icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dilamar Mantan Depan Suami

Bab 4 04 Aku gak punya selingkuhan

Jumlah Kata:997    |    Dirilis Pada: 04/03/2024

masalah pekerjaannya, Nisa se

m tidur. Tapi lebih baik aku ganti sim car

sahabatnya, Nisa langsung menghubungi, dan tak pe

itu mendengar suara di seber

ni Nisa! Kamu nggak lupa

aja Nis?" Dinda begitu gembira, begitu tau jika yang meng

l di rumah Mas Arman, kamu gimana? Apa masih lanjut usaha ya

itu, aku udah di kenal banyak orang, jadi lebih mudah bagi

engatakan usaha kita

?" tanya Nisa penasaran karena tak

pinjam modal, dan dikembalikan dengan jumlah yang sama, aku pikir lebih baik ua

tau bermanfaat, ya setidaknya untuk anakmu. Gim

kepedulian sahabatn

k kebaikan, cuma aku kurang nge

belum paham penjelasan sahabatnya, tentang saham yang d

? Aku juga udah rindu sama

ya? Jika diijinkan suamiku, aku mau

n aku tanyakan!" Dinda merasa penasaran dengan rumah tangga sahabatnya itu.

salamualaikum!" Nisa pun mengakhiri

n membalas kata-kata kal

a! Apa yang akan aku lakukan nant

penasaran dengan apa ya

esuatu, saat itu tepatnya du

am uang untuk melanjutkan usaha bis

mpai-sampai tidak menyadari jika suaminya su

asyik sendiri!" ucap Arman ketus samb

g termenung, langsung membuka pakaiannya dan meletakk

g tempo hari, sampai-sampai suami pulang

jika Mas Arman akan pulang secepat ini, biasanya 'kan udah larut malam Mas Arman bar

h, saat kembali melihat gambar

arut, curiga! Apa sih mau kamu?" ucap Arman yang la

rut malam. Bahkan terkadang subuh baru pulang?" jelas Nisa lembut, sambil ber

lingkuhan Nisa, jadi aku mau pulang awal atau larut itu sama aja!" jelas Arman sambil me

anya sesuatu sama kam

ggak punya selingkuhan!" kebiasaan Arman jika menyembu

riga melihat ke

g kamu sembunyikan?" tanya Nisa tetap berk

Nisa?" Arman semakin panik, mendengar kelembutan kata

tara kata-kataku tidak mengarah ke sana! Apa, kamu memang punya selingk

suamimu selingkuh. Hati-hati! Ucapan itu adalah do'a!" Arman be

uh Mas, apalagi untuk mendo'akan!" Nisa mulai merasa yakin denga

bukan, kamu itu harus selalu percaya pada suami." Arman pun mem

ta itu Mas?" gumam Nisa pelan, j

an menyiapkan paka

kamar mandi dan memakai paka

e tempat tidur, Nisa langsung mela

an tidur dulu ya! Aku nggak mau masa

capek kerja seharian? Dan itu juga untuk kamu, dan anak kamu Nisa! S

...! Mas

a membentaknya, hal yg tak per

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dilamar Mantan Depan Suami
Dilamar Mantan Depan Suami
“"Aku hanya membelikan ahmad tempat pensil, Mas!" Nisa berusaha menjelaskan alasannya. "Alah ... memangnya nggak bisa apa pakai kantong plastik?" tanya Arman tajam. "Ingat Nisa! Jika ada uang lebih dari belanja, lebih baik kamu tabung! Agar saat kamu perlu sesuatu bisa kamu gunakan, nggak semata mata mengemis pada suami, paham!" "Iya Mas!" Nisa hanya menarik napas pelan. Lagi-lagi Nisa harus menahan kesal dengan segala perintah dan aturan yang diberikan. "Oh ya Nisa, jika nanti Ibu atau Bella datang, jangan lupa kamu layani dengan baik?" ujar Arman. "Aku nggak mau mereka ngadu tentang kamu, yang tak menghormati Ibuku!" ucap Arman lagi tanpa beban. "Ya Mas, tapi selama ini aku itu, sudah berusaha untuk selalu menghormati Ibumu, dan menuruti setiap perkataannya, lho! Aku juga selalu berlaku baik pada Adikmu kok!" jawab Nisa. "Kalau suami ngomong itu didengar Nisa bukan dibantah! Buktikan dong, jika kamu itu istri yang baik di mata keluargaku." Arman pun lantas berlalu begitu saja dengan raut wajah masam. "Iya Mas," jawab Nisa dengan suara lembut. "Bunda..Ahmad lapar!" Seorang anak laki laki berusia enam tahun berjalan menghampiri Nisa. "Ma'afin Bunda ya sayang, Bunda sampai lupa anak tampan Bunda belum makan siang! Ikut Bunda ke dapur yuk!" Nisa pun berjalan ke dapur sambil menggiring putranya. Saat sampai di dapur, kata yang tak pantas kembali terdengar keluar dari mulut suaminya. "Anak kecil itu nggak perlu makan makanan yang enak-enak, masa' sebagai Ibu, kamu nggak paham! Di usia mereka, hanya perlu gizi dan protein untuk pertumbuhannya, jadi biasakan saja anakmu itu makan sama tahu atau tempe." Setelah berkata, Arman pun berlalu masuk ke kamar. "Ya Allah! Ampuni hamba jika terlalu sering mengeluh dan mengadu! Hamba mohon, lunakkanlah hati suami hamba, dan buatlah ia menerima anak hamba, seperti janjinya saat ingin menikahi hamba dulu!" hanya do'a yang terucap dalam hati Nisa sambil menyiapkan nasi putranya. Ikuti kisahnya, dan mohon dukungannya dengan komentar yang membangun 🙏”