icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Godaan Sang Mantan

Bab 3 Keputusan

Jumlah Kata:1638    |    Dirilis Pada: 04/10/2024

*

elam kembali menyergapnya, membuat hatinya remuk redam. Ia merasa hancur oleh pria yang pernah menja

, namun Marina tetap kukuh menolak dengan tegas. Dia menegaskan

ilema karena masih terjebak dalam kena

kalangan keluarga. Mereka bertanya-tanya mengapa Marina begitu keras menolak hing

illem terhadap adik mereka, mungkin keduanya sudah mengambil tindakan tegas te

sa malu, ketakutan, dan keinginan untuk tidak menimbulkan masalah yang lebih rumit. Marina khawati

babak hidupnya dengan Willem. Dia menol

uke, Marina dengan cepat menerimanya. Dia berharap bahwa

ma Luke dan belajar mencintainya, Marina tetap tidak bisa melupakan Willem. Bayangan W

ri tanpa alasan yang jelas, namun yang

enuh makna, "Maafkan aku. Aku mencintaimu, Marina." Meskipun tulisannya singkat, namun k

dari Willem, kalimat yang terus-menerus diulang

rina telah hancur oleh Willem, seperti habis manis sepah dibuang. Harga diriny

akuan dan pengkhianatannya. Meskipun begitu, apakah Marina benar

ak untuk melihat wajah tampan lelaki itu, karena tak ingin terjebak

enolak undangan untuk merayakan pesta ulang tahun keponakannya di Wellington,

g pria di ambang p

"Astaga, Rio, kamu membuat orang kaget saja!" kesal M

k melamun sejak tadi. Aku ketuk pintu tapi tidak direspon," ujar Mario sambil dud

Mario seraya menatap

"Tidak ada," jawabnya d

ekat. Kemudian dia bertanya, "Ada masalah kerjaan?" Marina kem

a, Rio. Aku dan Luke baik

elamun jika tidak ada masalah,

sambil menat

tengkar?" t

u dan Luke baik-baik saja. Mengapa kamu su

Axel keluar dengan wajah masam dari ruang

dimarahi oleh Cla. Dia kan takut sama ist

jelaskan Mario. Sungguh, dia tidak rela jika ada orang yang menganggap dia takut pada istrinya. Meskipun sebe

alas. Mario terkekeh pelan melihat ekspresi s

obil," beri

hela napas lalu mengangguk pasrah. Setelah itu, ia segera bersiap-siap membereskan meja kerja dan memasukkan ponsel

*

hari ke

a Marina, kakak, dan kakak iparnya sudah berangkat ke Wellington kemarin k

idak ikut, meskipun sudah dibujuk berulang kali

ndirian di meja makan panjang yang biasany

gan sopan, "potongan buah segar Anda sudah siap. Saya minta

sebut sambil mengulas senyum, "Tidak apa-apa. Terima kasih. Maaf sedikit merepotkanmu." Marina memang seperti Ibuny

pun melanjutkan sarapan paginya. Ia hanya mengkonsumsi potongan buah segar dan segelas

tor dengan menggunakan jasa sopir. Entah kenapa, hari ini d

tiba di kantor. Ia langsung naik menuju l

a-tiba ponselnya berdering. Ternyata, ya

mergoki keberadaan Luke dan Vamela di restoran waktu lalu, hubungan mereka tetap baik-baik saja,

ahi percakapan. Dia memberi alasan kepada Luke bahwa ada beberapa pekerjaan yang harus segera d

h untuk cepat-cepat menyudahi obrolannya dengan Luke.

di sekarang, tetapi sudah sejak dulu. Itulah mengapa

rtt

a-tiba ponselnya berdering, membuatnya terlonjak kaget. Marina mengalihkan

g tertera pada layar perangkat canggih tersebut, sambi

s is ca

elan. Dia dapat menebak apa tujuan anak laki-laki itu menghubunginya. Dengan g

mbut Marina sambil me

, tetapi Aunty tidak pernah mau hadir. Apakah Aunty benci padaku? Atau mungkin aku pern

e

eponakan. Ia menelan ludah dengan kasar, sambil memikir

sekali dan kamu tidak pernah melakukan kesalahan apapun y

ola tersenyum di hari lahir kami. Kalau Aunty tidak bisa menginap, tidak mengapa. Setelah aku selesai tiup li

t kedua matanya sontak berkaca-kaca. Marina membuka bibir hendak meng

al dari Aunty. Kami hanya membutuhkan kehadi

pit dadanya. "Iya... iya, nanti Aunty datang," suaranya terdengar tercekat di te

ang, maka aku dan Nicola sangat kecewa padamu. Aku akan menganggap ketidakhadiranmu adal

