icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Godaan Sang Mantan

Bab 6 Bertemu di Bandara

Jumlah Kata:1971    |    Dirilis Pada: 04/10/2024

*

m. Lelaki itu terus mengancam akan menggendongnya, namun Marina

illem ketika lelaki itu membukakan pintu untuknya. M

ina tiba-tiba berdering. Panggil

lan di depan. Kemudian dengan suara lembut, Marin

kan bandara? Lalu sudah dimana sekar

menuju Mansion Blaxt

an, Nak?" Jane

pada Willem, yang terlih

pergi bersama istri dan anak-anak mereka. Katanya akan terlambat, makanya Mom meminta ba

u, aku bisa naik taksi, Mom. Wellington bukan tempat yang baru bagiku," ujarnya dengan rasa keberatan. Willem melirik se

gi. Mommy tunggu ya, Nak. Kalian hati-hat

an ponsel dari telinga dan menyudahi panggilan telepon dengan sang Ibu. Marina menatap sejenak layar

t wajah. Ia mengerutkan kening sambil melirik p

enti?" tanya Marina sambil

nya terpaku pada wajah cantik sang wanita. "Aku minta maaf," ucapnya. Suaranya terdengar tulus. Ma

urus ke depan, "Sudah kumaafkan. Jadi aku rasa tidak perlu dibahas lagi yang sudah berlalu," suara

okan yang terasa kering. Ia mencoba memberanikan diri membawa sebelah tangan ke arah

llem. Suaranya terdengar parau, mencer

di, lalu apa gunanya kamu menyesal?" s

yang kamu kirim, aku sudah memaafkan dan ... melupakan semuanya. Jadi, ak

n menatap lekat w

i kita membahas masa lalu. Bagiku, semua itu hanyalah kenangan

e

a layaknya sebuah tamparan ke

nya berusaha melupakan semuanya. Dan kamu tahu? Berada di titik sekarang tidak mudah bagiku. Mungkin

semuanya, melupakan aku dan yang pernah terjadi pada kita. Bukan berarti aku tidak menghargai keputusanmu,

ak dengan aku. Aku tidak bisa. Aku justru mengenangnya. Aku memikirkanmu setiap malam,

abis pikir terhadap lelaki itu. Semua kata

asannya. Kemudian dengan gesit, Marina mengambil headset di dalam tas branded

a yang diucapkan oleh Willem. Terserah lel

'Kalau memang benar kau telah melupakan aku, kau tidak akan keber

nya, melanjutkan perjalanan menuju Mansion Blaxton. Selama

rbentang luas di depannya, sementara Marina menata

xton. Wanita cantik keturunan Addison tersebut disambu

mencium dan memeluk erat Marina, menyatakan perasa

ang berkomunikasi dengan Careen. Padahal dulu mereka s

sung pergi usai mengantar Marina. Lelaki itu sengaja menghindar karena

hat berbeda. Dia tampak lebih ceria, terutama saat

beberapa tahun yang lalu, ketika Marina diasingkan dari Los Angeles ke Wellington karena suatu permasalahan, wanita itu tinggal di

t Marina gelagapan. Dia ingin menolak namun tidak enak. Sehingga dengan terpaksa, Marina men

hi permintaan wanita paruh baya itu untuk menginap di

*

jam kem

ukul 8 malam. Orang-orang sedang menyan

arissa. Wanita beranak tiga itu sesekali melirik pada

k nyaman. Tanpa perlu Clarissa bertanya apa alasannya, tentu dia ta

dia satu-satunya orang yang mengetahui rah

ai. Lelaki tampan itu meraih serbet khusus dan membawanya me

duduknya. Sebelum meninggalkan meja makan bersam

sedangkan Marina sejenak menatap lekat pung

Roberto itu. 'Ingat, dia hanya masa lalu. Dia pernah campakkan kamu. Dan kamu sudah punya Luke. Jangan coba-coba ber

mengalihkan perhatiannya dari sosok tampan itu. Masih ingat, dulu dia sangat terg

larissa pada Marina, menatap

dah. Aku ke toilet se

h selesai, nanti langsung ke gazebo saja. Kita bersan

senyum pada sang kakak ipar sebelum

arah kiri ke lorong yang sepi. Kemudian ia

i dalam toilet yang sama. Pun dengan Willem, juga

rina dengan suara lirih, menatap W

jawab Willem

usan dengan lelaki itu, maka dengan sigap Ma

ng ramping sang wanita, kemudian melingkarkan lengan kekar, ia memeluk

engadahkan wajah pada lelaki itu, "Lepaskan aku, Willem," pintanya. Will

suara berbisik serak di depan wajah Marina. Wanita i

toilet, Willem. Bagaimana kalau ada orang dat

llem sebelum kemudian mengangkat tubuh ramping Marina dengan mu

t dengan sebelah tangan, sedangkan tangan yang sebel

ina dengan perasaan berdesir, sedangkan Willem dengan

inta Willem. Dia hendak turun dari atas wastafel, tetapi tangan lebar Willem

ase," mohon Willem

akak-kakakku sampai melihat kita di sini, bagaim

bentar, cari tempat yang nyaman untuk bicara. Aku akan minta i

isa. Sudahlah, Will. Tidak ada lagi yang perlu kita

u? Aku tidak menikah sampai saat ini karena aku t

ar sangat kencang. "Padahal kamu sen

enatap dalam pada kedua mata

jangan seperti ini, Will. Aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang sekarang. Da

