Tuan, Aku Hamil!

Tuan, Aku Hamil!

kodav

5.0
Komentar
22.7K
Penayangan
93
Bab

Warning!!!!! 21++ Aku datang ke rumah mereka dengan niat yang tersembunyi. Dengan identitas yang kupalsukan, aku menjadi seorang pembantu, hanyalah bayang-bayang di antara kemewahan keluarga Hartanta. Mereka tidak pernah tahu siapa aku sebenarnya, dan itulah kekuatanku. Aku tak peduli dengan hinaan, tak peduli dengan tatapan merendahkan. Yang aku inginkan hanya satu: merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi milikku. Devan, suami Talitha, melihatku dengan mata penuh hasrat, tak menyadari bahwa aku adalah ancaman bagi dunianya. Talitha, istri yang begitu anggun, justru menyimpan ketertarikan yang tak pernah kubayangkan. Dan Gavin, adik Devan yang kembali dari luar negeri, menyeretku lebih jauh ke dalam pusaran ini dengan cinta dan gairah yang akhirnya membuatku mengandung anaknya. Tapi semua ini bukan karena cinta, bukan karena nafsu. Ini tentang kekuasaan. Tentang balas dendam. Aku relakan tubuhku untuk mendapatkan kembali apa yang telah diambil dariku. Mereka mengira aku lemah, mengira aku hanya bagian dari permainan mereka, tapi mereka salah. Akulah yang mengendalikan permainan ini. Namun, semakin aku terjebak dalam tipu daya ini, satu pertanyaan terus menghantui: Setelah semua ini-setelah aku mencapai tahta-apakah aku masih memiliki diriku sendiri? Atau semuanya akan hancur bersama rahasia yang kubawa?

Tuan, Aku Hamil! Bab 1 Tuan, Aku Hamil

Hari itu adalah perayaan ulang tahun ketiga anak bungsu Tuan Devan dan Nyonya Talitha. Rumah besar mereka penuh dengan dekorasi berwarna-warni-balon-balon menggantung di setiap sudut, pita-pita berkilauan, dan suara tawa anak-anak yang memenuhi ruangan. Di tengah-tengah keceriaan itu, aku berdiri di sudut ruangan, memegang nampan berisi gelas-gelas minuman.

"Nyonya, saya sudah siapkan kue ulang tahunnya di meja," kataku kepada Nyonya Talitha, yang tampak sibuk mengatur segala sesuatunya.

"Terima kasih, Ratih. Pastikan semua tamu mendapatkan minuman, ya," jawabnya singkat sebelum beralih ke tamu lainnya.

Aku mengangguk dan mulai berkeliling ruangan, menawarkan minuman kepada para tamu. Di tengah keramaian, mataku terus mencari-cari sosok Tuan Devan. Ada sesuatu yang harus kusampaikan kepadanya, sesuatu yang sangat penting dan tidak bisa ditunda lagi.

Akhirnya, aku melihatnya berdiri dekat taman belakang, tertawa bersama beberapa temannya. Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan keberanian. Ini adalah saat yang tepat.

Aku melangkah mendekatinya, dan dia pun menyadari kehadiranku. Dia mundur sedikit dari teman-temannya dan mendekat padaku.

"Ada apa, Ratih?" bisiknya, suaranya terdengar khawatir.

"Tuan, bolehkah saya bicara sebentar?" Aku melangkah mendekatinya.

"Tidak bisa nanti aja?" katanya, tampak sedikit tidak sabar.

Aku menggeleng pelan, mencoba menunjukkan betapa pentingnya ini.

"Tidak, Tuan. Ini sangat penting."

Devan menghela napas dan melirik sekeliling, memastikan tidak ada yang memperhatikan.

"Baiklah, ayo kita bicara di sini," katanya sambil mengajakku ke sudut yang lebih sepi di taman.

Setelah kami berada di tempat yang lebih tenang, dia menatapku dengan serius. "Apa yang ingin kamu bicarakan, Ratih?"

