icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Tuan, Aku Hamil!

Tuan, Aku Hamil!

Penulis: kodav
icon

Bab 1 Tuan, Aku Hamil

Jumlah Kata:692    |    Dirilis Pada: 16/08/2024

dekorasi berwarna-warni-balon-balon menggantung di setiap sudut, pita-pita berkilauan, dan suara tawa anak-anak yang me

ya di meja," kataku kepada Nyonya Talitha, y

mu mendapatkan minuman, ya," jawabnya s

Di tengah keramaian, mataku terus mencari-cari sosok Tuan Devan. Ada sesuatu yang h

wa bersama beberapa temannya. Aku menarik napas dalam-dalam,

menyadari kehadiranku. Dia mundur sediki

bisiknya, suaranya

icara sebentar?" Aku m

a?" katanya, tampak

mencoba menunjukkan

n. Ini sang

irik sekeliling, memastikan

i," katanya sambil mengajakku ke

h tenang, dia menatapku dengan serius.

gaimana mengatakannya," k

erdebar kencang, merasa campur

?" Devan terdiam, wa

Tuan," ulangku, suar

a Talitha mengha

nya dengan nada ceria, tidak men

segera ke sana," Devan berusaha teta

lona. Kita sudah mau tiup lilin,

a," aku meng

Devan kembali menatapku

ut nanti. Untuk sekarang, la

lagi, merasa sedikit lega k

rcakapan yang baru saja terjadi. Pikiran tentang bagaimana Tuan Devan akan menangan

semua orang sudah berkumpul untuk tiup lilin. Nyonya Talitha memegang kue ulang tahu

duk. Di satu sisi, aku merasa lega telah mengungkapkan kebenaran kepada Tuan

<<<

<<<

ah Devan dan Talitha. Keputusan ini diambil untuk membantu perekonomian keluarga, terutama karena suamiku,

eka penuh dengan kemewahan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Aku kagum dengan keharm

siap sebelum acara dimulai," kata Talitha sa

erusaha menyesuaikan diri dengan pekerjaan baru ini. Aku bersyu

emastikan semuanya sempurna dan tidak mengecewakan mereka. Suara-suara tawa anak-anak dan par

korasi dan berkoordinasi dengan para tamu lainnya. Sementara itu, Devan berd

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tuan, Aku Hamil!
Tuan, Aku Hamil!
“Warning!!!!! 21++ Aku datang ke rumah mereka dengan niat yang tersembunyi. Dengan identitas yang kupalsukan, aku menjadi seorang pembantu, hanyalah bayang-bayang di antara kemewahan keluarga Hartanta. Mereka tidak pernah tahu siapa aku sebenarnya, dan itulah kekuatanku. Aku tak peduli dengan hinaan, tak peduli dengan tatapan merendahkan. Yang aku inginkan hanya satu: merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi milikku. Devan, suami Talitha, melihatku dengan mata penuh hasrat, tak menyadari bahwa aku adalah ancaman bagi dunianya. Talitha, istri yang begitu anggun, justru menyimpan ketertarikan yang tak pernah kubayangkan. Dan Gavin, adik Devan yang kembali dari luar negeri, menyeretku lebih jauh ke dalam pusaran ini dengan cinta dan gairah yang akhirnya membuatku mengandung anaknya. Tapi semua ini bukan karena cinta, bukan karena nafsu. Ini tentang kekuasaan. Tentang balas dendam. Aku relakan tubuhku untuk mendapatkan kembali apa yang telah diambil dariku. Mereka mengira aku lemah, mengira aku hanya bagian dari permainan mereka, tapi mereka salah. Akulah yang mengendalikan permainan ini. Namun, semakin aku terjebak dalam tipu daya ini, satu pertanyaan terus menghantui: Setelah semua ini-setelah aku mencapai tahta-apakah aku masih memiliki diriku sendiri? Atau semuanya akan hancur bersama rahasia yang kubawa?”