icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Dilamar Mantan Depan Suami

Dilamar Mantan Depan Suami

Penulis: Arsy you
icon

Bab 1 01 Istri yang baik di mata Ibu

Jumlah Kata:925    |    Dirilis Pada: 04/03/2024

mu itu, Nisa! Apa kamu nggak tau, jaman se

belikan ahmad

berusaha menjel

bisa apa pakai kantong p

ik kamu tabung! Agar saat kamu perlu sesuatu bisa kamu

a hanya menari

kesal dengan segala perinta

Bella datang, jangan lupa kamu

ng kamu, yang tak menghormati Ibu

g baik di mata Ibu! Kamu bisa 'kan?

lu menghormati Ibumu, dan menuruti setiap perkataannya, lho!

jika kamu itu memang istri yang baik di mata keluargaku. Bukan cuma p

ut. 'Apa selama ini, aku hanya istri pa

anak laki laki berusia enam ta

sayang, Bunda sampai lupa anak tampan Bunda belum makan siang! Ikut Bu

g tak pantas kembali terdengar

k paham! Di usia mereka, hanya perlu gizi dan protein untuk pertumbuhannya, jadi biasakan sa

h hati suami hamba, dan buatlah ia menerima anak hamba, seperti janjinya saat ingin menik

, Ahmad bisa ma

ari tangan bundanya, yang ingin menyuapkan n

makan sendiri ya?" ucap Nisa

yang ia besarkan, kini telah tumbuh me

Ayah, cari uang yang banyak untuk Bunda! Agar Bunda bisa bel

besar nanti, bisa jadi orang sukses ya? Sekarang

un melanjutkan mak

tranya nanti "Untuk sekolah dasar saja sekarang sudah p

isa memiliki tabungan untuk membiayai pendidi

dari kamar mereka, kebiasaan yang akhir akhir i

beranjak begitu menden

am baru pulang! Jangan keluar ruma

dengan baik!" Lagi-lagi perintah yang diberikan

g selalu terucap dari bibir Nisa

lesai, Ahmad berjalan mengambil buku ke k

ersihkan rumah yang berkali lipat lebih b

enyelesaikan urusan dapur, Nisa istirahat d

busan kasar napas Nisa, sambil mem

Nisa dari lamunannya, ia pun beranj

enerasi yang tiada lain adala

kok lama!" Tanpa

un langsung memasu

duran dan menikmati pasilitas me

a menuju ruang keluarga, sa

u sering direndahkan namun sebagai t

! Aku nggak mau jika nanti perut aku jadi gend

ri adik iparnya, Nis

usan napas yang mengandung keberatan, Bella langsung

berpendidikan! Mana tau sopan santun cara melayani t

! Dan ingat! Masak itu, harus masakan kot

terlalu banyak minyak, semuanya harus higienis! Awas aja kalau ak

beranjak ke dapur m

rang aku ngerjain

unya rencana baru buat ngerjain di

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dilamar Mantan Depan Suami
Dilamar Mantan Depan Suami
“"Aku hanya membelikan ahmad tempat pensil, Mas!" Nisa berusaha menjelaskan alasannya. "Alah ... memangnya nggak bisa apa pakai kantong plastik?" tanya Arman tajam. "Ingat Nisa! Jika ada uang lebih dari belanja, lebih baik kamu tabung! Agar saat kamu perlu sesuatu bisa kamu gunakan, nggak semata mata mengemis pada suami, paham!" "Iya Mas!" Nisa hanya menarik napas pelan. Lagi-lagi Nisa harus menahan kesal dengan segala perintah dan aturan yang diberikan. "Oh ya Nisa, jika nanti Ibu atau Bella datang, jangan lupa kamu layani dengan baik?" ujar Arman. "Aku nggak mau mereka ngadu tentang kamu, yang tak menghormati Ibuku!" ucap Arman lagi tanpa beban. "Ya Mas, tapi selama ini aku itu, sudah berusaha untuk selalu menghormati Ibumu, dan menuruti setiap perkataannya, lho! Aku juga selalu berlaku baik pada Adikmu kok!" jawab Nisa. "Kalau suami ngomong itu didengar Nisa bukan dibantah! Buktikan dong, jika kamu itu istri yang baik di mata keluargaku." Arman pun lantas berlalu begitu saja dengan raut wajah masam. "Iya Mas," jawab Nisa dengan suara lembut. "Bunda..Ahmad lapar!" Seorang anak laki laki berusia enam tahun berjalan menghampiri Nisa. "Ma'afin Bunda ya sayang, Bunda sampai lupa anak tampan Bunda belum makan siang! Ikut Bunda ke dapur yuk!" Nisa pun berjalan ke dapur sambil menggiring putranya. Saat sampai di dapur, kata yang tak pantas kembali terdengar keluar dari mulut suaminya. "Anak kecil itu nggak perlu makan makanan yang enak-enak, masa' sebagai Ibu, kamu nggak paham! Di usia mereka, hanya perlu gizi dan protein untuk pertumbuhannya, jadi biasakan saja anakmu itu makan sama tahu atau tempe." Setelah berkata, Arman pun berlalu masuk ke kamar. "Ya Allah! Ampuni hamba jika terlalu sering mengeluh dan mengadu! Hamba mohon, lunakkanlah hati suami hamba, dan buatlah ia menerima anak hamba, seperti janjinya saat ingin menikahi hamba dulu!" hanya do'a yang terucap dalam hati Nisa sambil menyiapkan nasi putranya. Ikuti kisahnya, dan mohon dukungannya dengan komentar yang membangun 🙏”