icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pelangi Di Atas Singasari

Bab 4 Bagian 3: Bayangan Pengkhianatan

Jumlah Kata:1436    |    Dirilis Pada: 13/02/2024

ke Ped

rasaan campur aduk. Meskipun Batu Karang, pemimpin pasukan Mong, telah mengikat aliansi dengan Pedang Wangi, Mahesa tidak bisa sepenuhnya merasa tenang. D

g sudah lama menunggu. "Mahesa, apa yang terjadi di sana? Kau tampak

askan pandangannya ke kejauhan, seolah mencoba menemuka

a di sisi, diletakkan di meja dekat jendela. Lampu minyak menyinari ruangan, menciptakan bayangan p

-

aan yan

telah lama berada di Pedang Wangi. Arya Soka adalah seorang lelaki yang cerdas, berwibawa, namun ada sesuatu dalam dirinya yang selalu membuat Ma

ata Arya Soka. "Dia berencana menyerang Pedang Wangi, mungkin dalam beberapa min

begitu jelas merujuk pada adanya pengkhianatan di dalam kerajaan

pihak yang tidak setuju dengan aliansi kita dengan pasuka

angsung menunjuk siapa yang mungkin menjadi pengkhianat. Ia

-

muan

esan itu mengungkapkan bahwa ada pertemuan antara pihak Pedang Wangi dengan pasukan Joyorono, yang akan diadakan di suatu tempat

ndari perhatian para pengawalnya. Di sepanjang perjalanan, ia merasakan ketegangan yang semakin meningkat. Hutan Amerta dikenal seb

ahwa ia harus menghadapi bayangan ke

-

m Hutan

g di atas tanah basah. Mahesa melangkah dengan hati-hati, matanya waspada terhadap setiap suara yang terdengar. Tiba-tib

ya lembut namun penuh ancaman. "Kau selalu curiga, kan? Na

"Apa yang kau inginkan, Arya?

rtahan tanpa adanya perubahan. Joyorono akan menjadi sekutu yang lebih kuat daripada Mong, dan a

enyataan. Arya Soka, seorang penasihat kerajaan, ternyata telah berkhianat

-

yang Tak T

akang. Pasukan Mong yang dipimpin oleh Batu Karang tiba-tiba muncul di tengah hut

nya Batu Karang dengan suara keras. "M

ka. "Dia adalah pengkhianat, Batu Karang. Dia bekerja

lalu naif. Ini adalah takdir yang tak bisa dielakkan. Pedang Wangi

, menggenggam Wesi Wangi dan mengarahkannya ke arah musuh. Batu Karang dan pasukan

oleh Arya Soka. Di tengah kekacauan, Mahesa melawan Arya Soka dengan penuh amarah, pedangnya menari d