"Tuan, saya tidak tahu bagaimana mengatakannya," kataku dengan suara gemetar,

"tapi saya hamil." Jantungku berdebar kencang, merasa campur aduk antara cemas dan bingung.

"Apa maksudmu, Ratih?" Devan terdiam, wajahnya berubah serius.

"Saya hamil... anak Tuan," ulangku, suara ku semakin gemetar.

Tiba-tiba, Nyonya Talitha menghampiri kami berdua.

"Pap, itu temanmu nyariin," katanya dengan nada ceria, tidak menyadari ketegangan di antara kami.

"Oh, iya. Terima kasih, Mom. Aku akan segera ke sana," Devan berusaha tetap tenang dan tersenyum pada istrinya.

"Ratih, tolong cari Wilma dan Wilona. Kita sudah mau tiup lilin," Talitha kemudian beralih padaku.

"Baik, Nyonya," aku mengangguk cepat.

Setelah Talitha pergi, Devan kembali menatapku dengan tatapan serius.

"Kita akan bicara lebih lanjut nanti. Untuk sekarang, lakukan apa yang Nyonya minta."

"Baik, Tuan," aku mengangguk lagi, merasa sedikit lega karena percakapan ini tertunda.

Aku segera bergegas mencari Wilma dan Wilona, mencoba mengalihkan pikiranku dari percakapan yang baru saja terjadi. Pikiran tentang bagaimana Tuan Devan akan menangani situasi ini terus menghantuiku, tapi aku tahu aku harus fokus pada tugas saat ini.

Setelah menemukan Wilma dan Wilona, aku membawa mereka kembali ke ruang utama di mana semua orang sudah berkumpul untuk tiup lilin. Nyonya Talitha memegang kue ulang tahun besar dengan lilin yang menyala, dan semua tamu mulai menyanyikan lagu ulang tahun.

Aku berdiri di sudut, menyaksikan momen bahagia ini dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, aku merasa lega telah mengungkapkan kebenaran kepada Tuan Devan. Di sisi lain, aku khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

<<<<<<<<<<<

<<<<<<<<<<<

Semua ini bermula dari setahun yang lalu, ketika aku baru mulai bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Devan dan Talitha. Keputusan ini diambil untuk membantu perekonomian keluarga, terutama karena suamiku, Mas Widodo, yang bekerja di perusahaan Devan, sering bepergian jauh untuk mengantar logistik ke luar pulau.

Hari-hari pertama bekerja di rumah Devan dan Talitha terasa seperti mimpi. Rumah besar mereka penuh dengan kemewahan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Aku kagum dengan keharmonisan rumah tangga mereka, meskipun ada sesuatu yang terasa aneh tentang hubungan mereka.

"Ratih, tolong pastikan semua makanan sudah siap sebelum acara dimulai," kata Talitha saat ia lewat di dekatku, tampak tergesa-gesa.

"Baik, Nyonya," jawabku sambil tersenyum. Hari itu, aku masih berusaha menyesuaikan diri dengan pekerjaan baru ini. Aku bersyukur karena Devan dan Talitha adalah majikan yang baik dan ramah.

Aku ingat betapa gugupnya aku saat pertama kali mulai bekerja di rumah besar ini. Aku ingin memastikan semuanya sempurna dan tidak mengecewakan mereka. Suara-suara tawa anak-anak dan para tamu yang datang hari itu mengingatkanku betapa pentingnya perayaan keluarga ini bagi mereka.

Saat kembali dari dapur, aku melihat Talitha tampak sangat sibuk mengatur dekorasi dan berkoordinasi dengan para tamu lainnya. Sementara itu, Devan berdiri di pojok, sesekali melirik ke arahku dengan tatapan yang sulit diartikan.

