icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Direndahkan Oleh Keluarga Suami

Bab 5 belajar untuk menerima kenyataan

Jumlah Kata:846    |    Dirilis Pada: 14/12/2024

unyian, menghindari rumah yang kini terasa seperti tempat yang penuh kenangan buruk. Namun, di dalam dirinya, ada sesuatu yang baru, sesuatu yang mulai tumbuh dan berakar-h

gan senyuman yang ramah, membawa secangkir kopi hangat di tangannya, seolah ingin menenangkan Jasmine dengan kehadirannya. Mereka berbicara tentang hal-hal kecil, te

uatu sore, matanya menatap Aiden dengan rasa ingin t

ikir, kalau aku bisa mencari tempat yang sepi, aku bisa melupakan semuanya. Tapi aku sadar, itu tidak cukup. Kadang, yang kita

merasa seperti dia bisa mengenal Aiden lebih dalam, meskipun mereka hanya berbagi momen-momen singkat di taman y

anya, suaranya lembut seperti angin sore.

engungkapkan semua kepedihan dan rasa sakit yang dia rasakan, tetapi masih ada ketakutan dalam diriny

s mulai dari mana," katanya

mberi kekuatan dalam diam. "Tidak apa-apa, Jasmine. Tida

ih, seperti pelindung yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Tidak ada kata-kata, hanya ada isak tangis yang menggema di sekeliling mereka, di

uara tangisnya membuat dadanya sakit. "Ardan, rumah ini, hidupku... semuanya t

Kadang, kita harus merasakan kehilangan untuk benar-benar mengerti apa yang

asa aman, seperti dia tidak sendirian di dunia ini. "Kau benar," katanya dengan suara pelan. "Aku merasa seperti aku sudah lama terjebak

an. "Kau lebih kuat dari yang kau kira, Jasmine. Aku bis

rasakan sebelumnya, rasa ingin percaya, rasa ingin mencoba lagi. Dia tahu, meskipun jalan di depan masih penuh dengan rintangan, ada sesuatu y

kembali turun menambah berat perasaan di dadanya. Dia merasakan kekosongan yang seakan menghimpitnya, rasa sakit yang seharusnya dia rasakan sejak lama. Dia tahu, m

nyian kebebasan. Dia tahu ini baru permulaan, dan meskipun tidak ada yang bisa menghapus rasa sakit yang telah tertinggal, ada satu hal yang pasti-d

Dia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi dia tahu satu hal-dia sudah memulai perjalanan untuk menemukan dirin

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
“Jasmine Bintang terlahir dengan keterbatasan fisik yang membuatnya sulit untuk menerima dunia di sekitarnya. Tumbuh dalam keluarga yang penuh tekanan dan kerap disisihkan, Jasmine sering merasa sepi. Ibu kandungnya, Lestari, yang selalu memandangnya dengan mata penuh kecewa, menyulut rasa tidak berharga dalam dirinya. Meskipun demikian, Jasmine mencoba membangun hidup di luar bayangan kegelapan itu dengan menikahi Ardan Mahendra, seorang pria tampan dan sukses, yang memiliki karisma memikat dan senyum yang bisa menenangkan jiwa siapa pun. Namun, tak ada yang tahu bahwa Ardan, di balik senyum dan kepura-puraannya, menyimpan cinta yang jauh dari tulus. Keluarga Ardan, yang berasal dari golongan elit, memperlakukan Jasmine seperti perhiasan yang rusak, menghina dan mengabaikannya setiap kali kesempatan muncul. Meskipun Jasmine berusaha keras untuk membuktikan diri, rasa sakit itu tetap menusuk dan membuatnya ingin menyerah. Suatu hari, Anindya, wanita yang pernah menjadi cinta pertama Ardan, muncul kembali, seakan angin yang membawa badai. Dengan sikap angkuh, Anindya berdiri di depan Jasmine, mengumumkan dengan suara yang penuh keyakinan dan tawa sarkastik, "Kamu tidak pernah merasakan cinta yang sejati, bukan? Apa Ardan pernah berkata bahwa dia mencintaimu? Haha, ketika aku bersamanya dulu, setiap hari dia berkata bahwa dia tak bisa hidup tanpaku." Kata-kata itu bagaikan pisau yang menghujam jantung Jasmine. Selama ini, dia hidup dalam kebohongan, memaksa dirinya untuk percaya bahwa cinta itu nyata, meskipun semua tanda menunjukkan sebaliknya. Dalam diam, Jasmine menyadari bahwa dia telah mengorbankan kebahagiaan sejatinya demi seseorang yang tak pernah memandangnya dengan cinta tulus. Jasmine memutuskan untuk melepaskan Ardan, memberi kebebasan padanya untuk mengejar kebahagiaan yang sebenarnya. Namun, Ardan menolak untuk melepaskan Jasmine begitu saja. Dia menatap Jasmine dengan mata yang penuh amarah dan sesal, lantas mengucapkan dengan suara berat, "Mau bercerai? Tidak ada satu pun langkah yang bisa kau ambil tanpa melewati mayatku, Jasmine." Namun, dengan air mata yang menetes di pipi, Jasmine menyuarakan keinginannya dengan nada yang tidak pernah dia miliki sebelumnya. "Kita harus berpisah, Ardan. Maaf telah membuang waktu kita berdua selama ini."”
1 Bab 1 Citra yang Retak2 Bab 2 Pilihan yang Terpaksa3 Bab 3 konflik batin Jasmine dan Ardan4 Bab 4 pertemuan pertama dengan Aiden5 Bab 5 belajar untuk menerima kenyataan6 Bab 6 Keberanian yang Terlahir Kembali7 Bab 7 Angin sore yang berhembus8 Bab 8 emosional antara Jasmine dan Ardan9 Bab 9 keberanian untuk mencintai lagi10 Bab 10 membangun kembali kepercayaan dan cinta11 Bab 11 Ardan untuk melawan ketakutan mereka12 Bab 12 tidak datang dari kepastian13 Bab 13 Gemintang terlihat samar di balik kabut tipis14 Bab 14 cinta tidak selalu tentang memiliki15 Bab 15 Jasmine menghapus air matanya16 Bab 16 berjanji untuk saling menguatkan17 Bab 17 badai itu hanya semakin keras18 Bab 18 meninggalkan langit yang perlahan-lahan cerah19 Bab 19 Seperti hujan yang telah mereda20 Bab 20 sudah cukup untuk memulai21 Bab 21 suara burung yang bernyanyi di kejauhan22 Bab 22 menyimpan sisa-sisa awan kelabu23 Bab 23 Cinta yang menjadi pelita24 Bab 24 air mata kebahagiaan25 Bab 25 Jasmine tahu bahwa apa pun yang terjadi26 Bab 26 memiliki kekuatan untuk terus melangkah27 Bab 27 tidak ada yang bisa merusak kebahagiaan28 Bab 28 Jasmine merasa satu lapisan berat dalam dirinya mulai terlepas29 Bab 29 setiap langkah akan membawa mereka lebih dekat30 Bab 30 Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menjelaskan31 Bab 31 bekerja keras untuk mencapainya