icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pesona Presdir Posesif

Bab 5 Setiap kata yang diucapkan Kian terasa seperti belati

Jumlah Kata:1022    |    Dirilis Pada: 17/12/2024

iap kata yang diucapkan Kian terasa seperti belati yang terus menancap dalam hati dan pikirannya. Ia tahu ia harus memilih, t

tu, pada keputusan bodoh yang ia buat, pada pria yang sudah mengubah segalanya dalam hidupnya. Kian bukan hanya seorang lelaki yang menggoda-dia adalah seseorang yang bisa melihat kedalaman dir

n di sini, lebih lama dari yang kau bayangkan." Kalimat itu kembali terng

awaran yang terasa seperti sebuah ancaman, meski disembunyikan dalam kata-kata halus. Adira merasakan d

akut akan apa yang akan terjadi jika ia mencoba untuk melawan permainan Kian. Tidak ada jaminan ia akan selamat. Tidak

uaranya hampir tak terdengar, penuh kebingungan dan kehampaan.

kampus. Semua terasa sepi, sunyi, seperti dunia di luar sana tidak pernah ada. Hanya ada dirinya, d

ebingungan, terlalu banyak rasa takut yang menyelimuti hatinya. Di hadapannya berdiri Kian, wajahnya tak tergoyahkan, dengan tatapan yang s

yang terjadi dalam diri Adira. "Tapi kau harus mengerti. Ini bukan tentang memilih atau tidak. Ini tentang be

ngin berteriak, melawan, tetapi rasa takut itu datang begitu cepat, seolah tak ada jalan keluar dari jebakan ini. Kian tahu cara mengikatny

ngeluarkan kata-kata itu, suaranya serak dan hampir te

ra. Ada jarak yang tipis antara mereka, tetapi dalam jarak itu ada sesuatu yang jauh lebih menakutkan-sebuah koneksi yang tak bisa dij

. "Aku tahu bahwa kau tidak bisa lari dari apa yang kita miliki. Kita terhubung lebih da

tumpah. "Kau salah, Kian," ucapnya dengan suara yang penuh kebingungan

yang terbungkus dalam sebuah permainan. "Kau masih belum mengerti," jawabnya pelan, hampir sepe

api dalam hatinya, ada bagian yang menginginkan Kian-mengharapkan sesuatu yang lebih dari sekadar dunia yang membosankan ini. Ia mengin

yang membakar, meninggalkan jejak panas di kulitnya. "Aku ingin kamu tahu

sesuatu yang jauh lebih gelap. "Apa yang kau inginkan dariku, Kian?" tanyanya dengan suara yang peca

wanita itu. "Aku hanya ingin kamu, Adira. Aku ingin kau menyadari bahwa dunia ini buka

itu dekat, sudah menguasai segala hal dalam dirinya. Ia tahu bahwa ia sudah kehilangan kendali,

ia rasakan-ia sudah jatuh, jauh ke dalam dunia yang Kian ciptakan untuknya. Dunia di mana

tak terdengar, namun penuh dengan penyerahan. "Ak

emenangan, dan dalam senyum itu, Adira ta

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pesona Presdir Posesif
Pesona Presdir Posesif
“Setelah patah hati karena kekasih yang telah dia cintai bertahun-tahun memutuskan untuk menikahi sahabatnya, Adira merasa dunia runtuh. Rasa kehilangan itu begitu dalam, membuatnya kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dalam keadaan terpuruk, ia memilih untuk melampiaskan kesedihannya dengan cara yang sangat destruktif. Di sebuah bar yang remang-remang, ia bertemu dengan seorang pria, tampan, misterius, dan penuh pesona. Pria itu memperkenalkan diri sebagai Kian, seorang gigolo yang selalu siap menemani wanita yang terluka. Namun, setelah berakhir dengan malam yang penuh emosi dan kesalahan, Adira merasa hancur. Pagi harinya, dia melarikan diri dari hotel tanpa meninggalkan jejak, hanya meninggalkan sejumlah uang di atas meja untuk membayar jasa pria itu. Dia merasa cemas dan merasa kotor, seolah telah kehilangan dirinya dalam pelukan seorang pria yang tak ia kenal. Namun, tak disangka, pada hari pertama mengajar sebagai dosen di kampus, Adira bertemu lagi dengan Kian. Lebih mengagetkan lagi, pria itu adalah ayah dari salah satu mahasiswanya! Dan ternyata, Kian bukan hanya seorang gigolo, tapi seorang Presiden Direktur yang memiliki kekuatan luar biasa dalam dunia bisnis. Situasi semakin rumit ketika Kian mendekatinya dengan sebuah tawaran yang tidak bisa dia tolak: sebuah sandiwara yang harus mereka jalani bersama. Sebuah permainan yang akan mengikat mereka berdua dalam sebuah kebohongan yang semakin membuat Adira terperangkap dalam pesona pria itu. Sanggupkah Adira bertahan, atau ia akan tenggelam lebih dalam dalam pesona posesif Kian yang mematikan?”