icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
KUTEBUS TALAKKU

KUTEBUS TALAKKU

Penulis: YUNI NA
icon

Bab 1 PROLOG

Jumlah Kata:1010    |    Dirilis Pada: 31/03/2024

AK

a langsung memegang dada, karena jantungnya berdetak hebat. Dia terlelap rupanya, hanya di

tiupan angin dari luar jendela. Mata yang bundar itu sekali lagi melihat ke arah luar jendela, melihat awan yang mendung dan tiupan angin yang sedikit kencang. Sepertinya hujan akan segera tur

a ini ?! Berapa lama

Dia menarik daun jendela dan menutupnya rapat. Indah mencapai keranjang baju di be

ang yang sama. Ya, dia juga harus melipat baju baju itu dan mengasingkan kepada pemiliknya masing-masing. Sete

di depan kulkas yang terbuka. Semua barang tersusun dan tersimpan rapih. Matanya terkunci pada bungkusan pasta di

rcelain berwarna putih dan menaruh spaghetti yang sudah di masak ke atasnya. Lengkap dengan hiasan untuk meningkatkan hasil yang lebih

l

Foto hidangan itu cantik di pandangannya. Secarik kebahagiaa

i derum mesin mobil memasuki halaman rumah. Pasti ahli keluarga rumah ini baru pulang kerja. Dan

dah siap ..?" Aina langs

hanya terdiam dan kaku. Men

ita ini lapar tau. Seharian beke

anya tidur saja kerjaannya " Suami Aina, Arman iku

run dari lantai atas ketika mend

men pemerintah. Mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Donny. Sedangkan anak keduanya Aina, bekerja sebagai dosen di uni

m pulang. Bekerja di sebuah perusahaan besar

di rumah warisan merupakan banglo lama peninggalan ayah mertuanya. Suaminya juga sudah meninggal dua tahun yang lalu. Te

api

itkan mata di rumah itu

aghetti saja. Sudahma kita semua yang bayar tagihan di dalam rumah ini. Pajak lah

h, dan memamerkan

n kau, kami ini tidak sempat untuk mengurus Nana dan Nunu." Kata Arman dengan l

Entah kenapa rasa di permalukan membuat keyakinan dirinya menurun hingga merasa ber

k menjemput si kembar. Terus kau tinggal di rumah ini hanya mau tumpang kaki saja menjadi putri..?

ini kita keluar makan. Mak juga tidak ada selera mau makan pasta. Fikirnya kita Nana da

makan semua ini sendiri." Kata Aina sambil melangkah

gin berkata sesuatu tetapi melihat ibu mertua

ang mau makan nasi malam ini." Luah Indah pelan.

anya dulu ke semua orang mau makan apa. Baru 10 jenis kau mau bikin. Tinggal di rumah bukannya kerja capek pun." San

terbiasa dengan sindiran seperti itu 5 tahun lamanya. Tinggal di rumah tidak

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka