icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Perselingkuhan Gila Istriku

Perselingkuhan Gila Istriku

Penulis: Gemoy
icon

Bab 1 PART 1. PROBLEMATIK​

Jumlah Kata:1440    |    Dirilis Pada: 05/12/2023

posisi yang berdampak penghasilannya menjadi jauh berada diatasku, awalnya masih terasa biasa saja.

uh hati melayani segala kebutuhanku di rumah. Aku sebagai suaminya seharusnya merasa beruntung mendapatkan istri secantik dan sebaik dia. Namun diluar peran istri yang masih ia lakukan dengan ba

unya harus menunggu keputusanku sebagai kepala keluarga, apakah diizinkan atau tidak. Sedangkan jika pemberitahuan, ya sekedar mem

gai seorang suami memang sedang down. Aku bukanlah seorang yang memiliki penghasilan tetap dari gaji bulanan, aku hanya seorang penjual t-shirt yang usahanya

.. tentu semakin banyak kekurangan untuk menutupi biaya rumah tanggaku. Sementara cicilan rumah dan mobil, istrikulah yang menanggung selama 6 bulan terakhir ini. Memang Lidya tidak pernah perhitungan, sepertinya di

etiap istriku pergi. Jikapun aku memaksakan untuk ikut pergi ber

bila dia mengajakku, apalagi ketika Lidya mengatakan akan mentraktirku... tidak!!! Mungkin dari sikapku

g. Biarlah dia pergi tanpaku, namun pertanyaannya, dengan siapa dia berbahagia diluar sana? Makin hari kecurigaanku semakin besar,

*

ANG TA

setiap hari Minggu. Dan di hari itulah aku sengaja 'mengistirahatkan' tubuh dan pikiranku dengan sedikit bermalas-malasan. Kemudian bercengkrama dengan istriku di sepanja

ilang hari Minggu ini akan ke salon, creambath, facial, skin care-an, kemudian lanjut dengan gym... jika masih ada waktu. Tidak ada yang aneh dengan kegiatannya itu, Lidya memang ruti

i, aku melihat Lidya masih ada di kamar ini, ia sedang duduk di depan meja riasnya sambil berdandan, posisinya membelakangi tempat tidur. Dengan handuk yang masih membungkus tubuhnya, aku melihat begitu sexy-nya istriku ini. Saking asyiknya dia memoles wajahnya, t

alik lilitan handuknya. Ukurannya 34d, cukup membuat mata lelaki tak berkedip apalagi jika Lidya mengenakan pakaian yang sedikit ketat atau belahan d

lis hitam terurai rapi, mata yang bulat... namun selalu teduh setiap kali ia memandang, hidungnya yang mancung asli bukan hasil operasi, bibir tipis, dagu sed

ng kali ini yang dia lakukan belum termasuk kategori menor, tapi cukup diluar kebiasaannya. Entah dari jam berapa dia berdandan, sekarang masih menunjukan jam setengah 8 lebih, sedan

rsentak saking kesalnya dengan apa yang kupikirkan, gerakanku itu

idya menoleh ke arahku sambil t

bku terbata seperti seorang ana

cuci muka, sikat gigi kemudian aku keluar dan melihat Lidya masih serius di depan meja riasnya. Bahkan kali in

enyiapkannya sendiri, aku juga tak pernah menuntut istriku untuk memperlakukanku seperti itu. Tapi sejak pernikahan hingga hari kemarin, tanpa diminta pun Lidya selalu tidak pernah absen menyajikan sarapan setiap pagi dan juga makan malam, ai

dak marah, tidak....! Sedikitpun aku tidak merasa ma

erakan lari tergopoh-gopoh dengan kondisi tubuhnya yang masih

kekhilafannya. Kemudian dia bergegas hendak ke arah dapur bersih yang berada tepat di belakangku. A

h cantik... masa harus masak?", ucapku mencoba tersenyum untuk menenangkan Lidya. Ucapanku dibuat

n mata membulat memandangku untuk

tubuhnya dari pelukanku. Jujur, aku sangat kecewa dan semakin bertanya-tanya, mengapa dia sampai menghindar seperti itu? Padahal sela

a, kedua telapak tangannya pun kini mengelus-elus pipiku, sepertinya ia tahu aku ke

berbalik menuju kamar dan melanjutkan aktivitasnya yang tertunda. Kembali

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perselingkuhan Gila Istriku
Perselingkuhan Gila Istriku
“Istriku Lidya yang masih berusia 25 tahun rasanya memang masih pantas untuk merasakan bahagia bermain di luar sana, lagipula dia punya uang. Biarlah dia pergi tanpaku, namun pertanyaannya, dengan siapa dia berbahagia diluar sana? Makin hari kecurigaanku semakin besar, kalau dia bisa saja tak keluar bersama sahabat kantornya yang perempuan, lalu dengan siapa? Sesaat setelah Lidya membohongiku dengan 'karangan palsunya' tentang kegiatannya di hari ini. Aku langsung membalikan tubuh Lidya, kini tubuhku menindihnya. Antara nafsu telah dikhianati bercampur nafsu birahi akan tubuhnya yang sudah kusimpan sedari pagi.”