icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
ZORA Pupus Sebelum Mekar

ZORA Pupus Sebelum Mekar

icon

Bab 1 Pupus Sebelum Mekar

Jumlah Kata:787    |    Dirilis Pada: 22/11/2023

Pupus

ka

unya. Aku mohon." Ryan mengg

ntuk ke sekian

brankar. Ketika Ryan menaru

ding. Rasanya tidak sudi

gin bayi itu tiada sejak dalam kandungan. Namun segala upaya yang dila

ia ASI," bujuk Ryan sembari mengelus

enggak. Itu berarti

uh kamu,

ia. Aku enggak pernah in

enciku, tapi tid

tahu detik itu. Delapan belas jam sudah bayi perempuan itu lahir di dunia

nama bayi kita?" Ryan b

bayi ini sama aku?" Nisa b

t

i tahu pada Nisa. Benar, mungkin rasa benci telah menutupi hati istrinya

haya dari Venus begitulah kira-kira artinya. Ryan ingin kelak bayi

carkan cahaya kala malam menjemput. Serta

nama itu!" Ryan menatap le

nus. Bintang kejor

gerakan cepat, tangan Nisa

ampingnya. Mengelus lembut dan penuh

k mencintai bayi itu. Bagaim

a karena kekhilafan antara dua ins

bajunya basah karena ASI yang terus keluar, dia tetap

k untuknya adalah A

ka sudah sepakat akan berpi

r cinta. Jika sampai memberikan ASI, mungkin dia akan te

ktu dekat." Nisa mengangkat tubuh mung

u selesai. Bertahanlah sebent

"Bilang saja sama anak k

ki hubungan kita. Perb

ita sudah salah. Apa

dak sengaja. Keduanya menjadi dekat. Mereka menasbih

terbang pada kejadian ulang tahun Ryan sembilan bulan yang la

ali apa yang s

hdu terlalu memabukkan pada malam dingin itu. Tunduk pada jebakan yang membuatnya te

itu. Yang dijaga sepanjang

adi begini? Dulu kita dekat, sangat dekat,

i aku harus

cukup permintaan ma

memben

gal satu atap. Tapi kita bagai dua orang asing. Aku b

erharap agar genangan itu tak turun membelah pipi. Na

. Sengaja tak mengacuhkan Nisa, agar wanita itu membencinya. Berharap Nis

kamu hancur," sesal Ryan. Die

n aku apa?" Nisa men

nak yang lucu. Yang terlahir karena memang diinginkan oleh kedua orang tua m

sebab itu, kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan?"

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ZORA Pupus Sebelum Mekar
ZORA Pupus Sebelum Mekar
“"Bayi kita butuh ASI dari ibunya. Aku mohon." Ryan menggendong bayi perempuan mereka dalam buaian. Untuk ke sekian kali ia meminta. Nisa masih terbaring di atas brankar. Ketika Ryan menaruh bayi itu di sampingnya, Nisa memalingkan wajah ke dinding. Rasanya tidak sudi melihat bayi mungil itu. Dia tidak pernah menginginkan bayi itu lahir. Bahkan jika bisa, dia ingin bayi itu tiada sejak dalam kandungan. Namun segala upaya yang dilakukan, tak ada yang berhasil. Janin itu malah tumbuh subur di rahimnya. "Nis, kamu ibunya. Tolong, berikan dia ASI," bujuk Ryan sembari mengelus pipi bayi perempuan yang cantik itu. "Sekali aku bilang enggak. Itu berarti enggak," tolak Nisa. "Dia butuh kamu, ibunya." "Tapi aku enggak butuh dia. Aku enggak pernah ingin dia hadir di hidupku." "Kamu boleh membenciku, tapi tidak dengan Zohrah."”
1 Bab 1 Pupus Sebelum Mekar 2 Bab 2 Dipertemukan Oleh Takdir 3 Bab 3 Bayi Perempuan 4 Bab 4 Luka dan Duka5 Bab 5 Kalung dari Ryan6 Bab 6 Jangan Pergi 7 Bab 7 Pulang ke Rumah 8 Bab 8 Perpisahan yang Tertunda 9 Bab 9 Bertemu Lisa 10 Bab 10 Melawan Restu11 Bab 11 Takut Berpisah 12 Bab 12 Mencintai Dalam Diam 13 Bab 13 Baru Sepuluh Hari 14 Bab 14 Kejutan Dari Agung15 Bab 15 Kangen Zora 16 Bab 16 Akan Kukembalikan Jodohmu17 Bab 17 Mundur Selamanya 18 Bab 18 Setelah 17 Tahun19 Bab 19 Kamu di Mana, Nisa 20 Bab 20 Mendatangi Yusuf21 Bab 21 Keputusan yang Salah 22 Bab 22 Mencari Nisa 23 Bab 23 Terlambat Menyadari 24 Bab 24 Nisa Salsabilla25 Bab 25 Aku Tahu Itu Kamu26 Bab 26 Reyza Mahendra27 Bab 27 Jangan Pupus, Bungaku28 Bab 28 Akhirnya Aku Menemukanmu 29 Bab 29 Mencuri Jodoh Orang Lain30 Bab 30 Si Perayu Ulung 31 Bab 31 Puncak Tertinggi Mencintai 32 Bab 32 Saudara Sepersusuan33 Bab 33 Rindu yang Menyiksa34 Bab 34 Lukisan untuk Nisa35 Bab 35 Bagaimana Kalau Aku Memaksa36 Bab 36 Surat Cinta37 Bab 37 Kejutan Paling 38 Bab 38 Bagaimana Kalau Kita Jadi Muhrim Lagi 39 Bab 39 I Love You 40 Bab 40 Jangan Memupus Harapan Orang Lain 41 Bab 41 Duda Meresahkan 42 Bab 42 De Javu43 Bab 43 Rumah Rehabilitasi Jiwa 44 Bab 44 Hikmah Dari Kepergian Nisa45 Bab 45 Sandra A. Hutama46 Bab 46 Menuang Rindu47 Bab 47 Cinta Pertama Rey48 Bab 48 Pernikahan Kedua 49 Bab 49 Akhir Sebuah Awal