icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Perselingkuhan Gila Istriku

Bab 3 PART 3. Kenikmatan Main Aman

Jumlah Kata:1672    |    Dirilis Pada: 05/12/2023

sofa, memejamkan mata dan mencoba

ba meraih-raih ponselku... aku

TUUUUUT..

melihat lagi foto Lidya dan selingkuhannya itu yang kini sudah berlumuran cairan sperma kentalku. "Anjg!!! Nambah-nambah kerjaan a

b juga. Aku lempar ponselku ke sofa. Aku termenung menatap layar laptop. Kemudian aku mencoba mencari

ada satupun yang Lidya tanggapi. Hanya ada satu nama lelaki yang selalu ditanggapi Lidya, yaitu Pak Ridwan. Bahkan Pak Ridwan tak ragu memberikan pujian tentang fisik Lidya.

n dia. Tubuhnya pendek, perawakannya kecil, rambutnya hampir habis.. hanya menyisakan bagian belakang da

u membeli mobil seharga 2 M. Tetapi Pak Ridwan menjadi cocok jadi tersangka, karena tadi pagi aku s

isini? kira-kira istriku ini lagi dekat dengan Pak Ridwan ata

yak. Darimana? Dari siapa? Aku cukup lega karena sudah menemukan

menemukan akunnya karena dia rajin comment di setiap pos

da waktu ga? Ada yang pengen dibicarain, tap

ng ia post sekitar pukul 12, sekitar satu jam yang lalu. Anehnya ia berfoto bersama sekumpulan orang yang diperk

andung... yeaaay akhirnya balik Bandung kete

ula! Sudah terang benderang kali ini, Lidya memang sudah membohongiku!!!! Tanpa perlu mengorek info dari postingan yang lain, aku sudah semakin yakin da

ah 3 Lidya menelepon, aku

dari suaranya seperti orang yang sedang mengatur nafas

diangkat-angkat?", jawabku d

..................

T TUT

ghubunginya, namun kali ini teleponnya tidak

fas Lidya yang tersengal. Pikiranku kembali melayang jauh, mungkin akibat terlalu sering menonton film JAV yang menceritakan seor

ku tahu itu bohong. Tapi setidaknya aku bisa mengeceknya langsung sekarang, membuktikan bahwa itu ben

dur di sofa bed depan TV, karena aku tak t

*

belum dinyalakan!", gumamku masih keadaan belum sadar 100%. Setelah kunyalaka

uga kamar mandi, namun tak kutemui sosoknya. Aku memaki diriku sendiri, mengapa aku

ikan di salah satu jaketku yang tergantung di kamar. Tadinya aku memang perokok berat, tapi setelah pendapatanku menurun, aku merasa malu untuk merokok di rumah apalagi depan istriku, walau

a aku bisa tahu kalau istriku pulang. Aku coba kembali menghubungi nomor ponselnya, t

i dia sedang berada di kamar hotel, apakah dia tidak akan pulang malam ini? Atau jangan-jangan ia tak akan pernah kembali lagi ke rumah ini, yang masih m

K TEK TIK

ih tetap berada di ruang tamuku. Jujur, harapanku semakin menipis akan kedatangan Lidya, tapi aku masih berharap istri kesayanganku itu pulang, apapun

mbuat kepalaku menoleh ke arah jendela. Aku berhar

rna silver berhenti di depan rumahku. Sepertinya taxi online, karena kali ini

nda-tanda orang turun dari mobil itu. Sekitar 2 menit, atau mungkin itu berlebihan karena aku tidak memegang

at mobil yang terhenti itu sedikit bergoyang.... pelan.

bil goyang itu benar atau tidak), kemudian memang benar Lidya yang t

h Lidya sedikit condong ke dalam, sehingga aku bisa melihat setengah bulatan pantat indah Lidya, setengah lagi terhalang oleh pintu mob

ganti mobil? Jika benar si Mr. X berganti mobil, rasanya terlalu jomplang antara mobil yang tadi pagi dengan mobil yang ba

mang senang dengan kepulangannya, tapi rasa kesal terlalu tebal menyelimutiku. Melihat ekspres

aku tampakkan selama beberapa bulan terakhir. Aku memang tidak punya uang, tapi demi mempertahankan

lukku erat. "Papah, udah makan?", lanjut Lidya dengan mengangkat wajahnya yang letih, sor

lukannya dengan sedikit memaksa. Aku berbalik menuju ruang TV, kunyalakan tel

a bersimpuh dihadapanku yang sedang duduk di sofa. Lidya menggenggam kedua tanganku dan m

andi?", aku masih belum m

agi, kemudian tanpa berbicara ia langkahka

u di kepala tempat tidur, menunggu istriku selesai mandi. Pikiran kotorku kembali mendatangi, Lidy

aranya terlihat menyembul. Lidya tersenyum manis ke arahku, kali ini sudah ti

iku yang aku lihat jelas dari tempatku bersandar, aku tidak menemukan tanda merah sisa '

sam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Perselingkuhan Gila Istriku
Perselingkuhan Gila Istriku
“Istriku Lidya yang masih berusia 25 tahun rasanya memang masih pantas untuk merasakan bahagia bermain di luar sana, lagipula dia punya uang. Biarlah dia pergi tanpaku, namun pertanyaannya, dengan siapa dia berbahagia diluar sana? Makin hari kecurigaanku semakin besar, kalau dia bisa saja tak keluar bersama sahabat kantornya yang perempuan, lalu dengan siapa? Sesaat setelah Lidya membohongiku dengan 'karangan palsunya' tentang kegiatannya di hari ini. Aku langsung membalikan tubuh Lidya, kini tubuhku menindihnya. Antara nafsu telah dikhianati bercampur nafsu birahi akan tubuhnya yang sudah kusimpan sedari pagi.”