icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Setelah 17 Tahun Pernikahan

Bab 2 Dua

Jumlah Kata:688    |    Dirilis Pada: 01/10/2024

7 TAHUN P

sini kalau ada kebutuhan mendadak. Untuk makan kurasa tidak ada kendala, rumah sakit selalu menyiapkan

da Yoona. Atau jika kau lebih membut

ang perempuan susah se

kurang? Atau kau ingin lebih banyak? Jangan begitu, Amira

itu mel

segala sesuatunya. Tolong jangan terlalu menekanku! Kepalaku pusing dan kau membuat

Laila? Apa kau tak r

ama Laila, mengapa masih bert

bicara. Mungkin dia mena

miliki Laila, statusmu masih ist

elisah. Cemburu memang membuat kondisi orang b

stik kresek hitam menggantung dalam tentengannya. Anak itu tak menyapaku, justru ia terlihat kag

emusatkan perhati

k itu meraba-ra

gelisah. Di depan Yoona pinta

gilkan perawat." Yoona

menyalimiku dan mencium punggung tangan ayahnya ini? Dari umu

g bersama dua perawat dan seora

eadaan Amira. Dokt

uangan ICU segera!" perin

u juga nampak siap dan sege

a Amira telah di bawa oleh m

udian Yoona

ar ruangan. Aneh sekali. Ia tak memperlakukan

ukan pada ibuku?" Matany

pun pada ibumu. Sebaiknya jaga

ya ayah tidak usah datang kemari. Atau jangan-jangan ayah ingin mengatakan perihal

ah tahu periha

menerima Laila? Eg

irkan siapa yang

m, Y

ar-bena

ebih baik ayah

rhak datang kemari

angan ayah tida

ak

n mendarat di

ih sudah m

ena aku sudah menamparnya. Tapi ia pantas men

kalau hanya ingin membahas mas

panggilan tante, atau Ummi, kan? Sangat tidak sopan di telingaku. Tentu ajaran Amira

s aku masih mau meluangkan waktu untuk melihat keadaan mereka di sini. Itu tandanya aku masi

iwa lemah lembut dan keibuan yang melekat pada diri L

hidup bersamaku dan Laila saja. Supaya anak itu be

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Setelah 17 Tahun Pernikahan
Setelah 17 Tahun Pernikahan
“[Menantumu sakit, Bu Nur? Sayang sekali. Padahal aku suka cara dia bekerja. Terpaksa aku harus cari karyawan lain,] Suara wanita di rekaman itu terdengar jelas. [Iya, Amira sudah sebulan hanya bisa berbaring saja. Kedua kakinya lumpuh. Kata dokter gejala stroke ringan. Oleh karena ini aku sangat terpukul. Sedih sekali rasanya, sebab kasihan sekali melihat Habib, karena istrinya sakit begini, Habib harus mengurus dirinya sendiri.] [Semoga Amira lekas sembuh, ya. Amiin.] [Amira tidak akan sembuh, Bu Sarah. Dia terserang stroke. Tidak mungkin sembuh lagi. Oleh karena ini aku memilih untuk menyuruh Habib menghalalkan Laila. Aku dan Habib sudah bicara soal ini dan dia setuju. Selanjutnya aku akan membicarakan hal ini pada Amira] "Ya Allah," Amira mengelus dada, lebih tepatnya ia terkesiap. [Apa? Menikahi Laila maksudnya?]”