icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ZORA Pupus Sebelum Mekar

Bab 5 Kalung dari Ryan

Jumlah Kata:795    |    Dirilis Pada: 22/11/2023

sa mencium punggung tangan

u. Hari ini dia bersiap untuk pulang

ni buat

nita setengah baya itu tiap kali menyaksikan Nisa memompa ASI. Untu

endengkus kesal tatkala sebuah sepe

salah R

anak ibu, Nis." Sari me

nya melangkah keluar rumah. Di teras sudah berdi

ntuk Zohrah, kata tukang ojek itu. Baik Sari maupun Nisa, keduanya tahu

. Seperti yang dilakukannya

an saj

cukup bu

erusnya kan Nisa sudah tidak bersama Zohrah lagi

i. Sari tak kehabisan ide. Dia menyuruh Nisa memompa ASI. Kemudian Sari

." Nisa membawa sebuah boks kecil b

Nis. Ryan akan men

ar ucapan ibu mertuanya. Dia

taruh plastik-plastik itu berjejer dengan ASI mi

yi kamu? Mumpung Ryan tidak tahu." Sari mengikut

encium pipi Zohrah yang a

nggal lebih lama l

u. Ingin dia selamanya bersama Zohrah. Melihat dan menyaksikan

sa gendon

. Dia memilih pergi menuju kamar Ryan. Memanggil ana

asa. Sari mengetuk daun p

u. Nisa mau pami

Ry

yan sebenarnya tidak ingin Nisa pergi. Tapi rasa angkuh da

luar sebe

ak ada

bu akan biarkan Nisa membaw

i balik pintu. Tapi dia enggan keluar. Biar sa

angan egois.

. Tapi Nisa

erusaha jadi

Zohrah. Bai

ncari ibu susu buat Zohrah.

fakta. Wanita itu yang lebih dulu menelantarkan Zohrah. Wanita itu yang lebih

dak akan

ya

Dia sendiri yang memilih pergi. K

nafas. Pusing sendiri memik

-sama meninggikan ego. Dan beranjak dari

B

lau dia tidak begitu yakin Ryan bers

pintu tidak dikunci. Dia menjumpai Ryan yang tengah be

ahu apa yang tersirat d

berteriak di

men

ya

yan mala

k mau lihat

enguma

dari dalam tas selempang. Tanpa pikir panjang, dilempa

an bandul berbentuk Sailor Venus. Ryan sengaja mendesain b

gambil benda itu. Tanpa harus membuka

per

Mengum

aku p

gi s

dengan kasar. Berjalan ce

i, Bu. Tit

bisa membantu k

sanan juga sudah sampai sejak lima menit lalu. Da

an Mam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ZORA Pupus Sebelum Mekar
ZORA Pupus Sebelum Mekar
“"Bayi kita butuh ASI dari ibunya. Aku mohon." Ryan menggendong bayi perempuan mereka dalam buaian. Untuk ke sekian kali ia meminta. Nisa masih terbaring di atas brankar. Ketika Ryan menaruh bayi itu di sampingnya, Nisa memalingkan wajah ke dinding. Rasanya tidak sudi melihat bayi mungil itu. Dia tidak pernah menginginkan bayi itu lahir. Bahkan jika bisa, dia ingin bayi itu tiada sejak dalam kandungan. Namun segala upaya yang dilakukan, tak ada yang berhasil. Janin itu malah tumbuh subur di rahimnya. "Nis, kamu ibunya. Tolong, berikan dia ASI," bujuk Ryan sembari mengelus pipi bayi perempuan yang cantik itu. "Sekali aku bilang enggak. Itu berarti enggak," tolak Nisa. "Dia butuh kamu, ibunya." "Tapi aku enggak butuh dia. Aku enggak pernah ingin dia hadir di hidupku." "Kamu boleh membenciku, tapi tidak dengan Zohrah."”
1 Bab 1 Pupus Sebelum Mekar 2 Bab 2 Dipertemukan Oleh Takdir 3 Bab 3 Bayi Perempuan 4 Bab 4 Luka dan Duka5 Bab 5 Kalung dari Ryan6 Bab 6 Jangan Pergi 7 Bab 7 Pulang ke Rumah 8 Bab 8 Perpisahan yang Tertunda 9 Bab 9 Bertemu Lisa 10 Bab 10 Melawan Restu11 Bab 11 Takut Berpisah 12 Bab 12 Mencintai Dalam Diam 13 Bab 13 Baru Sepuluh Hari 14 Bab 14 Kejutan Dari Agung15 Bab 15 Kangen Zora 16 Bab 16 Akan Kukembalikan Jodohmu17 Bab 17 Mundur Selamanya 18 Bab 18 Setelah 17 Tahun19 Bab 19 Kamu di Mana, Nisa 20 Bab 20 Mendatangi Yusuf21 Bab 21 Keputusan yang Salah 22 Bab 22 Mencari Nisa 23 Bab 23 Terlambat Menyadari 24 Bab 24 Nisa Salsabilla25 Bab 25 Aku Tahu Itu Kamu26 Bab 26 Reyza Mahendra27 Bab 27 Jangan Pupus, Bungaku28 Bab 28 Akhirnya Aku Menemukanmu 29 Bab 29 Mencuri Jodoh Orang Lain30 Bab 30 Si Perayu Ulung 31 Bab 31 Puncak Tertinggi Mencintai 32 Bab 32 Saudara Sepersusuan33 Bab 33 Rindu yang Menyiksa34 Bab 34 Lukisan untuk Nisa35 Bab 35 Bagaimana Kalau Aku Memaksa36 Bab 36 Surat Cinta37 Bab 37 Kejutan Paling 38 Bab 38 Bagaimana Kalau Kita Jadi Muhrim Lagi 39 Bab 39 I Love You 40 Bab 40 Jangan Memupus Harapan Orang Lain 41 Bab 41 Duda Meresahkan 42 Bab 42 De Javu43 Bab 43 Rumah Rehabilitasi Jiwa 44 Bab 44 Hikmah Dari Kepergian Nisa45 Bab 45 Sandra A. Hutama46 Bab 46 Menuang Rindu47 Bab 47 Cinta Pertama Rey48 Bab 48 Pernikahan Kedua 49 Bab 49 Akhir Sebuah Awal