rina. Tatapannya sangat lekat sehingga Marina tidak tahan teru

engaja menantang. Marina sontak mengalihkan pandangan padany

nduk. Kemudian Marina hendak turun dari wastafel, tetapi Willem sig

rcaya," desak Willem. Marina menatapnya

rhentilah berbohong, karena aku yakin kalau ... kita memiliki perasaan yang masih sama kuat

mppt

kedua mata. Tubuhnya membeku ketika merasakan sen

a, Willem tetap bersemangat. Dengan lembut ia

Tok

e

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Godaan Sang Mantan
Godaan Sang Mantan
“WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) "Ughh..." Marina melenguh sambil mencengkram pergelangan tangan Willem. "Sakit, Will." "Kamu mendesah barusan," bisik Willem. Marina menggigit bibirnya menahan senyum yang hendak terbit. Willem segera menegakkan punggungnya, menatap Marina dengan penuh cinta di bawah kendalinya. "Tapi sakit, jangan terlalu keras... ahhh," ucap Marina. Belum selesai ia berucap, tiba-tiba ia mendesah saat Willem menghentakkan pinggul dengan lembut. "Ahhh..." *** Seiring berjalannya waktu, Marina semakin yakin bahwa keputusannya untuk menghindari pertemuan dengan mantan kekasihnya, Willem Roberto, adalah langkah yang tepat. Luka yang dalam akibat keputusan Willem di masa lalu membuat Marina merasa hancur dan ditinggalkan begitu saja setelah ia menyerahkan segalanya kepadanya. Meski Marina berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi Willem, takdir mempertemukan mereka kembali setelah tujuh tahun berpisah. Pertemuan ini tidak bisa dihindari, dan Marina pun merasa tergoda oleh pesona mantan kekasihnya. Walaupun hatinya masih terluka, Marina terbawa dalam nostalgia dan hangatnya kenangan masa lalu. Keduanya larut dalam kenangan manis dan berbagi momen intim di dalam kamar hotel. Willem terus menggoda Marina dengan daya tariknya yang memikat, membuat wanita itu sulit untuk menolaknya. Marina pun berada dalam kebimbangan, diantara kerinduan akan cinta yang dulu dan ketakutan akan luka yang mungkin kembali menghampirinya. Kisah cinta Marina dan Willem kembali terjalin, namun kali ini dipenuhi dengan ketidakpastian dan keragu-raguan. Marina harus segera memutuskan apakah ia akan terus terjebak dalam kenangan yang menyakitkan atau memilih untuk bangkit, memperbaiki diri, dan menempatkan kebahagiaannya di atas segalanya.”
1 Bab 1 Kepergok2 Bab 2 Kenangan Masa Lalu3 Bab 3 Keputusan4 Bab 4 Penyesalan Willem5 Bab 5 Bertemu Kembali Dengannya6 Bab 6 Bertemu di Bandara7 Bab 7 Momen Di Dalam Toilet8 Bab 8 Kesempatan Dalam Kesempitan9 Bab 9 Terjebak di Dalam Kamar Bersama Mantan10 Bab 10 Bercint4 Dengan Mantan11 Bab 11 Menyatu Kembali Dalam Kenikmatan12 Bab 12 Malam Panas Penuh Gairah13 Bab 13 Mengulang Penyatuan Hangat14 Bab 14 Lapar Setelah Bercinta15 Bab 15 Pernikahan Luke16 Bab 16 I Love You, Marina17 Bab 17 Kecurigaan Careen18 Bab 18 Menuju Pesta Bersama19 Bab 19 Biarkan Aku Saja Yang Berjuang20 Bab 20 Menginap Di Mansion Roberto21 Bab 21 Menahan Desàhań🔞22 Bab 22 Dewasa 21+🔞23 Bab 23 Pertengkaran Luke dan Vamela24 Bab 24 Pulang ke Los Angeles25 Bab 25 Kekesalan Marina26 Bab 26 Makan Malam Bersama27 Bab 27 Desahan Malam🔞28 Bab 28 Melanjutkan Yang Tertunda🔞29 Bab 29 Peringatan Dari Willem30 Bab 30 Foto Pernikahan 🔞31 Bab 31 Terbongkar32 Bab 32 Keseriusan Willem33 Bab 33 Permohonan Vamela34 Bab 34 Rencana Lamaran35 Bab 35 Marina Dicegat Oleh Luke36 Bab 36 Peringatan Untuk Luke37 Bab 37 Suasana Pantai Yang Tenang38 Bab 38 Wedding Day | Happy Ending