh air

natap air mancur cokelat itu seperti anak kecil di d

membuka pintu toko. Freya meng

g staf toko wanita dengan nampan berisi sampel kue dan cokelat menyapa mereka. Tepatnya, menyapa Aideen saj

mua mata selalu tertuju ke dia?" pikirnya kesal. Ia m

pir tertawa. Namun, ia menahan diri dan memasang wajah d

bil menyerahkan sampel cokel

i nanti nggak enak. Takut diusir dari toko," ucapnya d

cokelat itu ke mulut Freya. Entah dorongan dari mana Aideen denga

tapan tajam dari Aideen. "Ya Tuhan, serem banget, kayak mata mafi

nyanya dengan mul

atu yang pernah ia pedulikan. "Itu kan sampel,

ulutnya. Ia memutuskan untuk melihat-lihat barang di toko te

i sepertinya enak," gumamnya sambil memegang sebuah kotak cokelat. "Tapi

at dan sekantong kopi dengan harga masing-masing 10 Eu

anyak berpikir. Freya hanya meliriknya sekilas sambil menggeleng pelan. "Itu

e toko cukup jauh, ditambah berkeliling di dalam toko, membuat kaki Freya t

h. Langkahnya susah kuiku

en," panggil Freya setengah berteriak, menghentik

di belakang. Dengan dahi berkerut, ia meng

Freya sambil mendongak, memasang puppy

ujar Aideen dengan nada datar. Freya hanya b

mereka. "Kita istirahat di sana saja," ka

ar ke kanal," gerutunya sambil mengejar Aideen dengan langkah terseok-se

reya masuk. "Lelet," sindirnya dengan nad

un, sebelum Freya sempat membuka mulut, Aidee

Itu pasti mahal, Aideen! Aku nggak punya cukup uang

budget, atau nggak ada uang? Nikmati saj

m Aideen membuatnya bungkam. Ia menyerah.

ahap. Perutnya yang lapar membuat semua makanan terasa luar biasa.

u bertanya?" tanya F

pa

an manis? Boleh nggak cake cokelatnya

gangguk. "

senyum lebar dan mulai menikmatinya. "Ena

s menjaga pola makan untuk menjaga bentuk tubuh mereka. Tapi kamu

bih dari 821 juta orang menderita kelaparan di dunia. Masa aku harus membuang mak

penjelasan sederhana Freya. "Kalau begi

uhan di daerah kami," jawab Freya. "Nggak

ia temui. Cara berpikirnya sederhana, blak-blakan, dan penuh kehangatan. T

e con

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Fate That Bind Us
The Fate That Bind Us
“"Apakah semua yang terjadi pada diriku saat ini adalah takdirku? Jika ya, aku akan menerimanya, baik itu takdir baik maupun buruk, karena aku yakin ada hikmah di balik semuanya." Freya percaya bahwa setiap peristiwa dalam hidup memiliki tujuan, meski terkadang datang dalam bentuk luka. Perjalanan yang seharusnya menjadi momen romantis ke Venesia bersama kekasih berubah menjadi mimpi buruk saat ia menemukan pengkhianatan yang menyakitkan. Rasa sedih dan frustrasi menghantuinya, namun ia memutuskan untuk tetap berangkat. Ia butuh waktu untuk menyembuhkan dirinya sendiri-sendirian. Namun, hidup memiliki caranya sendiri untuk memberikan kejutan. Ketika Freya mencoba menikmati pagi yang damai di Venesia, ia tak sengaja menabrak seseorang di sebuah jalan kecil. Ice cappuccino latte yang ia genggam tumpah, membasahi bajunya, dan mempermalukannya di depan pria asing yang ternyata... sangat memikat. Awalnya, hanya obrolan ringan. Namun, seiring waktu, mereka berbagi cerita-tentang kehilangan, impian, dan bagaimana menemukan diri sendiri di tengah reruntuhan hati. Dalam kota yang penuh keajaiban dan keindahan, Freya perlahan menyadari bahwa perjalanan ini lebih dari sekadar pelarian. Venesia menjadi saksi bagaimana ia belajar memaafkan, membuka hatinya kembali, dan menemukan bahwa mungkin, takdir memang selalu punya rencana yang indah, meskipun awalnya terasa seperti mimpi buruk. Di tengah jembatan, kanal, dan gondola yang memantulkan cahaya matahari, akankah Freya menemukan cinta yang baru? Atau mungkin, cinta sejati yang sesungguhnya adalah saat ia mulai mencintai dirinya sendiri?”