icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perselingkuhan Gila Istriku

Bab 5 Part 5. Gelora Nafsu Gairah

Jumlah Kata:1250    |    Dirilis Pada: 05/12/2023

u bangkit untuk menurunkan celana dalamnya, Lidya kembali terkejut dan sedikit memberikan perlawanan kecil agar celana dalamnya tidak terlepas. Tenagaku le

a dengan sedikit paksaan sampai kembali terlentang, akupun membuka lebar pahanya dan menghujamkan batangku ini ke vaginanya ya

da perubahan gini, tapi kenapa kamu mau sama yang tititnya kecil Lidyaaaaa, sampe mau

it", Lidya mengerang, matanya tertutup rapat, kepalanya bergerak menggeleng ke

n istriku. Kali ini setiap gerakannya memang kulakukan sedikit lebih kasar daripada yang biasa

desahanpun sepertinya ia tahan dengan cara menggigit bibir bawahnya. Dari sudut matanya kulihat air mata y

mburu bibirnya lagi, aku menciumnya namun istriku menolak. Tapi lalu aku pegang kepalanya dengan paks

nya. Aku cabut batang kemaluanku, kemudian kubalikan tubuh istriku agar dia bermain di atas. Tapi ia begitu lemah tak berdaya hingga seperti tubuh yang ambr

an tanpa ada kerjasama akhirnya kudorong tubuhnya dengan kesal. Kini kuposisikan tubuhnya untuk menungging. Posisi ini

enopang tubuhnya di posisi itu. Ya benar... ini sepertinya karena keletihan yang luar biasa, bukan karena dia orgasme, a

an lagi tubuhnya ke posisi terlentang, air mata masih mengalir dari matanya bahkan dengan suara isakan kecil yang

jotnya dengan perlahan. Akupun mulai membelai rambut istriku, mengecup keningnya, menghapus air m

a luluh lantak setelah melihat istri yang sangat kusayangi ini terlihat tak berdaya. Akupun mengecup lembut pipinya, dan beberapa de

ulihat istriku mengangguk lemah. Matanya kini kembali terpejam, sambil berusaha untuk tersenyum. S

ECK PLEC

g terdengar jelas di malam yang hening ini, berpadu dengan suara serangg

ahan halus Lidya sambil tangann

nyen...nengin..... Papah malam i

a sambil tersenyum, tanda tak

inta Lidya masih dengan suara lembut. Tangannya kini merayap

aang", kini aku sudah tak taha

g diiringi suara erangan, baik yang keluar dari mulutku juga istriku, kami melakukan secara bersamaan. Kali ini kita berdua tib

aal, jangan galak-galak aku takuuut", sambil mencubit manja pipiku. Sorot matanya sayu, aku lihat senyum yang indah kembali terpancar dari wajahnya yang can

uhnya. Melihat itu aku langsung melompat turun dan memegang pundak dan pinggangnya, aku tuntun jalannya perlahan, setelah langkah ketiga ia ber

u sepersekian detik. Seharusnya bisa kulihat, namun karena aku terlambat kini display sudah tertutup dan hanya menampilkan icon kecil WA di atas layar ponsel, menandakan ada pesan masuk belum terbaca. Ponsel kembali ke posisi lock screen. Aku melirik ke arah

elnya, begitupun Lidya di ponselku. Tak jarang juga kami membaca pesan chat yang masuk ditengah kami bermain game, tak ada yang disembunyikan, tak pernah ada rahasia diantara kita. Atau juga menjawab telepon yang masuk, karena ponsel kami memang te

rkanku dari lamunan. Lidya lalu berkata, "Pah, besok

kegilaan apalagi yang akan kau lakukan besok

da seminar dari kantor dis

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perselingkuhan Gila Istriku
Perselingkuhan Gila Istriku
“Istriku Lidya yang masih berusia 25 tahun rasanya memang masih pantas untuk merasakan bahagia bermain di luar sana, lagipula dia punya uang. Biarlah dia pergi tanpaku, namun pertanyaannya, dengan siapa dia berbahagia diluar sana? Makin hari kecurigaanku semakin besar, kalau dia bisa saja tak keluar bersama sahabat kantornya yang perempuan, lalu dengan siapa? Sesaat setelah Lidya membohongiku dengan 'karangan palsunya' tentang kegiatannya di hari ini. Aku langsung membalikan tubuh Lidya, kini tubuhku menindihnya. Antara nafsu telah dikhianati bercampur nafsu birahi akan tubuhnya yang sudah kusimpan sedari pagi.”