orehkan luka yang dalam pada tubuhnya. Namun, meski pengkhianat itu terjatuh, M

alanan panjang kita, Mahesa. Joyoron

-

g terjadi di dalam kerajaan dan bagaimana

*

3: Bayangan

-

utan, sunyi

memandang ke dep

Wangi, takdir t

an, yang dulu sah

berkhianat de

, membisikkan

tak gentar men

erjuang, meski sep

tang, membawa

ta lain, perang in

a menjadi s

embulan, darah da

arkan kerajaan

ik, pedangnya

ang, namun ancam

ih menunggu, di bal

an lama, teran

engkhianatan tet

ang Wangi, denga

meski dunia ing

-

menghadapi pengkhianatan, pertempuran, dan k

_

3: Shadow

-

f the forest, s

, looking ahe

esi Wangi, fate i

ow, once a frie

ou betrayed

s, whisperin

not afraid to

fights, even though h

omes, bringin

therwise, this

becomes a si

light, blood a

let this k

pers, his s

, but the threat

still waiting, beh

not last long, t

w of betrayal

e Wangi Sword, wi

if the world wants

-

in facing betrayal, battle, and his

**

3: Schatten

-

ald, still

nd blickte zerbre

en ist das Schicksa

rtreten, einst ein Fr

ast mit einem L

en, Zerstör

eine Angst, sich de

ssen, auch wenn er

nd brachte die M

e es anders, dieser Krie

t ist ein st

reinen sich Blu

s Königreich nic

te und sein Sc

aber die Bedrohun

immer, hinter ihm verbirgt

nicht lange dauern,

en des Verrats

tenden Schwertes, mi

selbst wenn die Welt i

-

gesichts von Verrat und Kampf sowie seine En

*

e Con

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pelangi Di Atas Singasari
Pelangi Di Atas Singasari
“Pembukaan Di tengah gemuruh takdir yang melintasi Kerajaan Pedang Wangi, seorang ksatria muda bernama Mahesa berdiri di persimpangan antara cinta, pengkhianatan, dan pengorbanan. Pedang Wangi, negeri yang makmur namun penuh intrik, kini menghadapi dua ancaman besar: ambisi Joyorono dari Muara Ridek yang licik, dan pasukan Mong dari utara yang haus akan kekuasaan. Mahesa, putra Arjuna dan Ken Rukmini, mewarisi kebijaksanaan ayahnya dan hati yang kuat dari ibunya. Namun, perjalanan menuju kedewasaan membawanya ke dalam pusaran konflik yang menguji moralitas dan keberanian. Dengan dukungan kekasihnya, Niken Wulandari, seorang wanita cerdas dan pemberani, Mahesa menyusun strategi berisiko tinggi: menjalin aliansi dengan pasukan Mong untuk menjatuhkan Joyorono. Tetapi tidak ada sekutu tanpa bayang-bayang pengkhianatan. Saat kemenangan hampir diraih, Mong mengungkap niat busuknya untuk merebut Pedang Wangi. Di tengah perang yang mengancam kehancuran segalanya, Mahesa harus menghadapi pengkhianatan dari dalam istana dan menguak rahasia gelap masa lalu keluarganya. Kunci untuk menyelamatkan kerajaan terletak pada Wesi Wangi, sebuah pedang pusaka yang hanya akan menunjukkan kekuatannya kepada ksatria yang rela berkorban tanpa pamrih. Dalam doa dan perjuangan, Mahesa menyadari bahwa takhta bukanlah tentang kemenangan, melainkan tanggung jawab yang mengorbankan ego demi rakyat dan tanah air. Dengan aksi heroik, intrik politik, dan sentuhan mistis, Epos Mahesa: Pedang Wangi dan Amanah Sang Ksatria menghadirkan kisah mendebarkan tentang cinta, keberanian, dan pencarian makna sejati dari seorang pemimpin. Akankah Mahesa mampu mempertahankan Pedang Wangi, atau justru terjebak dalam ambisi dan pengkhianatan yang melingkupi dirinya?”
1 Bab 1 Epos Mahesa: Pedang Wangi dan Amanah Sang Ksatria2 Bab 2 Bagian 1: Warisan Ken Rukmini3 Bab 3 Bagian 2: Diplomasi di Tengah Badai4 Bab 4 Bagian 3: Bayangan Pengkhianatan5 Bab 5 Bagian 4: Intrik di Istana, dan Perjalanan yang Tak Terelakkan6 Bab 6 Bagian 5: Kemenangan yang Tertunda7 Bab 7 Bagian 6: Sebuah Takdir yang Tertulis8 Bab 8 Bagian 7: Cinta yang Teruji dan Pengorbanan9 Bab 9 Bagian 8 Bayangan yang Menghantui10 Bab 10 Bagian 9 Langit yang Mendung11 Bab 11 14 Pedang Pengkhianatan Pedang Tersembunyi12 Bab 12 Bagian 10 Jejak Cinta dan Takhta13 Bab 13 Bagian 11: Pertaruhan Terakhir14 Bab 14 Bagian 12: Bayang-Bayang di Balik Tahta15 Bab 15 Epilog: Cahaya di Balik Badai