icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ZORA Pupus Sebelum Mekar

Bab 3 Bayi Perempuan

Jumlah Kata:815    |    Dirilis Pada: 22/11/2023

ayi Per

mau ada perpisahan." Nasihat Sari, ib

lian butuh kamu, Nis. Bapak ingin kalian tetap bersa

ingat kedua orang tua Ryan

. Kedua orang tua Ryan te

perbuatan yang dilakukan olehnya dan Ry

tombol remote kontrol. Tidak ada acara yang menarik. Sampai akhirnya jarinya berh

toran ternama di Bali menjad

pelaku adalah kel

tiga hari lalu. Sementara po

g hingga detik itu belum

ang tak lain adalah an

dua pelaku. Seorang pria muda, usianya sama dengan Nisa. Dua puluh

sini?" Sari bertanya

ri masih berdiri. Sepuluh menit yang lalu wanita paru

dia memberikan ASI unt

Mertuanya datang seorang diri. Tidak ada ba

bu kira dia ke sini lagi." Sari menarik kursi d

g perasaannya. Mana mungkin

esaat. Nanti pasti

coba tele

at. Ke mana dia membawa Z

sel di atas nakas. Panggilan pertama diabaikan. Panggilan kedua

rdiri di ambang pintu. "M

ah?" tanya

ju lemari. Dia mengeluarkan tas dan mengambil

nya Ryan berniat mengganti pakaian bayi mereka. Nisa tersen

. Entah apa. Namun Nisa merasa keh

enal. Tidak ada senyum. Tidak pula perhatian apalagi

dak akan menahannya. Bilang padaku kapan

a Ryan terasa menohok. Mengapa di saat Nisa mem

ah? Aku ingin

ah Ryan. Dua jam yang lalu d

hat bayi mereka. Namun

k ingin peduli dengan istrinya. Meski di hati terasa tercabik. Ka

bisa membelikan

a. Dia memilih keluar. Berjalan terburu, tak menoleh. Bahkan saat Sari memanggil. Di sepanjang koridor dia merutuk diri. Mengutuk

t

bayinya selama enam bulan penuh. Dengan imbalan yang tidak sedikit tentu saja. Bukan sekada

ingin menyusui Zohrah? Di mana hat

Ryan mengetuk pintu di dep

atanya sebelum Lisa menjawab, Ryan

rkejut dengan ekspresi yang

gkin marah, kecewa, sedih atau entahlah? Ryan bukan

edong dan popok yang terbuka. Bayi itu mengompol tadi, dan Lisa ingin mengganti

dengan bayaran yang dijanjikan Ryan. Sehingga tidak

alau bayi Anda perempuan?"

ra

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ZORA Pupus Sebelum Mekar
ZORA Pupus Sebelum Mekar
“"Bayi kita butuh ASI dari ibunya. Aku mohon." Ryan menggendong bayi perempuan mereka dalam buaian. Untuk ke sekian kali ia meminta. Nisa masih terbaring di atas brankar. Ketika Ryan menaruh bayi itu di sampingnya, Nisa memalingkan wajah ke dinding. Rasanya tidak sudi melihat bayi mungil itu. Dia tidak pernah menginginkan bayi itu lahir. Bahkan jika bisa, dia ingin bayi itu tiada sejak dalam kandungan. Namun segala upaya yang dilakukan, tak ada yang berhasil. Janin itu malah tumbuh subur di rahimnya. "Nis, kamu ibunya. Tolong, berikan dia ASI," bujuk Ryan sembari mengelus pipi bayi perempuan yang cantik itu. "Sekali aku bilang enggak. Itu berarti enggak," tolak Nisa. "Dia butuh kamu, ibunya." "Tapi aku enggak butuh dia. Aku enggak pernah ingin dia hadir di hidupku." "Kamu boleh membenciku, tapi tidak dengan Zohrah."”