icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pesona Presdir Posesif

Bab 2 Jebakan yang Tak Terhindarkan

Jumlah Kata:894    |    Dirilis Pada: 17/12/2024

tu ingin menembus ke dalam jiwanya yang hancur. Matanya masih berat, tubuhnya lelah, dan pikirannya berkelindan antara penyesalan dan kebingungannya sendiri. Ia menatap sekelil

ja pada seorang pria yang baru dikenalnya. Pada Kian. Bagaimana ia mengabaikan setiap perasaan yang

a itu mengingatkannya pada sesuatu yang tak ingin ia ingat-pada Kian. Pria itu, yang dengan mudahnya mampu membuatnya menyerah pada godaan yan

tu penuh pesona, seolah Kian tahu bahwa dia sedang berada di ambang kehancuran. "Malam

rasa takut itu kembali muncul. Bagaimana bisa ia begitu mudah terperangkap dalam pesona seorang pria ya

kenyataan bahwa ia telah melakukannya-ia telah tidur bersama Kian. D

ng. Namun, sebelum ia sempat beranjak, ponselnya berdering. Adira mengerutkan kening, melihat nama yang

asa terjepit di antara rasa bersalah dan r

elinga, dalam dan menggoda, seperti s

tinya berdegup keras. "Kian, aku... aku tidak tahu apa yang terjadi kemarin malam,"

Apa yang terjadi kemarin malam, Adira, adalah sesuatu yang sudah lama kita berdua ingi

nar. Tidak seharusnya dia merasa terikat dengan pria itu. Tetapi, dalam hatinya, ada perasaan yang tidak bisa ia hin

," akhirnya Adira berkata, suaranya hampir patah. "Aku mer

nya. "Tidak ada yang hilang dari dirimu, Adira. Justru, kini kau lebih hidup dari sebelumnya, bukan?

salannya terhadap apa yang telah terjadi. Rasa takut juga merayapi dirinya. Dia merasa terperangkap dalam ce

an suara serak, mengumpulkan keberanian yang tersisa di da

n kau sudah menjadi bagian darinya. Aku ingin kau berada di sisiku, mengerti? Kau akan bekerja sama

yang dia katakan? Apa maksudnya? Mengap

a. "Aku akan memastikan kita bertemu lagi, Adira. Dan saat itu terjadi, kau akan

ntuk menentang. Ada kekuatan dalam suara itu, dalam cara dia berbicara, yang s

an pikiran yang kacau. "Kian, apa y

ebih penuh tekad. "Aku ingin semuanya, Adira. Aku ingin kau berada di bawah kendaliku

rlalu, semakin jelas bahwa dirinya sudah terperangkap dalam perangkap yang tidak bisa ia hindari. Ia merasa d

" suara Kian bergema dalam telinga Adira

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pesona Presdir Posesif
Pesona Presdir Posesif
“Setelah patah hati karena kekasih yang telah dia cintai bertahun-tahun memutuskan untuk menikahi sahabatnya, Adira merasa dunia runtuh. Rasa kehilangan itu begitu dalam, membuatnya kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dalam keadaan terpuruk, ia memilih untuk melampiaskan kesedihannya dengan cara yang sangat destruktif. Di sebuah bar yang remang-remang, ia bertemu dengan seorang pria, tampan, misterius, dan penuh pesona. Pria itu memperkenalkan diri sebagai Kian, seorang gigolo yang selalu siap menemani wanita yang terluka. Namun, setelah berakhir dengan malam yang penuh emosi dan kesalahan, Adira merasa hancur. Pagi harinya, dia melarikan diri dari hotel tanpa meninggalkan jejak, hanya meninggalkan sejumlah uang di atas meja untuk membayar jasa pria itu. Dia merasa cemas dan merasa kotor, seolah telah kehilangan dirinya dalam pelukan seorang pria yang tak ia kenal. Namun, tak disangka, pada hari pertama mengajar sebagai dosen di kampus, Adira bertemu lagi dengan Kian. Lebih mengagetkan lagi, pria itu adalah ayah dari salah satu mahasiswanya! Dan ternyata, Kian bukan hanya seorang gigolo, tapi seorang Presiden Direktur yang memiliki kekuatan luar biasa dalam dunia bisnis. Situasi semakin rumit ketika Kian mendekatinya dengan sebuah tawaran yang tidak bisa dia tolak: sebuah sandiwara yang harus mereka jalani bersama. Sebuah permainan yang akan mengikat mereka berdua dalam sebuah kebohongan yang semakin membuat Adira terperangkap dalam pesona pria itu. Sanggupkah Adira bertahan, atau ia akan tenggelam lebih dalam dalam pesona posesif Kian yang mematikan?”
1 Bab 1 hanya menambah kesedihan2 Bab 2 Jebakan yang Tak Terhindarkan3 Bab 3 sebuah mimpi buruk yang tak pernah berakhir4 Bab 4 menyerahkan dirinya pada Kian5 Bab 5 Setiap kata yang diucapkan Kian terasa seperti belati6 Bab 6 Kian tidak berkata sepatah kata pun7 Bab 7 Apakah ia sudah kalah sebelum sempat bertarung 8 Bab 8 Ketika Dunia Berputar Terbalik9 Bab 9 setiap tarikan udara terasa semakin sesak di dada10 Bab 10 Dilema yang Tak Terucapkan11 Bab 11 Cinta yang menjadi penjara12 Bab 12 Adira merasa seperti dunia di sekelilingnya mulai mengabur13 Bab 13 membekas dalam jiwa yang semakin terhimpit14 Bab 14 mencintaimu seperti dulu15 Bab 15 harus mengorbankan kebebasannya untuk mencintainya16 Bab 16 Setiap detik terasa seperti perjuangan17 Bab 17 Di tengah debur ombak18 Bab 18 Kesunyian yang Menghancurkan19 Bab 19 Jatuh Dalam Cinta yang Terlambat20 Bab 20 melindunginya dari ketakutannya sendiri21 Bab 21 ada sedikit kenyamanan dalam hubungan ini22 Bab 22 Mengukir Janji dalam Duka23 Bab 23 dia merasa tidak perlu takut24 Bab 24 hatinya yang penuh dengan keraguan25 Bab 25 Adira merasa dunia seakan berhenti berputar26 Bab 26 membuat dadanya kembali berdebar27 Bab 27 Kian ada di sana28 Bab 28 Tidak peduli apa yang terjadi29 Bab 29 menutup diri30 Bab 30 ketakutan, adalah sesuatu yang bisa dia jalani-bersama Kian