icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Setelah 17 Tahun Pernikahan

Bab 4 Empat

Jumlah Kata:755    |    Dirilis Pada: 01/10/2024

a

a

ta pendampingmu, meski bukan yang pe

e kejauhan. Dari dulu aku tahu dia wanita bai

r tidak bisa menunaikan kewajibannya. Kuharap dia mengerti dengan keadaanku dan

kehangatan. Dengannya aku merasa lebih nyaman. Sedang

etika aku butuh kenyamanan. Ia selalu menemaniku jika aku merasa kesep

ah satu-satunya wanita yang bisa memahami, menghibur dan menyejukkanku dengan

ri, bayangkan saja, ketika sudah terbaring lemah saja dia masih bisa bertingkah, apalagi ke

uh memikirkan A

u yakin kamu pasti kuat menghadapi semuanya, Mas. Jujur, aku kasihan sama kamu

enyejuk kalbu. Inilah yang membuatku nyaman bila berada di dekatnya. Dari lubuk hati yan

pnya perlahan, lalu mengenggamnya erat, tapi apa daya, dia b

ermain-main dengan kata-katku. Aku h

yang tidak sungkan untuk mengutarakan keluh

Aku juga mencintaimu, Mas. Tapi bers

nyuh, bak terbuai dalam mimpi yang s

erhadap wanita yang sudah bertahun-tahun menemaniku tersebut. Teringat masa-masa perjuangan kami d

bagaimana mestinya seorang istri, lalu apa l

s yang bisa dikatakan sudah lusuh dan sudah pudar pula warnanya. Dan jika sesekali aku menuntut hakku padanya, dia menyodorkan raganya dengan teramat

emilih untuk mendapatkan wanita yang nyatanya lebih a

ponselku

rpampang di l

a menuntut uang dariku. Tapi tak mampu mengimbangi dan membalas budi atas uang yang kuberikan padanya. Terkadang sekali transfer aku rela memberikan lima

ia anakmu, Mas! Mungkin Amira ada kepenting

ti akan kukirimi uang untuknya." jawabku. Ju

ra kumatikan saja, sebab kepalaku pus

wajah cantik itu, aku seolah tak ingin

aku mengatakan sesua

nkan hanya untuk berkata-kata, hid

kata-kata. Maafkan aku Am

telah berjuang menyiapk

Kita benar-benar akan menikah. Kau m

mat cantik wajahnya. Senan

jika aku akan menjual rumah kami agar nanti

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Setelah 17 Tahun Pernikahan
Setelah 17 Tahun Pernikahan
“[Menantumu sakit, Bu Nur? Sayang sekali. Padahal aku suka cara dia bekerja. Terpaksa aku harus cari karyawan lain,] Suara wanita di rekaman itu terdengar jelas. [Iya, Amira sudah sebulan hanya bisa berbaring saja. Kedua kakinya lumpuh. Kata dokter gejala stroke ringan. Oleh karena ini aku sangat terpukul. Sedih sekali rasanya, sebab kasihan sekali melihat Habib, karena istrinya sakit begini, Habib harus mengurus dirinya sendiri.] [Semoga Amira lekas sembuh, ya. Amiin.] [Amira tidak akan sembuh, Bu Sarah. Dia terserang stroke. Tidak mungkin sembuh lagi. Oleh karena ini aku memilih untuk menyuruh Habib menghalalkan Laila. Aku dan Habib sudah bicara soal ini dan dia setuju. Selanjutnya aku akan membicarakan hal ini pada Amira] "Ya Allah," Amira mengelus dada, lebih tepatnya ia terkesiap. [Apa? Menikahi Laila maksudnya?]”
1 Bab 1 Satu2 Bab 2 Dua3 Bab 3 Tiga4 Bab 4 Empat5 Bab 5 Lima6 Bab 6 Enam7 Bab 7 Tujuh8 Bab 8 Delapan9 Bab 9 Sembilan10 Bab 10 Sepuluh11 Bab 11 Sebelas12 Bab 12 Dua Belas13 Bab 13 Tiga Belas14 Bab 14 Empat Belas15 Bab 15 Lima Belas16 Bab 16 Enam Belas17 Bab 17 Tujuh Belas18 Bab 18 Delapan Belas19 Bab 19 Sembilan Belas20 Bab 20 Dua Puluh21 Bab 21 Dua Satu22 Bab 22 Dua Dua23 Bab 23 Dua Tiga24 Bab 24 Dua Empat25 Bab 25 Dua Lima26 Bab 26 Dua Enam27 Bab 27 Dua Tujuh28 Bab 28 Dua Delapan29 Bab 29 Dua Sembilan30 Bab 30 Tiga Puluh31 Bab 31 Tiga Satu32 Bab 32 Tiga Dua33 Bab 33 Tiga Tiga34 Bab 34 Tiga Empat