icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Sayap-sayap Patah

Bab 3 FABIO

Jumlah Kata:1255    |    Dirilis Pada: 28/03/2024

at matanya tanpa sengaja menangkap sesosok gadis denga

nya. Jelas, gadis itu keturunan Asia. Matanya bulat, rambutnya hitam bergelombang yang dibiarkannya terurai.

karena melihat Fabio yang terus menatapnya tajam. Ia kemudian, dengan

gooo

Fabio bisa melihat bola mata gadis itu berwarna biru. Wa

itu sirna saat ponselnya berder

i. Pesawatku berangkat tiga puluh menit lagi. Cepat an

egawai dituntut untuk selalu menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna. Fabio tidak bisa menolerir kesalahan. Jika hal itu t

na setiap gadis yang diinginkannya, Fabio akan mendapatkannya dengan mudah. Karena bagi Fabio, gadis-gadis itu hanya ia perlukan sesaat. Setelah

an sambungan telponnya. Ia kemudian melirik sejenak kearah gadis di hadap

. Ia harus cepat-cepat menemui N

*

rkembang pesat. Masih jelas diingatan Fabio, bagaimana dulu ia berjuang untuk hidup. Bahkan untuk makanpun ia harus mengemis dan mencar

Mr. Sudraja mengundang anda dalam peresmian caba

e ponselku sekarang. Nanti malam aku ak

ou" Nicky memutuska

gan bisnis. Keduanya selalu terlibat persaingan positif yan

kang kemudinya. Ia kemudian melajukan mobi

mua mata para gadis tertuju padanya. Namun, pandangan laki-laki itu justru tertuju pada seorang gadis yang mengenakan gow

luk Fabio. Semua mata beralih kearahnya. Dan saat itulah mata mereka

pening. Semoga semakin suk

pada Rachel Sudraja, "Dan ini, adikku. Inara Subrata. Ia baru saja tiba dari Indonesia beberapa waktu

embungkukkan badan sekilas. Kali ini Fabio bisa melihat dengan jelas, mata biru gadis itu. Berbeda dengan Arya yang bermata coklat. Dan mengetahui

erlihat sama sekali tidak menyukainya. Bagaimana mungkin? Fabio kemudian mengepalkan tangannya. B

kau akan merasakan tersiksa batin karena tidak mampu jauh dariku akibat kesombongan

*

aki-laki mesum di restaurant Korea kemarin. Dan kali ini, laki-laki itu

yaman di sini..." rengek Ara pada Rachel. T

gkin saja bisa menjadi teman baru buatmu. Lihat, kau lihat laki-laki itu.

lumnya amat tidak membuatnya nyaman. Siapa lagi kala

ia masih sendiri. Apa kau tidak berniat de

aja. Aku tidak suka..." ucap Ara pelan namun cukup

h pemilik dari perusahaan..

apa-apa. Lagipula, orang itu..." Ara menatapnya sekali lagi, "Nampaknya bukan orang yang baik, kak. Aku tidak suka dengan caranya mena

da dirinya kemudian. Bagaimana ia menyepelekan Fabio, masih tersimpan rapi di dalam otak Fabio. Dan Fabio tidak akan membiarkan itu terjadi. Ia berjanji akan merubah pemikiran gadis itu terhadapn

akku?" Fabio menyunggin

*

a dengan Arya tadi. Akan ada pegawai baru yang masuk ke kantornya da

is it??" suara Nicky terdengar s

!" Fabio memutuskan sambungan telponnya tanpa mendengar jawaban apapun da

ail

yalakan laptop. Tidak berapa lama, foto cl

" gumam Fabio. Ia mema

matanya bercahaya. Tapi Ara yang dilihat Fabio secara langsung sedikit berbeda, senyumnya masih nampak sederhana, namun matanya sedikit berb

hkan dengan kesombongannya itu, dia sendiri yang mengantarkan dirinya ke

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Sayap-sayap Patah
Sayap-sayap Patah
“Sekuel 2 - 5 Ellite Bad Boys Jangan pernah merasa mudah jatuh cinta!!!! Ara ~ Inara Subrata ~ paham bagaimana rasanya diacuhkan, ditinggalkan dan dibiarkan berjuang sendiri. Berharap setelah pindah ke New York, masa depannya lebih indah, sakit hatinya mulai menghilang. Namun ia bertemu dengan Fabio ~ Zayyan Fareed. Seorang CEO muda yang sukses dari perusahaan besar di Brooklyn. Laki – laki yang bukan hanya memberinya harapan akan cinta, tapi juga membuka luka lama yang perlahan mulai menghilang. Bukankah Ara hanya ingin dicintai dengan tulus? Bukankah mencintai itu mudah? Apakah sesulit itu untuk menerima kehadiran orang lain dan memberikannya ketulusan? Ara dihadapkan dengan pilihan yang sulit, mengorbankan dirinya pada hubungan tanpa status atau mengorbankan kakaknya untuk bangkrut. Ara harus berjuang sendiri. Ia akan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaannya lagi. Dengan apa? Seperti apa hidupnya nanti? Apakah keputusannya pindah ke New York adalah keputusan yang benar? Ah, Ara hanya ingin menemukan kebahagiaannya, apapun keputusannya, bagaimanapun perjalanannya. ARA HANYA INGIN BAHAGIA.”