icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Setelah 17 Tahun Pernikahan

Setelah 17 Tahun Pernikahan

icon

Bab 1 Satu

Jumlah Kata:1260    |    Dirilis Pada: 01/10/2024

a

i. Padahal aku suka cara dia bekerja.

i rekaman itu

ala stroke ringan. Oleh karena ini aku sangat terpukul. Sedih sekali rasanya, sebab kasiha

lekas sembuh

leh karena ini aku memilih untuk menyuruh Habib menghalalkan Laila. Aku dan Habib suda

ngelus dada, lebih t

kahi Laila

Itu bukan dosa, kena

mira tidak mau bermadukan Laila? Rasa

tu alasan dihalalkannya poligami? Lalu apa salahnya? Anakku laki-laki, Bu Sarah. Ia membutuhkan wanita yang sehat. Bukan ya

tikan rekaman itu di ponsel Yoona. Sudah tak

ni? Mengapa dia tidak cerita padaku?"

a, dengan mudah akan diganti dengan yang lain? Ya Allah, kuatk

ring di rumah sakit ini, Tanpa didampingi suami. Sekarang tiba-tiba mendengar r

akit adalah takdir. Namun kehen

*

erdengar amat lirih. Perintahnya tertuju pada Yoona, putri s

ang ambil y

, Mas! Biar

tu bulan lalu, wanita ini hanya mampu berbarin

n kosong. Ia bersi

i tak menggubris kehadiranku. Apa karena aku baru saja bisa menjenguknya hari ini? Padahal sebelumnya aku sudah memberitahun

nyaku berusaha

yang menggeleng. Wanita ini memang k

gurus semua keperluanku. Jadi otomatis semua kuurus sendiri. Yoona sama sek

apan ibuku di beberapa waktu belakangan ini.

k dan paham pasal hal itu. Tapi tetap saja. Aku sedikit agak kurang tega. Karena ketidakberdayaank

ku mendeka

awabnya

bicara padamu

h. Ternyata ibu sudah membicarakan perihal rencana itu. Sekarang aku tahu me

pat sembuh, Amira. Supaya kita bisa

iam, tapi t

gar aku, kan?"

u denga

as. Menyusun ka

i aku tak bermaksud buruk padamu. Lagipula ibu berkat

arap dia mencerna ucapanku

demikian rupa. Sampai-sampai aku tak

aku mena

hkan melebihi aku. Aku salut padamu. Tapi sayangnya sekarang

ayanimu seperti sebelumnya!" ujarnya

apnya leb

ulembutk

Y

Aku mendekat dan m

sekaligus mengucapkan terim

mpang siur. Nanti aku jadi tak mengerti apa y

ikl

san baik di telinganya. Dia wanita paham agama, bukan? J

llah datang ke rumah ki

Terlihat tenang, bahkan ket

Arrahmah, kan? Nah melihat keadaanmu sekarang, kemarin beliau

danganku dari wanita lain. Dan jika Allah menghendaki, dari Laila kita bisa dikaruniai anak laki-laki ya

ungkin. Ya Tuhaan, me

erti kemana ara

Kuasa dengan keikhlasan. Allah tak melarang niatku ini. Bahkan Rasul menyunnahkannya. Iklhas dalam iman lebih hebat dibanding mel

nku sudah sangat baik, kan? Tak ada yang menyinggung sama sekali. Tapi ke

bat. Terbukti ia tak me

amu masi ingat

يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللَّهِ ، لَأ

َوْ

bersujud kepada selain Allah, aku akan perinta

lah satu dari wan

si wajahnya tetap sama seperti tadi. Tak ada yang berbeda. Apa dia tak k

aila. Aku tidak m

katanya? Nik

a begitu. Terlebih lagi ucapanny

layanimu dalam keadaan sakit begini. S

pikirkan. Ah Ibu memang hebat. Dengan mendengar

n aku,

dan segeralah urus pe

ru saja aku akan memeluknya, tiba-tiba Yoona datang

h sentuh

dengan a

ucapanku pada ibunya? Tak mungkin. Dia baru saja datang. Tapi medkipun benar itupun tak apa, anak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Setelah 17 Tahun Pernikahan
Setelah 17 Tahun Pernikahan
“[Menantumu sakit, Bu Nur? Sayang sekali. Padahal aku suka cara dia bekerja. Terpaksa aku harus cari karyawan lain,] Suara wanita di rekaman itu terdengar jelas. [Iya, Amira sudah sebulan hanya bisa berbaring saja. Kedua kakinya lumpuh. Kata dokter gejala stroke ringan. Oleh karena ini aku sangat terpukul. Sedih sekali rasanya, sebab kasihan sekali melihat Habib, karena istrinya sakit begini, Habib harus mengurus dirinya sendiri.] [Semoga Amira lekas sembuh, ya. Amiin.] [Amira tidak akan sembuh, Bu Sarah. Dia terserang stroke. Tidak mungkin sembuh lagi. Oleh karena ini aku memilih untuk menyuruh Habib menghalalkan Laila. Aku dan Habib sudah bicara soal ini dan dia setuju. Selanjutnya aku akan membicarakan hal ini pada Amira] "Ya Allah," Amira mengelus dada, lebih tepatnya ia terkesiap. [Apa? Menikahi Laila maksudnya?]”
1 Bab 1 Satu2 Bab 2 Dua3 Bab 3 Tiga4 Bab 4 Empat5 Bab 5 Lima6 Bab 6 Enam7 Bab 7 Tujuh8 Bab 8 Delapan9 Bab 9 Sembilan10 Bab 10 Sepuluh11 Bab 11 Sebelas12 Bab 12 Dua Belas13 Bab 13 Tiga Belas14 Bab 14 Empat Belas15 Bab 15 Lima Belas16 Bab 16 Enam Belas17 Bab 17 Tujuh Belas18 Bab 18 Delapan Belas19 Bab 19 Sembilan Belas20 Bab 20 Dua Puluh21 Bab 21 Dua Satu22 Bab 22 Dua Dua23 Bab 23 Dua Tiga24 Bab 24 Dua Empat25 Bab 25 Dua Lima26 Bab 26 Dua Enam27 Bab 27 Dua Tujuh28 Bab 28 Dua Delapan29 Bab 29 Dua Sembilan30 Bab 30 Tiga Puluh31 Bab 31 Tiga Satu32 Bab 32 Tiga Dua33 Bab 33 Tiga Tiga34 Bab 34 Tiga Empat