icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Direndahkan Oleh Keluarga Suami

Bab 4 pertemuan pertama dengan Aiden

Jumlah Kata:904    |    Dirilis Pada: 14/12/2024

ya hancur. Hujan semalam telah meninggalkan genangan air di jalanan, menciptakan bayangan dirinya yang berlari tanpa arah. Dia ingin pergi jauh, meninggalkan

enderitaan dan kebahagiaan yang pernah ada dalam hidupnya. Ada banyak kenangan yang terukir di sini-senyuman Ardan di hari-hari cerah, percakapan

uk membawa aroma tanah basah dan bunga-bunga liar yang tumbuh di sepanjang jalur. Itu adalah aroma yang selalu menenangkan hatinya, namun kini malah terasa

am dan mata yang tajam berdiri di dekatnya, memandangnya dengan penuh perhatian. Jasmine tidak mengenalnya, tet

seakan melawan sunyi di taman itu. Jasmine terkejut, matanya berkedip, me

ripada yang dia duga. Pria itu tidak langsung pergi, malah duduk di bangku

, senyum tipis di bibirnya. "A

uatu dalam diri pria itu yang memancarkan kepedulian, kehangatan yang seolah mampu menembus dinding hati yang sudah lama

nya tetap pada Jasmine. "Tapi

t, dia merasa seperti dia tidak sendirian. Pria itu mengulurkan tangan, sebuah tawaran yang sederhana namun penu

iri. "Aku baru saja pindah ke kota ini. Dan sep

sa sendiri dalam kesakitan. Namun di sini, di taman ini, di hadapan Aiden yang asing, Jasmine merasa

a lebih kuat sekarang. "Dan mungkin, aku

mereka terasa lebih hangat, lebih manusiawi. "Aku di sini,

telah lama terkunci rapat. Suara hujan di luar taman berubah menjadi latar belakang yang menenangkan, dan Jasmine mulai m

, suaranya mulai bergetar. "Mungkin aku hanya seorang wani

berharap pada sesuatu yang sudah hilang, tanpa sadar bahwa kita sedang memungut serpihan-serpihan yang hanya membuat kita semakin

ta-kata Aiden seperti pelukan yang hangat, menenangkan luka yang teramat dalam. Di hadapan pria ini, dia t

ranya penuh haru. "Aku tidak tahu kenapa aku

akimi," kata Aiden, tangannya masih terulur di sampingnya, seakan

diungkapkan, ada harapan yang mungkin belum mati. Mungkin hari-hari mendatang tidak akan seberat hari-h

berkata, suaranya pelan namun penuh tekad. "Tapi aku tahu satu hal-

mnya yang sederhana namun penuh arti membawa Jasmine pada sebuah ken

ng saling memberi kekuatan di tengah hujan dan kesendirian. Dan di sana, Jasmine mera

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
Direndahkan Oleh Keluarga Suami
“Jasmine Bintang terlahir dengan keterbatasan fisik yang membuatnya sulit untuk menerima dunia di sekitarnya. Tumbuh dalam keluarga yang penuh tekanan dan kerap disisihkan, Jasmine sering merasa sepi. Ibu kandungnya, Lestari, yang selalu memandangnya dengan mata penuh kecewa, menyulut rasa tidak berharga dalam dirinya. Meskipun demikian, Jasmine mencoba membangun hidup di luar bayangan kegelapan itu dengan menikahi Ardan Mahendra, seorang pria tampan dan sukses, yang memiliki karisma memikat dan senyum yang bisa menenangkan jiwa siapa pun. Namun, tak ada yang tahu bahwa Ardan, di balik senyum dan kepura-puraannya, menyimpan cinta yang jauh dari tulus. Keluarga Ardan, yang berasal dari golongan elit, memperlakukan Jasmine seperti perhiasan yang rusak, menghina dan mengabaikannya setiap kali kesempatan muncul. Meskipun Jasmine berusaha keras untuk membuktikan diri, rasa sakit itu tetap menusuk dan membuatnya ingin menyerah. Suatu hari, Anindya, wanita yang pernah menjadi cinta pertama Ardan, muncul kembali, seakan angin yang membawa badai. Dengan sikap angkuh, Anindya berdiri di depan Jasmine, mengumumkan dengan suara yang penuh keyakinan dan tawa sarkastik, "Kamu tidak pernah merasakan cinta yang sejati, bukan? Apa Ardan pernah berkata bahwa dia mencintaimu? Haha, ketika aku bersamanya dulu, setiap hari dia berkata bahwa dia tak bisa hidup tanpaku." Kata-kata itu bagaikan pisau yang menghujam jantung Jasmine. Selama ini, dia hidup dalam kebohongan, memaksa dirinya untuk percaya bahwa cinta itu nyata, meskipun semua tanda menunjukkan sebaliknya. Dalam diam, Jasmine menyadari bahwa dia telah mengorbankan kebahagiaan sejatinya demi seseorang yang tak pernah memandangnya dengan cinta tulus. Jasmine memutuskan untuk melepaskan Ardan, memberi kebebasan padanya untuk mengejar kebahagiaan yang sebenarnya. Namun, Ardan menolak untuk melepaskan Jasmine begitu saja. Dia menatap Jasmine dengan mata yang penuh amarah dan sesal, lantas mengucapkan dengan suara berat, "Mau bercerai? Tidak ada satu pun langkah yang bisa kau ambil tanpa melewati mayatku, Jasmine." Namun, dengan air mata yang menetes di pipi, Jasmine menyuarakan keinginannya dengan nada yang tidak pernah dia miliki sebelumnya. "Kita harus berpisah, Ardan. Maaf telah membuang waktu kita berdua selama ini."”