Lanjutkan Membaca
Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Tuan, Aku Hamil! Tuan, Aku Hamil! kodav Romantis
“Warning!!!!! 21++ Aku datang ke rumah mereka dengan niat yang tersembunyi. Dengan identitas yang kupalsukan, aku menjadi seorang pembantu, hanyalah bayang-bayang di antara kemewahan keluarga Hartanta. Mereka tidak pernah tahu siapa aku sebenarnya, dan itulah kekuatanku. Aku tak peduli dengan hinaan, tak peduli dengan tatapan merendahkan. Yang aku inginkan hanya satu: merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi milikku. Devan, suami Talitha, melihatku dengan mata penuh hasrat, tak menyadari bahwa aku adalah ancaman bagi dunianya. Talitha, istri yang begitu anggun, justru menyimpan ketertarikan yang tak pernah kubayangkan. Dan Gavin, adik Devan yang kembali dari luar negeri, menyeretku lebih jauh ke dalam pusaran ini dengan cinta dan gairah yang akhirnya membuatku mengandung anaknya. Tapi semua ini bukan karena cinta, bukan karena nafsu. Ini tentang kekuasaan. Tentang balas dendam. Aku relakan tubuhku untuk mendapatkan kembali apa yang telah diambil dariku. Mereka mengira aku lemah, mengira aku hanya bagian dari permainan mereka, tapi mereka salah. Akulah yang mengendalikan permainan ini. Namun, semakin aku terjebak dalam tipu daya ini, satu pertanyaan terus menghantui: Setelah semua ini-setelah aku mencapai tahta-apakah aku masih memiliki diriku sendiri? Atau semuanya akan hancur bersama rahasia yang kubawa?”
1

Bab 1 Tuan, Aku Hamil

16/08/2024

2

Bab 2 Hari Pertama

16/08/2024

3

Bab 3 Desahan di Malam Hari

16/08/2024

4

Bab 4 Sentuhan yang Tak Terduga

16/08/2024

5

Bab 5 Rahasia Malam Pertama

16/08/2024

6

Bab 6 Godaan Devan

16/08/2024

7

Bab 7 Kecupan Terlarang

16/08/2024

8

Bab 8 Tatapan Talitha

16/08/2024

9

Bab 9 Malam Penuh Rahasia

16/08/2024

10

Bab 10 Panggilan Dini Hari

16/08/2024

11

Bab 11 Gairah di Tengah Kepergian

16/08/2024

12

Bab 12 Tuan Edward

22/08/2024

13

Bab 13 Tekanan Sus Wulan

22/08/2024

14

Bab 14 Celoteh Sus Sari

22/08/2024

15

Bab 15 Kedipan Maut

22/08/2024

16

Bab 16 Susu Tumpah

24/08/2024

17

Bab 17 Blindspot Rumah Devan

26/08/2024

18

Bab 18 Pertemuan Terlarang

27/08/2024

19

Bab 19 Kenikmatan Terlarang Devan++

31/08/2024

20

Bab 20 Bayangan yang Mengintai

01/09/2024

21

Bab 21 Sus Wulan Curiga

02/09/2024

22

Bab 22 Pelet atau Pesona

03/09/2024

23

Bab 23 Di Ujung Kesabaran

04/09/2024

24

Bab 24 Getaran Cinta Talitha

05/09/2024

25

Bab 25 Terjerat Talitha

06/09/2024

26

Bab 26 Widodo Datang

07/09/2024

27

Bab 27 Widodo Penasaran

08/09/2024

28

Bab 28 Merelakan

09/09/2024

29

Bab 29 Brazilian

10/09/2024

30

Bab 30 Gavin Pulang

11/09/2024

31

Bab 31 Mabuk

12/09/2024

32

Bab 32 Pengalaman Baru

13/09/2024

33

Bab 33 Cinta Segitiga

14/09/2024

34

Bab 34 Ketemu Gavin

14/09/2024

35

Bab 35 Tatapan Liar Gavin

15/09/2024

36

Bab 36 Kepala Rumah Tangga

15/09/2024

37

Bab 37 Misteri Gelang Hilang

15/09/2024

38

Bab 38 Dijebak

15/09/2024

39

Bab 39 Pembelaan

15/09/2024

40

Bab 40 Tertangkap

15/09/2024