uruk pada keponakannya. Dia percaya bahwa semua ucapan yang dilont

oakan Aunty semoga selamat sampai tujuan," janji Marina, yang pada akhirny

nmu, Aunty. Sampai jumpa b

lum menurunkan ponsel dari telinga dan pan

rina mengusapnya dengan lembut. 'Aku sadari bahwa kapanpun wakt

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Godaan Sang Mantan
Godaan Sang Mantan
“WARNING 21+‼️ (Mengandung adegan dewasa) "Ughh..." Marina melenguh sambil mencengkram pergelangan tangan Willem. "Sakit, Will." "Kamu mendesah barusan," bisik Willem. Marina menggigit bibirnya menahan senyum yang hendak terbit. Willem segera menegakkan punggungnya, menatap Marina dengan penuh cinta di bawah kendalinya. "Tapi sakit, jangan terlalu keras... ahhh," ucap Marina. Belum selesai ia berucap, tiba-tiba ia mendesah saat Willem menghentakkan pinggul dengan lembut. "Ahhh..." *** Seiring berjalannya waktu, Marina semakin yakin bahwa keputusannya untuk menghindari pertemuan dengan mantan kekasihnya, Willem Roberto, adalah langkah yang tepat. Luka yang dalam akibat keputusan Willem di masa lalu membuat Marina merasa hancur dan ditinggalkan begitu saja setelah ia menyerahkan segalanya kepadanya. Meski Marina berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi Willem, takdir mempertemukan mereka kembali setelah tujuh tahun berpisah. Pertemuan ini tidak bisa dihindari, dan Marina pun merasa tergoda oleh pesona mantan kekasihnya. Walaupun hatinya masih terluka, Marina terbawa dalam nostalgia dan hangatnya kenangan masa lalu. Keduanya larut dalam kenangan manis dan berbagi momen intim di dalam kamar hotel. Willem terus menggoda Marina dengan daya tariknya yang memikat, membuat wanita itu sulit untuk menolaknya. Marina pun berada dalam kebimbangan, diantara kerinduan akan cinta yang dulu dan ketakutan akan luka yang mungkin kembali menghampirinya. Kisah cinta Marina dan Willem kembali terjalin, namun kali ini dipenuhi dengan ketidakpastian dan keragu-raguan. Marina harus segera memutuskan apakah ia akan terus terjebak dalam kenangan yang menyakitkan atau memilih untuk bangkit, memperbaiki diri, dan menempatkan kebahagiaannya di atas segalanya.”
1 Bab 1 Kepergok2 Bab 2 Kenangan Masa Lalu3 Bab 3 Keputusan4 Bab 4 Penyesalan Willem5 Bab 5 Bertemu Kembali Dengannya6 Bab 6 Bertemu di Bandara7 Bab 7 Momen Di Dalam Toilet8 Bab 8 Kesempatan Dalam Kesempitan9 Bab 9 Terjebak di Dalam Kamar Bersama Mantan10 Bab 10 Bercint4 Dengan Mantan11 Bab 11 Menyatu Kembali Dalam Kenikmatan12 Bab 12 Malam Panas Penuh Gairah13 Bab 13 Mengulang Penyatuan Hangat14 Bab 14 Lapar Setelah Bercinta15 Bab 15 Pernikahan Luke16 Bab 16 I Love You, Marina17 Bab 17 Kecurigaan Careen18 Bab 18 Menuju Pesta Bersama19 Bab 19 Biarkan Aku Saja Yang Berjuang20 Bab 20 Menginap Di Mansion Roberto21 Bab 21 Menahan Desàhań🔞22 Bab 22 Dewasa 21+🔞23 Bab 23 Pertengkaran Luke dan Vamela24 Bab 24 Pulang ke Los Angeles25 Bab 25 Kekesalan Marina26 Bab 26 Makan Malam Bersama27 Bab 27 Desahan Malam🔞28 Bab 28 Melanjutkan Yang Tertunda🔞29 Bab 29 Peringatan Dari Willem30 Bab 30 Foto Pernikahan 🔞31 Bab 31 Terbongkar32 Bab 32 Keseriusan Willem33 Bab 33 Permohonan Vamela34 Bab 34 Rencana Lamaran35 Bab 35 Marina Dicegat Oleh Luke36 Bab 36 Peringatan Untuk Luke37 Bab 37 Suasana Pantai Yang Tenang38 Bab 38 Wedding Day | Happy Ending