icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Setelah 17 Tahun Pernikahan

Bab 5 Lima

Jumlah Kata:499    |    Dirilis Pada: 01/10/2024

a

sama, bagaimana dengan istrimu, si Ami

ya tentang Amira? Apakah sebenarnya dia mengharapkan aku menceraikan Amira? Sebenarnya aku tak keberatan jika harus menceraik

asa itu butuh proses yang akan memakan waktu, sedangkan pernikahan kita tidak akan lama lag

lau kamu menginginkannya aku bisa s

mu menceraikan dia. Sebagai sesama wanita aku akan ikut merasakan bagaimana pahitnya bila diceraikan suami da

u membuat hati ini s

, karena dia tahu Amira sedang kesakitan? Betapa mulianya hati yang dimiliki oleh

bangir dan kulitnya cerah bersih. Sikapnya juga halus dan berbobot. Sudah begitu b

wanita yang tidak bekerja, jadi jika sampai kamu mence

u

uar biasa. Pemikirannnya jauh hingga ke sana. Terimakasih ya

jika aku akan menikahimu minggu depan. Terlepas dari dia setuju atau

menemanimu, Mas

kemarahannya. Seperti yang biasa aku lihat, dia bi

ertawa

, kan? Kakinya sudah tidak bisa berfungsi lag

i dia masih

a, tidak akan m

menurun padanya. Aku khawatir Dik Laila akan menjadi sasaran kemaraha

ang dilahirkan dan dididik oleh wanita yang berasal dari keluarga dari kampung. Dan seper

nkah ada kamu yang akan melindungiku dari seran

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Setelah 17 Tahun Pernikahan
Setelah 17 Tahun Pernikahan
“[Menantumu sakit, Bu Nur? Sayang sekali. Padahal aku suka cara dia bekerja. Terpaksa aku harus cari karyawan lain,] Suara wanita di rekaman itu terdengar jelas. [Iya, Amira sudah sebulan hanya bisa berbaring saja. Kedua kakinya lumpuh. Kata dokter gejala stroke ringan. Oleh karena ini aku sangat terpukul. Sedih sekali rasanya, sebab kasihan sekali melihat Habib, karena istrinya sakit begini, Habib harus mengurus dirinya sendiri.] [Semoga Amira lekas sembuh, ya. Amiin.] [Amira tidak akan sembuh, Bu Sarah. Dia terserang stroke. Tidak mungkin sembuh lagi. Oleh karena ini aku memilih untuk menyuruh Habib menghalalkan Laila. Aku dan Habib sudah bicara soal ini dan dia setuju. Selanjutnya aku akan membicarakan hal ini pada Amira] "Ya Allah," Amira mengelus dada, lebih tepatnya ia terkesiap. [Apa? Menikahi Laila maksudnya?]”
1 Bab 1 Satu2 Bab 2 Dua3 Bab 3 Tiga4 Bab 4 Empat5 Bab 5 Lima6 Bab 6 Enam7 Bab 7 Tujuh8 Bab 8 Delapan9 Bab 9 Sembilan10 Bab 10 Sepuluh11 Bab 11 Sebelas12 Bab 12 Dua Belas13 Bab 13 Tiga Belas14 Bab 14 Empat Belas15 Bab 15 Lima Belas16 Bab 16 Enam Belas17 Bab 17 Tujuh Belas18 Bab 18 Delapan Belas19 Bab 19 Sembilan Belas20 Bab 20 Dua Puluh21 Bab 21 Dua Satu22 Bab 22 Dua Dua23 Bab 23 Dua Tiga24 Bab 24 Dua Empat25 Bab 25 Dua Lima26 Bab 26 Dua Enam27 Bab 27 Dua Tujuh28 Bab 28 Dua Delapan29 Bab 29 Dua Sembilan30 Bab 30 Tiga Puluh31 Bab 31 Tiga Satu32 Bab 32 Tiga Dua33 Bab 33 Tiga Tiga34 Bab 34 Tiga Empat