icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tetangga Manisku

Bab 4 Lagi-lagi Karena Omil

Jumlah Kata:1224    |    Dirilis Pada: 29/11/2023

kan wanita dari sebelah r

tergopoh-gopoh mendekati tembok pembatas antara dua rumah itu. Teriakan tetangg

aat Mbak Siti berhasil menggapai tembok pembatas dan m

k Siti memanggil kucing hi

il mengeong keras

rdengar suara tegas seorang lelaki dari arah

asihani! Jorok tahu!" Lengking

k, namun dia hampir terjatuh saat seb

dapati Nana-lah yang telah mengejutk

menatap asisten rumahtangg

ya, sementara salah satu kakinya berpijak pada tembok rendah siap melompat ke h

cengengesan, bingu

ng mengeong ketakutan sekalig

Nana membelalakkan mat

laki-laki yang terdengar hingga ke tempat mereka semak

milik Erick. Sedikit menjauhi Mbak Siti, agar wanita itu tidak mencurigainya

di seberang sana, sedangkan kegelisahan

u. Kasihan, Omil pasti takut itu, dia masih kitten lho." Nana ham

ingkat dan segera memat

itu?" Kembali lengkingan terdengar hamp

ngkingan tadi. Namun derap langkah kaki terdengar

segera memanggil kuc

i 180 cm sudah berdiri di hadapan Nana dengan seekor kucing

kucing mungil itu melompat ke dalam pe

a tersenyum riang menatap mahkluk tampan yan

ur ke rumah orang dan nyolong makanan!" Lengkingan yang seda

ena dia nggak doyan makanan selain cat food." Nana mencoba bersikap tenang d

main embat saja." Wanita itu menatap Nana den

n. Namun kerlingan mata pria tampan itu membuatnya urung un

luk tampan yang sempat membuat Nana terpana it

angkupkan tangannya, memint

bertukar pandang. Nana menggedikkan bahunya, dan membawa Omil masuk. Namun sempat diliriknya pr

utuk cukup keras dan membuat Mbak Sit

rnyata genit ya."

edipin mata ke Ibu."

juga kucing garong Mbak

erhenti karena adanya insiden antara Omil dan tetangga sebelah. Lagi-lag

Nana membawa Omil ke halaman belakang rumah dan melepaska

g kecil yang masih dalam kategori kitten. Cukup banyak mem

kucing dan memiliki kucing yang tidak sedikit. Meski jarang

. Lagipula tinggal di kawasan Sanur yang merupakan kawasan tempat tinggal para ekspatriat membuatnya tidak terlalu dituntut

untuk para wisatawan hangout. Lokasinya yang dekat dengan beberapa pantai di daerah Sanur yang merupakan tujuan wi

Dewata. Ada juga beberapa hunian yang disewakan secara komersial. Sehingga lingkungan tempat tinggalnya terkadang begitu

Dia hanya tinggal berdua dengan Mbak Siti di siang hari. Di malam

rlalu besar untuknya. Namun dia enggan untuk pindah dari rumah

etar. Diraihnya benda yang hampir selalu menemaninya di man

lan video dari pria itu. Insiden barusan membuat Nana lebih berhati-hati. Dia t

s setelah cukup lama smartphone-n

nggak apa-apa kan?" Erick terlihat tulu

tolonglah jangan ditendang apalagi difitnah nyolong. Omil kan nggak bisa membela diri B

kucing-kucing kamu. Sudah jangan ngambek gitu, nanti Abang cium ni

e?" Nana te

maunya langsung." Erick tertawa lepas kembali me

an?" Nana menanggapinya

edalah Nana imut." Erick

ana itu?" Nana memicingkan matanya mencoba unt

Nanti Abang vc lagi." Erick tersenyum tipis

s Abang." Nana mengangguk

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Kejutan Di Pagi Hari2 Bab 2 Nana Imut Tengah Cenat-Cenut3 Bab 3 Dua Tahun Lalu4 Bab 4 Lagi-lagi Karena Omil5 Bab 5 Seribu Luka6 Bab 6 Dejavu7 Bab 7 Takut8 Bab 8 Let's Dance9 Bab 9 First Time10 Bab 10 Imajinasi Liar11 Bab 11 Di Balik Sanggah 12 Bab 12 Nana dan Alvin13 Bab 13 Toko Kue 114 Bab 14 Toko Kue 215 Bab 15 Arisan16 Bab 16 Obat Mujarab 17 Bab 17 Can't Get You Out Of My 18 Bab 18 I Promise You 19 Bab 19 Tetangga Yang Imut Dan Manis20 Bab 20 Boomerang 21 Bab 21 Kabar Dari Kampung 22 Bab 22 Pulang23 Bab 23 Jatuh Cinta 24 Bab 24 Nana Anak Nakal 25 Bab 25 Hutang26 Bab 26 Keributan 27 Bab 27 Nana Dan Kanjeng Mami 28 Bab 28 Ada Yang Menunggunya 29 Bab 29 Sandiwara Yang Gagal30 Bab 30 Nyong Ambon Manise 31 Bab 31 Sebatas Mimpi 32 Bab 32 Undangan Dari Laura 33 Bab 33 Sepatu Dan Sandal 34 Bab 34 Pertanyaan Sensitif 35 Bab 35 Nyaris36 Bab 36 Temani Aku Malam Ini 37 Bab 37 Sebotol Wine Dan Orang Terkasih 38 Bab 38 Memanjakan Diri 39 Bab 39 Tidak Lagi Intermezo Semata 40 Bab 40 Sejinak Kucing 41 Bab 41 Semangkok Ramen42 Bab 42 Cemburu43 Bab 43 Seperti Biasa 44 Bab 44 Drama Omil Dan Alvin45 Bab 45 Aku Tidak Mau Kehilangan Lagi 46 Bab 46 Berubah 47 Bab 47 Nasi Goreng 48 Bab 48 Tidak Bisa Melupakanmu 49 Bab 49 Tiba Di Singapura 50 Bab 50 Kenangan 51 Bab 51 Menunggu Digoda52 Bab 52 Rencana Bulan Madu Kedua53 Bab 53 Bread, Coffe And Honey 54 Bab 54 Bertemu Tanpa Saling Menyapa 55 Bab 55 Bertemu Kembali 56 Bab 56 Cinta Gila57 Bab 57 Let's Talk About Love 58 Bab 58 Mari Berjuang59 Bab 59 Sarapan Yang Kacau 60 Bab 60 Bakat Keindahan 61 Bab 61 Tidak Ingin Membuatnya Terluka Lagi 62 Bab 62 Dari Seteru Menjadi Bucin63 Bab 63 Menengok Kucing-kucing 64 Bab 64 Sponsor65 Bab 65 Keluarga 66 Bab 66 Karena Aku Cemburu 67 Bab 67 Psikopat