icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Direndahkan Oleh Keluarga Suami

Bab 3 konflik batin Jasmine dan Ardan

Jumlah Kata:763    |    Dirilis Pada: 14/12/2024

yur jendela kaca rumah mereka seperti titisan air mata dari langit. Suara gemericik hujan itu seolah menyanyikan lagu kesedihan yang sudah begitu akrab di telinganya. Dia m

hujan di luar. Setiap kali Jasmine menatapnya, ada rasa sakit yang mengusik di dada Ardan, seakan setiap detik yang berlalu adalah siksaan karena dia tahu dia tel

tahu bahwa aku tidak pernah bermaksud...," Ardan menghela napas berat, menatap meja d

angat dan senyum di wajah Ardan, yang akan memberinya semangat untuk menghadapi apapun. Tapi sekarang, aroma teh yang seharusnya menenangkan itu malah mengingatkanny

ine berbicara, suaranya lemah, tetapi tegas. "Aku hanya i

tuh lagi, seakan menghindari kenyataan. "Jasmine, kau tahu aku tidak bisa melakukannya," katanya, suar

yuman, perhatian yang hanya diberikan saat orang lain melihat-semua itu mengalir dalam darah mereka seperti racun. Ardan

idak bercahaya, hanya ada sisa-sisa harapan yang kini tinggal abu. "Kau tidak p

i kata-kata itu hilang di udara. Hatinya terbelah, sebuah luka yang seakan tidak bisa disembuhkan. Tetapi Jasmine, dalam kebisuan

epat seakan tidak peduli dengan kesedihan yang melanda rumah ini. Jasmine ingin berteriak, melawan dunia yang terus bergerak tanpa menghiraukan penderitaan yang di

an suami yang baik, tetapi aku bisa berubah," katanya dengan suara yang penuh harap

mine melihat lebih dari sekadar penyesalan. Dia melihat ketakutan-takut kehilangan, takut menghadapi

"Aku ingin kau berubah untuk dirimu sendiri. Aku tidak bisa menjadi alasan kau mencari kebahag

sa kosong. Dia ingin menggapai tangan Jasmine, meminta dia untuk tetap di sini, untuk memberinya kesempat

ju pintu. Di belakangnya, Ardan masih berdiri dengan kebisuan yang memekakkan telinga, matanya memandangi punggung Jasmine hingga hilang d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
“Jasmine Bintang terlahir dengan keterbatasan fisik yang membuatnya sulit untuk menerima dunia di sekitarnya. Tumbuh dalam keluarga yang penuh tekanan dan kerap disisihkan, Jasmine sering merasa sepi. Ibu kandungnya, Lestari, yang selalu memandangnya dengan mata penuh kecewa, menyulut rasa tidak berharga dalam dirinya. Meskipun demikian, Jasmine mencoba membangun hidup di luar bayangan kegelapan itu dengan menikahi Ardan Mahendra, seorang pria tampan dan sukses, yang memiliki karisma memikat dan senyum yang bisa menenangkan jiwa siapa pun. Namun, tak ada yang tahu bahwa Ardan, di balik senyum dan kepura-puraannya, menyimpan cinta yang jauh dari tulus. Keluarga Ardan, yang berasal dari golongan elit, memperlakukan Jasmine seperti perhiasan yang rusak, menghina dan mengabaikannya setiap kali kesempatan muncul. Meskipun Jasmine berusaha keras untuk membuktikan diri, rasa sakit itu tetap menusuk dan membuatnya ingin menyerah. Suatu hari, Anindya, wanita yang pernah menjadi cinta pertama Ardan, muncul kembali, seakan angin yang membawa badai. Dengan sikap angkuh, Anindya berdiri di depan Jasmine, mengumumkan dengan suara yang penuh keyakinan dan tawa sarkastik, "Kamu tidak pernah merasakan cinta yang sejati, bukan? Apa Ardan pernah berkata bahwa dia mencintaimu? Haha, ketika aku bersamanya dulu, setiap hari dia berkata bahwa dia tak bisa hidup tanpaku." Kata-kata itu bagaikan pisau yang menghujam jantung Jasmine. Selama ini, dia hidup dalam kebohongan, memaksa dirinya untuk percaya bahwa cinta itu nyata, meskipun semua tanda menunjukkan sebaliknya. Dalam diam, Jasmine menyadari bahwa dia telah mengorbankan kebahagiaan sejatinya demi seseorang yang tak pernah memandangnya dengan cinta tulus. Jasmine memutuskan untuk melepaskan Ardan, memberi kebebasan padanya untuk mengejar kebahagiaan yang sebenarnya. Namun, Ardan menolak untuk melepaskan Jasmine begitu saja. Dia menatap Jasmine dengan mata yang penuh amarah dan sesal, lantas mengucapkan dengan suara berat, "Mau bercerai? Tidak ada satu pun langkah yang bisa kau ambil tanpa melewati mayatku, Jasmine." Namun, dengan air mata yang menetes di pipi, Jasmine menyuarakan keinginannya dengan nada yang tidak pernah dia miliki sebelumnya. "Kita harus berpisah, Ardan. Maaf telah membuang waktu kita berdua selama ini."”
1 Bab 1 Citra yang Retak2 Bab 2 Pilihan yang Terpaksa3 Bab 3 konflik batin Jasmine dan Ardan4 Bab 4 pertemuan pertama dengan Aiden5 Bab 5 belajar untuk menerima kenyataan6 Bab 6 Keberanian yang Terlahir Kembali7 Bab 7 Angin sore yang berhembus8 Bab 8 emosional antara Jasmine dan Ardan9 Bab 9 keberanian untuk mencintai lagi10 Bab 10 membangun kembali kepercayaan dan cinta11 Bab 11 Ardan untuk melawan ketakutan mereka12 Bab 12 tidak datang dari kepastian13 Bab 13 Gemintang terlihat samar di balik kabut tipis14 Bab 14 cinta tidak selalu tentang memiliki15 Bab 15 Jasmine menghapus air matanya16 Bab 16 berjanji untuk saling menguatkan17 Bab 17 badai itu hanya semakin keras18 Bab 18 meninggalkan langit yang perlahan-lahan cerah19 Bab 19 Seperti hujan yang telah mereda20 Bab 20 sudah cukup untuk memulai21 Bab 21 suara burung yang bernyanyi di kejauhan22 Bab 22 menyimpan sisa-sisa awan kelabu23 Bab 23 Cinta yang menjadi pelita24 Bab 24 air mata kebahagiaan25 Bab 25 Jasmine tahu bahwa apa pun yang terjadi26 Bab 26 memiliki kekuatan untuk terus melangkah27 Bab 27 tidak ada yang bisa merusak kebahagiaan28 Bab 28 Jasmine merasa satu lapisan berat dalam dirinya mulai terlepas29 Bab 29 setiap langkah akan membawa mereka lebih dekat30 Bab 30 Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menjelaskan31 Bab 31 bekerja keras untuk mencapainya